
"Sekarang kalian ikutin saya untuk cek CCTV biar kita tahu siapa yang berbohong disini. " ujar tiara seraya bergegas ke pusat cctv.
Tiara meninggalkan meraka agar mereka bisa memakai bajunya, tiara merasa sangat jijik melihat hal seperti itu di depan matanya.
Sinta dan Tomi pun memakai baju mereka setelah tiara pergi.
"Kenapa kamu menuduh ku Sinta?. " tanya Tomi pada sinta.
"karena aku tidak mau karir ku hancur karena kamu. " ujar tiara dengan lantang.
" Laki bagaimana dengan aku, kamu kira hanay kamu yang punya karir? aku juga punya Sinta. " balas irfan dengan tatapan tajam ke arah sinta.
"Halah toh kamu juga udah menikmati tubuh ku, bukankah itu lebih nikmat dari karier mu Tomi. " ujar tiara.
Mendengar ucapan Sinta, Tomi merasa ia berurusan dengan orang gila.
"Aku tidak pernah menginginkan kamu, mungkin kamu yang menginginkan aku sehingga menebak ku dalam hubungan terlarang ini Sinta. " ujar irfan.
Sinta yang mendengar ucapan Tomi merasa sedikit takut apalagi ketika melihat tatapannya yang tajam kaya mau bunuh orang.
Sinta fokus memakai pakaiannya dan menyusul tiara ke luar karena ia merasa takut berada bersama tomi.
"Ah soal kok dia liatin gue kaya gitu sih? kan gue jadi takut. " batin Sinta
setelah Sinta selesai memakai pakaiannya ia pun bergegas pergi meninggalkan Tomi sendiri.
"Dasar wanita tidak tahu malu, udah tahu salah malah menyalakan orang lain. " gumam Tomi setelah kepergian Sinta.
Tiara pun sampai di pusat tempat cctv nya, ia segera meminta satpam untuk memutarkan rekaman cctv di dalam ruangan nya.
"Pak tolong putarkan rekaman cctv di ruangan daya hari ini. " ujar tiara pada satpam.
"Baik bu, saya cek dulu ya. " ujar satpam.
Satpam tersebut segera mengecek cctv di ruangan tiara, setelah mendapatkan nya ia segera memberikannya pada tiara.
"Ini bu, apa ibu mau lihat di sini filenya atau di ruangan ibu sendiri?" tanya satpam sambil memegang file tersebut.
"saya cek di ruangan s aya sendiri aja pak. " ujar tiara.
__ADS_1
Mendengar ucapan atasannya satpam pun menyerahkan file tersebut ke tiara.
"Baik bu ini filenya. apa masih ada yang bisa saya bantu?. " Tanya satpam tersebut seraya mengerahkan file yang dimaksud.
"Tolong kirimkan dia pengawal ke ruangan saya, suruh mereka berdiri di depan pintu. " ujar tiara sambil menerima file yang diberikan satpam.
"Baik kalau gitu bu saya akan segera memanggil mereka. " ujar pak sopir.
"Terima kasih atas bantuannya pak. " ujar tiara.
"sama-sama bu, itu sudah menjadi kewajiban saya selama saya bekerja di sini. " ujar pak satpam.
"Kalau gitu saya ke ruangan dulu pak, tolong secepatnya kirim kan pengawal ke sana. " ujar tiara mengingatkan pak satpam.
"Baik bu dilaksanakan. " ujar satpam.
Tiara pun berlalu dari sana dan kembali masuk ke dalam ruangan nya. Sesampainya di ruangan ia melihat Sinta dan Tomi berjalan mondar mandor di ruangannya.
"Saya menunggu kalian di sana tapi kenapa kalian disini?. " ujar tiara kesal dengan tingkah mereka.
"Maaf bu, kami malu berjalan ke luar dengan kondisi pakaian kami yang berantakan gini. " ujar Sinta.
Pakaian Sinta dan Tomi memang sangat berantakan bahkan sampai ada yang robek-robek. Mungkin karena ulah Tomi yang tak dapat menahan nafsunya atau Sinta yang sudah dikuasi oleh hawa nafsunya.
"Maaf bu saha khilaf atas apa yang saya lakukan dan saya tidak bermaksud melakukan hal itu. " ujar Tomi yang tidak mau disalahkan.
"Saya juga khilaf bu, mohon maafkan saya. " ujar sinta.
"Ok kalau gitu siapa yang bersalah disini jawab dengan jujur. " ujar tiara berharap mereka berkata dengan jujur agar bisa mengurangi hukuman mereka.
"Saya sudah jujur bu, Tomi menjebak saya. " ujar Sinta yang tidak mau disalahkan.
"Benar itu Tomi? apa kamu yang melecehkan Sinta? . " tanya tiara pada Tomi.
"Saya sudah bilang dari tadi bahwa saya tidak pernah melecehkan Sinta bu. " ujar Tomi dengan sua r a meninggi.
"Jadi tidak ada yang mau jujur diantara kalian? " ujar tiara.
"saya sudah berkata jujur bu, saya dijebak disini. " ujar Tomi.
__ADS_1
"Dasar laki-laki kurang ajar sudah menikmati malah memfitnah. " ujar Sinta dengan suara cukup keras sehingga membuat orang-orang di luar mendengar teriakan nya.
Salah satu karyawan yang menyapa tiara tadi mengetahui apa yang membuat mereka ribut.
"pasti si Sinta ketahuan tu sama atasannya. " ujar bella, karyawan yang menyala Sinta.
Karyawan lain juga pada menguping pembicaraan mereka, bahkan sampai ada yang menempelkan telinganya ke depan pintu ruangan tiara.
Namun pengawal yang diminta tiara tadi lun sampai tepat waktu dan meminta mereka semua untuk kembali bekerja seperti biasanya.
"Tolong semuanya bubar dan kembali bekerja ke tempat masing-masing. " ujar salah satu satpam.
Mereka pun pergi meninggalkan ruangan itu dan kembali bekerja, namun karyawan yang ruangannya dekat dengan ruangan tiara pasti bisa mendengar ucapan merek seterusnya.
"Siapa yang menyuruh kamu berteriak di depan saya Sinta. " ujar tiara yang tersulut emosi mendengar teriakan Sinta.
Sinta hanya terdiam mendengar ucapan tiara, ia benar-benar tidak mau karier nya hancur, kalau sampai orang pada tahu apa yang aku lakukan bisa-bisa tidak ada yang mau menerima ku berkah nanti. " batin Sinta.
"Karena saya tidak bisa mempercayai salah satu dari kalian, maka saya akan memutar rekaman cctv ini, dan jika salah satu di antara kalian berbohong maka siap-siap angkat kaki dari perusahaan ini. " ujar tiara dengan lantang.
Karyawan yang letak ruangannya di samping tiara merasa terkejut mendengar ucapan atasannya.
"Apa yang bu Sinta lakukan sampai bu tiara semarah itu ya, dan siapa orang lain yang berada di dalam itu. " ujar sera.
Bagaikan disambar petir Sinta hanya mampu terdiam karena setelah ini ia benar-benar akan dikeluarkan dari kantor ini.
"Saya kasih kesempatan sekali lagi, siapa yang menjebak siapa di sini? kalau kalian bicara jujur saya kurangi hukum kalian. " ujar tiara yang merasa kasihan jika harus memecat salah satu diantara mereka.
Namun Sinta yang tidak mau harga dirinya tercoreng dengan mengatakan kalah ia salah. jadi dia lebih memilih diam dan pasrah.
"Baiklah tidak ada yang mau bicara jujur? . " tanya tiara
"saya sudah berkaki-kali bilang kalau saya sudah jujur. " ujar Tomi namun tidak dihiraukan oleh tiara.
Tiara tidak yakin Sinta bisa melakukan ini, jadi ia berharap Sinta berkata jujur dan Tomi yang bohong.
" Sinta apa kau diancam oleh Tomi agar tidak bisa berkata jujur?. " tanya tiara pada Sinta.
"Maksud ibu? ibu menyalahkan saya dan memfitnah saya telah mengancam dia? " tanya Tomi dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Saya tidak bilang saya memfitnah kamu Tomi. " ujar tiara merasa sedikit takut dengan tatapan Tomi.
"lalu apa maksud ibu mengatakan kalau saya mengancam dia?. tanya Tomi sambil menunjuk Sinta.