
Sesampainya di dalam rumah tiara segera memanggil bi sumi untuk meminta agar segera dibuatkan makan untuk dibawa ke rumah sakit, sementara ia akan mandi terlebih dahulu.
"Assalamu'alaikum bi sumi...., bi sumi... " panggil tiara yang sudah sampai di ruang tengah.
"Wa'alaikumussalam iya bu, maaf yadi gak kedengaran soalnya lagi di kamar mandi bu. " ujar bi sumi dengan tergopoh-gopoh menghampiri tiara.
"Oh iya gapapa bi, Saya cuman mau minta tolong siapkan makanan soalnya Saya mau bawa ke rumah sakit ya. " ujar tiara pada bi sumi.
"Baik bu, oh ya bu, mau pakai ikan apa?. " ujar bi sumi yang tidak terlalu tahu dengan kesukaan makanan suami tiara.
" pakai apa aja yang ada di dapur bi gak maslah ko. " ujar tiara.
"baik kalau gitu bu, saya ke dapur dulu ya bu. " ujar bi sumi.
"oh iya bi, tolong buatkan makanan lebih untuk bibi dan pak doni ya, soalnya saya nanti pulangnya kemalaman. " ujar tiara pada bi sumi.
" baik bu kalau gitu, saya izin ke dapur dulu."ujar bi sumi.
Bi sumi pun segera pergi ke dapur untuk menyiapkan makan seperti yang dimintai tiara tadi.
"Oh iya Pak, kalau gitu bapak tunggu aja disini siapa tahu nanti bi sumi butuh bantuan bapak. " ujar tiara pada pak doni.
"baik Hu Terima kasih. " ujar pak doni.
" Sama-sama kalau gitu saya ke kamar dulu pak. " ujar tiara yang segera berlalu ke kamarnya.
"Ya Allah capeknya seharian bolak balik. " ujar tiara.
"Aku harus terbiasa lagi dengan semua rutinitas ku seperti dulu, karena sekarang tidak ad ayang bis aku percaya untuk memegang perusahaan. " ujar tiara.
Tiara pun segera menuju kamar mandi yang berada dalam kamarnya, untuk membersihkan dirinya.
sekitaran tiga puluh menit akhirnya tiara selesai dengan rutinitas mandinya.
"Ya memang tiara dalam urusan mandi membutuh kan banyak waktu, kadang sampai 1 2 jam baru selesai mandi.
Mungkin karena sekarang ia terburu-buru makanya ia mandi dengan cepat.
__ADS_1
" Kira-kira baju apa yang harus ku pakai sekarang ya. mana cucian ku sudah banyak lagi, apa aku minta bi sumi aja untuk Mencuci nya.? "tanya tiara dalam hatinya.
Tiara pun segera memakai pakaian yang menurut ia cocok dengan tubuhnya.
" Kayanya baju ini cocok dengan ku, lebih baik aku pakai ini saja. " ujar tiara seraya Memakai baju nya.
Setelah dirasa semua udah selesai tiara pun segera menemui bi sumi di dapur.
"Bi... bi sumi udah siap makanannya? " tanya tiara sedikit berteriak sambil menuruni tangga.
Ya kamar tiara memang terletak di lantai dua rumahnya. Ia memilih kamar di atas karena ia sangat menyukai pemandangan luar rumahnya jika dilihat dari atas.
"Ya bu ini tinggal dimasukan ke kotak bekal aja bu. " sahut bi sumi ketika mendengar panggilan dari tiara.
"Kalau udah selesai tolong bawakan kesini ya bi, saya tunggu di ruang tengah. " ujar tiara sambil duduk di kursi r uang tengah bersama dengan pak doni yang sedang menonton TV.
"Iya bu siap. " ujar bi sumi.
Bi sumi pun dengan cepat memasukan makanan secukupnya ke dalam kotak bekal.
"Kayanya ini cukup deh untuk bu tiara sama suaminya. " ujar bi sumi setelah selesai memasukan makan ke kotak bekal.
"Ini bu sudah siap semuanya. " ujar bi sumi setibanya di ruang tengah.
"Wah harum sekali bau masakannya bi sumi,Terima kasi ya bi. " ujar tiara sambil menerima masakan yang dibawa bi sumi.
"Sama-sama bu, sudah kewajiban saya kan membuat masakan yang enak. " ujar bi sumi pada tiara.
"Oh iya bi boleh saya minta tolong?. " ujar tiara pada bi sumi.
"Boleh bu, mau minta tolong apa?. " tanya bi sumi.
"Ini bi, belakangan ini saya sibuk sekali, saya nggak sempat nyuci. " ujar tiara
"Oh iya bu nanti saya cicilan. x ujar bi sumi yang mengetahui kemana arah bicara tiara.
" Eh bibi belum selesai ngomong udah di lorong ana ucapan saya. " ujar tiara yang ucapan nya di potong oleh bi sumi.
__ADS_1
"Iya saya udh tahu ibu mau ngomong apa, pokonya selma ibu sibuk biar saya yang ngurusin rumah." ujar bi sumi.
"Oalah terima kasih ya bi, bibi sudah sangat baik sekali pada saya selama ini. dan bibi sudah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri." ujar tiara yang terharu mendengar ucapan bi sumi.
"Sudah kewajiban saya untuk selalu membantu ibu. karena ibu jiga sudah banyak membantu saya. " ujar bi sumi.
"ya sudah kalau tolong ya bi cicilan pakaian saya yang ada di keranjang dan ya nanti kalau makannya tidka habis bungkus saja buat pak doni dan keluarganya di rumah. " ujar tiara pada bi sumi.
"Eh gap perlu repot-repot bu. gaji yang ibu kasih sudah sangat membantu ekonomi kelurga saya." ujar pak doni.
"Sudah gapapa pak, pasti di rumah suami bapak juga sibuk dan gak sempat makan untuk bapak. " ujar tiara.
"Kalau gitu makasih ya. " ujar pak doni.
"Ya sudah kalau gitu bi sumi tolong jaga rumah ya dan pak doni tolong antar kan saya ke rumah sakit. nanti bapak pulang ke rumah bawa aja mobil ini. " ujar tiara yang mengetahui pak doni tidka punya kendaraan pribadi.
"Eh nggak perlu bu, nanti saya naik ojek aja. " ujar pak doni merasa tidak enak dengan tiara.
"Kalau pak gak mau bawa mobil. itu motor di depan bapak bawa aja, ada kuncinya di motor." ujar tiara yang melihat pak doni tidak enakan padanya.
"tapi bu... "
"Gak ada tapi-tapian, pokoknya saya tidka mau menerima penolakan." ujar tiara memotong ucapan ucapan pak doni.
"Baik bu, sekali lagi Terima kasih atas kebaikan yang ibu lakukan kepada saya dan keluarga saya. "ujar pak sopir.
" Ya sudah kalau gitu ayik kita berangkat sekarang oak keburu magrib nanti. "ujar tiara yang melihat jam sudah menunjukan jam setengah enam.
" Baik bu, mari biar saya yang bawakan ini ke mobil. " ujar pak doni pada tiara sambil mengambil makanan tadi.
"Ya sudah bi jangan lupa jaga rumah dengan baik ya, nanti saya pulang sekitar jam 1o malam. " ujar tiara sebelum meninggalkan rumahnya.
"Baik bu siap, ibu hati-hati di jalan, pak don bawa mobil nya jangan jangan ngebut-ngebut ya. " ujar bi sumi.
"iya bu. siap laksanakan. " ujar pak sopir.
Mereka pun menunju mobil dan sesampainya di mobil mereka segera menuju rumah sakit.
__ADS_1
Tepat pukul 6 magrib, mereka sampai di rumah sakit. Utara seger aturan dari mobil dengan menenteng makanan yang dimasak bi sumi tadi.
"Pak makasih ya, bapak hati-hati di jalan. saya masuk dulu ke dalam. " ujar tiara seraya bergegas masuk ke rumah sakit dan menuju ruangan irfan.