Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 79 Lihat saja dulu


__ADS_3

"Iya mah siap. " ujar irfan seraya melangkah masuk ke seraya kamarnya.


Setelah melihat irfan melangkah masuk ke kamarnya, bu Rani memutuskan untuk pergi ke dapur memasak masakan istimewa untuk anaknya.


Bu Rani sengaja memasak untuk anaknya agar ka terlihat seperti peduli pada irfan, karena ia akan memanfaatkan irfan untuk kemajuan bisnis suaminya.


"Ah enaknya tidur disini empuk dan nyaman banget. " ujar irfan yang sangat merindukan seisi kamar nya.


"Mbok biar saya yang masak hati ini ya. " ujar bu Rani pada mbok siti.


"Siap nyonya, biar saya bantu siapin bahan nya juga ya nya. " ujar mbok siti.


"Iya mbok makasih ya. " kata bu Rani.


Bu Rani memulai aktivitas memasaknya dengan di bantu bu Rani.


Di lain sisi tiara sedang berusaha menelepon ayahnya, karena ayahnya tak pernah nelpon balik ketika ia menelpon nya.

__ADS_1


"dret... dret... dret...." bunyi panggilan dari sebrang sana yang belum di angkat.


seperti biasa panggilan pertama belum juga di angkat, tiara mencoba untuk menelepon yang kedua kalinya, Namun sama saja belum diangkat.


"Ah ayah kenapa si gak ngangkat telpon dari aku? apa ayah masih marah sama aku ya?. " tanya tiara pada dirinya.


Tiara terus mencoba menelepon ayahnya lagi namun hasilnya tetap sama tak pernah diangkat. Ia pun memutuskan untuk makan bersama pembantunya karena jam sudah menunjukkan waktu makan malam.


"Bi sumi, apa bibi sudah selesai memasak?. " tanya tiara sambil menuruni anak tangga.


"Sudah bu dari tadi loh saya nungguin ibu turun. " ujar bi sumi dengan tersenyum.


"Gak usah minta maaf bu, oh iya tadi pak irfan mau kemana bawah koper u?. " tanya bi sumi yang penasaran saat melihat irfan keluar rumah membawa koper.


"Katanya mau pergi training ke tempat kerja nya bi. " ujar tiara santai karen apa tahu kalau suaminya berbohong.


"Kok malam-malam gini bu? apa ibu gak takut di bohongi?. " tanya bi sumi pada tiara.

__ADS_1


"Bohongin apa bi?. " tanya tiara seraya menghentikan aktivitas memakannya.


"Ya siapa tahu pak irfan pergi ke tamat lain bukannya pergi training bu. maklum jaman sekarang kan laki suka bohong bu. " ujar bi sumi panjang lebar.


"Oh kalau urusan itu biarkan saja bi, saya juga gak yakin dia pergi training, tapi saya sudah menyuruh seseorang untuk mengawasi bi. "


"biar nanti kalau dia macam-macam sama saya, akan saya ceraikan. " ujar tiara sambil memulai lagi aktivitas makannya.


"Olah ibu pinter banget toh, gak mudah dikelabui sma orang lain kalo gitu. " ujar bi sumi dengan bangga terhadap majikannya.


"Ya harus gitu bi. kita sebagai perempuan harus berhati-hati meskipun dengan suami kita sendiri, takutnya dia ngelunjak nanti. " ujar tiara pada bi sumi.


"beruntung sekali saya punya majikan seperti bu tiara, sudah baik jago pula. " ujar bi sumi memuji tiara.


"Ah bibi bisa aja. oh iya kak doni udah pulang bi?. " tanya tiara yang lupa dengan pak supirnya.


"Kayanya masih ada di depan bu, apa perlu saya panggilkan?. " kata bi sumi menanyakan pada tiara.

__ADS_1


"Iya bi ajak makan bareng sama kita, gak enak lah masa kita makan sendiri-sendiri sedangkan di sana ada orang lain. " ujar tiara menyuruh bi sumi untuk memanggil pak doni biar di ajak makan sekalian.


__ADS_2