
"astaghfirullah metty kenapa kamu jadi begini metty. " batin diana sambil menutup mulutnya agar suaranya gak kedengaran sama mereka.
Tanpa pikir panjang diana langsung video in yang mereka lakukan sebagai bukti jika terjadi sesuatu pada metty dan irfan tak mau tanggung jawab nanti.
Dua insan tersebut masih asyik memadu kasih layaknya sepasang suami istri.
Dan tanpa mereka sadar diana telah menyimpan bukti jika mereka berbuat yang macam-macam lagi.
"Mas kita akhir saja nanti ada orang yang datang. " ujar metty dengan napas yang sudah ngos-ngosan karena menikmati permainan yang dilakukan oleh irfan.
"Bentar lagi ya sayang, karena setelah ini aku pasti akan selalu merindukan mu. " ujar irfan yang tak memberi waktu kepada metty untuk menolak segala perlakuannya.
Diana meninggalkan mereka dan kembali kepada tempat keluarganya.
"Lebih baik aku kembali saja daripada terus nontonin mereka, kan nanti aku jadi kepengen juga. " ujar Diana sambil melangkah pergi meninggalkan tempat pendosa itu berada.
"Nak, kamu darimana aja sih, dari tadi di cariin. " ujar ibu nya Diana yang sedari tadi mencari keberadaan nya.
"Aku abis dari toilet ma, soalnya kebelet banget tadi jadi gak sempat ngasih tahu mama." ujar Diana yang tak tahu mau menjawab apa kepada mama nya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu kita pulang saja ya nak, udah panas disini. " ujar nana nya Diana.
"Kalau aku sih setuju setuju aja, tapi gimana dengan yang lain?. " tanya Diana pada mama nya.
"tuh yang lain sudah pada beresin barang-barang nya. " ujar mama Diana.
"Ya udah ma, yuk kita nyusul mereka aku juga ada keperluan mendadak sama teman ini. " ujar Diana dengan sedikit cengengesan.
"Teman mu yang mana din?. " tanya mama nya.
"Ada teman ku yang baru pulang dari Australia mah, dia ngajak aku ketemuan di cafe dekat rumah. " ujar Diana beralibi.
Karena bagaimana oun orang tua harus mengetahui yang sebenarnya.
"Mungkin saja metty tak bilang ke orang tuanya kalau ia keluar bareng irfan. " batin Diana.
"Eh kok bengong sih din, kalua mau nemuin teman ya ayok kita pulang. " ujar mama membuyarkan lamunan ku.
Diana pun mengemasi barang-barang bawaan keluarga nya tadi karena mereka akan segera pulang.
__ADS_1
"Kamu gapapa kalau kita pulang sekarang nak?. " tanya bapaknya Diana takut kalau anaknya masih mau main disini.
"Ya gapapa lah pak, wong aku juga lagi ada urusan dengan teman sepulang dari sini. " ujar Diana sambil terus membereskan bawaan nya.
"Syukurlah kalau gitu, bapak kira kamu masih betah disini dan belum mau pulang. " ujar bapak.
"bapak ini ada-ada saja deh, semuanya sudah beres yuk kita pulang. " ujar Diana dengan berteriak membuat orang-orang disekitar mereka pada menatap nya.
"Hust jangan kencang-kencang bicaranya lihat tuh orang-orang pada liatin kamu. " ujar mama yang sudah ada di dekat kami.
"Hehehe iya ma. maaf lah kaya gak tahu aku aja deh. " ujar Diana menggoda mama nya.
"Ya sudah yuk kita masuk ke mobil kalau gitu. " ujar mama.
"Iya ma, siapa yang jalan duluan nih? aku atau mama sama papa dulu? . " tanya Diana pada mereka.
"kami dulu saja nak. biar kamu bisa ngawasin kami. " ujar mama sambil cengengesan.
aku hanya menggeleng-gelengan kan kepala melihat tingkah kedua orang yang sangat kucintai itu.
__ADS_1