Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
84 Siasat bu rani


__ADS_3

"Tuh bi sumi aja pengen bu surti sama keluarga nginap disini. " ujar tiara setelah mendengar ucapan bi sumi.


"Saya takut merepotkan ibu sama bi sumi nanti kalau saya dan anak-anak menginap. " ujar bu surti yang masih merasa tak enak.


"Pokonya kalian selama seminggu nginap aja disini, gimana Vina mau nginap di rumah tante?. " tanah tiara pada anaknya bi sumi dan pak doni.


"Mau banget tante pasti enak tinggal disini gak sempit. " ujar Vina dengan sumringah.


"Nah anak kalian aja mau nginap disini, ya sudah kalau gitu pak doni tolong antar kan saya ke kantor 5 menit lagi ya." ujar tiara sembari pergi memasuki kamarnya.


"baik bu. " ujar pak doni.


"Makan yang banyak ya anak-anak biar gak kelaparan di sekolah nanti. " ujar bi sumi pada kedua anak pak doni.


"Iya bi, masakan bi I enak sekali. " puji Vina pada bi sumi.


bi sumi hanya tertawa kecil mendengar pujian dari anak di depannya.


Pak doni yuk antar saya ke kantor. " ujar tiara yang sudah berada di tempat semula.


"baik bu mari. " ujar pak doni sembari berpamitan pada anak dan istrinya.

__ADS_1


"ah iya bi sumi nanti tolong tunjukkin kamar mereka ya bi, dan bantu beresin barang mereka. " ujar tiara sebelum benar-benar pergi meninggalkan rumahnya.


"Baik bu laksanakan. " ujar bi sumi.


Tiara segera menyusul pak doni yang sudah berada dalam mobil.


Ia segera menaiki mobilnya dan meminta pak doni agar sama lo di kantor sebelum jam 6.


Mobil melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. membela jalan raya yang masih kelihatan sepi itu.


"ternyata pemandangan jalan di pagi hari seperti ini sangat bagus ya, benar-benar asri. " ujar tiara dalam hatinya.


Ia menikmati perjalanannya yang disertai dengan angin sejuk menyapu ke dalam mobil yang kacanya di buka.


kantor masih kelihatan sepi hanya ada beberapa orang saja di sana yang sedang membersihkan ruangan dan lainnya.


************


Irfan baru saja terbangun dari tidur lelapnya, ia merasa tidurnya sangat nyenyak dan pulas.


"huammm memang benar-benar enak tidur di kasur yang empuk tanpa ada yang membangunkan ku. " usir irfan sambil menggeliat dan berusaha bangun.

__ADS_1


Irfan memutuskan untuk keluar kamarnya mencari makanan, ia merasa lapar sebangun dari tidurnya.


Ia menuju meja makan untuk mencari makanan.


"wah memang kalau tinggal disini makan selalu siap saji. " ujar irfan setelah menemukan makan yang enak di atas meja makanan.


"Udah bangun kami sayang? " tanya bu Rani yang melihat anaknya sudah duduk di meja makan.


"Eh iya mah, aku merasa lapar mengingat makan semalam yang enak-enak. " ujar irfan pada ibunya.


"Ya udah ayok makan tadi mama udah masakin kamu makanan yang enak-enak. " ujar bu Rani pada anaknya.


Irfan tersenyum mendengar ucapan ibunya, ia merasa kalau ibunya memnag sangat baik.


"Oh iya mah,ayah kapan pulang? " tanya irfan irfan yang belum tahu kapan ayahnya ada di rumah.


"Mungkin besok, karena semalam mama bilang sama ayah kalau kamu nginap disini. " ujar bu Rani dengan santainya.


"Apa ayah marah mengetahui kalau aku nginap disini mah?. " tanya irfan lagi.


"Nggak kok itu makanya ayah kamu mau pulang besok, karena mau ngomong sesuatu yang penting sama kamu katanya. " ujar bu Rani.

__ADS_1


Irfan merasa sedikit cemas mendengar ucapan ibunya, ia sangat tahu bagaiman sifat ayahnya, yang tak mudah untuk memaafkan seseorang jika sudah melakukan kesalahan.


__ADS_2