
"Nak, kita mainnya jangan lama-lama ya, nanti dicari nenek. " ujar metty pada anaknya ketika ia sampai di tempat mereka.
"Iya bunda, ayah meity pengen mandi pantai. " ujar meityza pada ayahnya.
"Yakin kamu mau mandi di pantai sayang? " tanya irfan pada anaknya.
"iya ayah, meity kan gak pernah mandi di pantai. " ujar meityza.
"jangan mandi disini nak. ombaknya lumayan besar tuh, nanti kalau kamu tenggelam gimana? ". ucap metty pada anaknya.
" Kan ada ayah yang temenin aku main bun. " ujar meity.
"Ya sudah ayok kita mandi bareng sayang. " ujar irfan mengajak anaknya untuk menuju ke permukaan air laut.
"Bunda ayok ikut, biar seru meity pengen main bertiga sama ayah juga bunda. " ujar meityza yang melihat ibunya hanya duduk di pinggiran pantai.
"Bunda nggak suka mandi pantai nak, kamu saja sama ayah yang pergi. " ujar metty yang tak berniat mengikuti mereka.
"Kalau bunda nggak ikut, aku gak jadi mandi deh. " ujar meityza sambil menghampiri metty dan duduk di dekatnya dengan lusuh disertai wajah cemberut nya.
__ADS_1
"Dek, ayok sesekali ajak anak mu mandi pantau. kasihan dia sangat ingin mandi. " ujar irfan membujuk metty.
Metty terdiam sejenak, ia enggan untuk ikut bersama irfan karena takut dia melakukan hal yang sama seperti tadi.
"dek kok bengong sih, ayok itu meity sudah hampir nangis tuh. " ujar rifan membuyarkan lamunan metty.
Metty tak punya pilihan lain selain ikut dengan mereka untuk mandi bersama.
karena ia tak punya waktu untuk berpikir, ia juga merasa kasihan pada meityza jika tak jadi mandi.
padahal anaknya itu benar-benar ingin mandi di pantai bersama keluarga yang utuh.
irfan menggendong meityza untuk mandi lebih tengah ke laut.
"Ayah meity takut nanti tenggelam. " ujar meityza yang duduk di atas pundak ayah nya.
"Nggak usah takut kan ada ayah yang gendong kamu." ujar irfan sambil terus berjalan ke tengah.
Meityza merasa sangat senang bermain dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Metty hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan terpancar di wajah anaknya.
Di lain sisi tiara baru sampai di ruang kerjanya, ia terus saja bimbang melihat kelakuan suaminya tadi.
Rasa sedih terus menjalar di seluruh hatinya, ia ingin menangis namun ia tak mau menangisi lelaki yang tak berguna seperti irfan..
"Mas irfan kamu benar-benar berkhianat padaku, lihat saja apa yang bisa aku lakukan pada mu. " ujar metty dengan mata yang berair.
"Loh bukankah itu metty sama irfan ya? kok mereka bisa berada disini berdua lagi? . " ujar diana dengan terus melihat ke arah metty. .
Diana yang sedang berlibur bareng keluarga di pantai yang sama dengan metty.
Ia kaget melihat metty bersama dengan mantan suaminya, setahu dia, metty sudah tak ingin bertemu dengan lelaki itu lagi.
"Loh mereka kok masuk ke ruangan itu? " tanya Diana yang melihat metty dan irfan masuk ke bangunan kosong yang berada di tempat itu.
ia memilih untuk mengikuti mereka berdua secara diam-diam dan mengintip.
Benar saja di dalam bangunan itu sangat kosong namun terlihat bersih, mungkin karena selalu dibersihkan sama penjaga disini.
__ADS_1
"Sayang maafkan mas, mas benar-benar ingin kamu sekarang ini. " ujar irfan yang langsung ******* bibir metty.