Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 75 Kegugupan


__ADS_3

Irfan baru saja sampai di depan rumah kontrakannya. Ia berharap semoga sang istri tak terlalu menginterogasi dirinya.


Irfan memarkirkan mobil di garansi rumah tersebut dan segera turun dari mobil yang ia pakai barusan.


"Harus bersikap biasa saja, biar tiara gak curiga sama aku. " gumam irfan berusaha menetralkan kegugupan yang dia rasakan.


Irfan pun segera melangkah masuk ke rumahnya, di dalma sana terlihat rumahnya sangat sepi.


"Kok sepi? apa tiara lagi tak ada di rumah ya?. " tanya irfan dengan mengetuk jari ke dagunya.


Tiara yang melihat kedatangan irfan dari lantai atas sengaja tidak menyusulnya, ia lebih memili untuk berdiam diri di kamarnya.


"Aku ingin tahu apa alasan kamu kali ini mas. " ujar tiara sambil menatap dirinya di cermin riasnya.


irfan melihat seisi rumah dan memang sangat sepi tak menandakan ada nya tiara.


"Eh pak irfan udah pulang toh. " ujar bi sumi yang tiba-tiba nongol dari dapur.


"Duh bibi ngagetin aja sih. " ujar irfan yang terperanjat dengan kehadiran bi sumi.

__ADS_1


"Hehehe oh iya Pak tadi dicariin bu tiara katanya bapak gak bilang sama ibu kalau pergi bawa mobil. " ujar bi sumi.


"Aduh aku kelupaan bi. " ujar irfan sambil menepuk jidatnya.


Irfan memang sengaja tak memberitahu tamat karena pasti tidak akan diizinkan oleh sang istrinya itu.


Jadi ia memutuskan untuk tak memberitahunya.


"Oalah gitu ya pak yasudah kalau gitu saya pamit ke belakang dulu. " ujar bi sumi sambil bergegas pergi ke dapur.


Irfan pun bergegas menuju kamarnya, ia tak mau menanyakan keberadaan tiara pada bi sumi.


Ia berharap semoga saja tiara tak ada di rumah agar ia bisa pergi ke rumah ibunya.


ia tampak kaget melihat tiara tengah duduk di meja riasnya dengan dandanan yang begitu cantik mempesona.


"Eh sayang sudah pulang kerjanya?. " tanya irfan basa-basi untuk menutupi kekagetannya.


Irfan mendekati istrinya yang tengah terduduk dengan anggunnya. Ia memeluk istrinya dari belakang dengan sangat erat.

__ADS_1


Tiara yang mendapat perlakuan seperti itu ingin menepis nya. Namun ia berusaha untuk bersikap biasa saja agar tak terlihat menakutkan dimana suaminya itu.


"Darimana saja mas irfan jam segini baru sama lo rumah?. " tanya tiara dengan penuh penekanan.


"Ah itu tadi mas coba-coba pergi cari kerjaan sayang. " Ujar irfan berbohong pada istrinya.


"Bukankah kamu baru pulang dari rumah sakit mas? kok pakai repot cari kerjaan segala. " ujar tiara sambil menelisik setiap sudut mata irfan untuk mencari kejujuran dimatanya.


"Kan kamu yang bilang sayang kalau aku udah sembuh aku harus segera cari kerjaan buta bayar biaya rumah sewa kita ini. " ujar irfan sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.


"Memangnya kamu sudah sembuh total mas? sampai kamu keluar aja tidka izin sama aku. " ujar tiara menepis tangan irfan dari kepalanya.


"Sudah kok sayang buktinya sekarang aku baik-baik saja kan?. " ujar irfan sambil berdiri dengan tegak agar ia terlihat tak seperti orang sakit.


"Mas-mas nggak usah belagu gitu? oh iya donat pekerjaannya?. " tanya tiara yang ingin terus mengintrogasi suaminya. "


"Dapat dek, makanya ini aku mau omongin sama kamu sekarang." that irfan agar ia memilik alasan untuk tidak dimarahi oleh istrinya.


"Oh iya secepat itu? memangnya kerja apa mas?. " tanya tiara sambil terus menatap suaminya.

__ADS_1


"Mas harus ikut training dulu sayang, Kira-kira selama satu minggu. " ujar irfan.


"Mmm, kerja apa dan dimana itu mas? " ujar tiara.


__ADS_2