Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 61 pulang dari rumah sakit


__ADS_3

"Nggak usah repot-repot mas, udah bisa bayar rumah sakit aja udah cukup kok. " ujar metty yang tidak mau merepotkan irfan.


"Udah gak usah mikirin itu, sekarang semuanya udah bereskan?. " tanya irfan mengenai biaya rumah sakit.


"Udah mas, yuk kita pulang. " ujar metty seraya mengajak meityza.


"meity sekarang kita pulang ya nak. " ujar metty yang melihat meityza mainin ponsel ayahnya.


"iya bunda. kita pulang sama ayah. " ujar meityza yang masih polos itu.


" iya sayang yuk." ajak metty.


"eh dek kita pulang pakai e apa?. " tanya irfan.


"pakai ojek mas nanti kita cari ojek sekitar sini. " ujar Metty.


"Aduh dek kita pesan taksi aja ya, susah kalau naik ojek. " ujar irfan yang tak mau naik ojek karena ia belum diperbolehkan untuk kena matahari yang menyengat.


"Tapi mas biaya taksi itu kan mahal, kita mana ada uang buat bayarnya. " ujar metty karena untuk sekarang ia masih belum punya uang.


Dengan bertambah nya usia meityza, maka kebutuhan nya juga semakin banyak, oleh karena itu metty menghemat segala pengeluaran nya agar kehidupan sehari-hari nya bisa terpenuhi.


Metty berniat menerima jalan tiar untuk menjadi seorang TKW namun ia belum berani mengungkapkan keinginannya itu pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Irfan yang melihat metty kebingungan menepuk pundaknya.


"udah biar mas aja yang bayar pakai uang sisa transferan nama tadi. " ujar irfan.


"apa gak apa-ala kalau kita pakai uang itu mas? " tanya metty.


"ya nggak papa dek. ini kan udah diberikan mama untuk aku. " ujar irfan.


"ayah ayah beli jajan itu. " ujar meityza yang melihat kedua orang tuanya ngobrol. kebetulan ada penjual es doger di depan dan meityza menginginkannya.


"Beli apa sayang? " tanya irfan pada meityza.


"itu es itu ayah. " ujar meityza.


"Meity gak boleh minum itu kamu masih kecil. " ujar metty sambil menyenggol lengan meityza.


"cup... cup.. cup... ya sudah kita beli ya. " ujar irfan menenangkan anaknya agar tidak menangis.


"Beneran ayah kita beku es itu? ayah gak bohong sama adek kan?. " tanya meityza sambil melihat ayahnya.


"Iya sayang yuk kita beli. " ujar irfan.


"es... es.. tunggu. " ujar meityza seraya berlari mengejar bapak penjual es tersebut.

__ADS_1


Bapak penjual es yang mendengar teriakan meityza pun berhenti disitu.


Metty hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak dan mantan suaminya itu.


"Dek ku mau juga? " tanya irfan pada metty yang enggan mendekati penjual es tersebut.


"Nggak usah mas. " ujar metty seraya mendekati mereka.


"Yakin gak mau? aku aja beli ini. " ujar irfan memperlihatkan es nya pada metty.


"aku gak punya uang buat bayar mas. " ujar metty sedikit malu pada irfan.


"Kan udah aku bilang dek biar aku yang bayarin. " ujar irfan seraya memesan satu lagi untuk metty.


Setelah selesai membeli es doger mereka menunggu taksi yang di pesan oleh irfan sambil menghabiskan sisa-sisa es mereka.


Tak lama kemudian taksi yang dipesan irfan pun sampai.


"Dengan pak irfan?. " ujar pak sopir pada irfan.


"iya betul pak, saya yang pesan taksi bapak tadi. " ujar irfan agar si sopir tidak bingung.


"oh ya udah mari masuk pak bu. " ujar pak sopir tersebut.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam taksi itu dan memberi tahu alamat rumah tempat tinggal irfan yang dikirimkan oleh tiara tadi pagi.


sekitaran 30 menitan akhirnya mereka sampai di alamat yang tiara maksud, mereka pun turun dari mobil dan memencet bell di luar rumah itu.


__ADS_2