
Satu minggu lamanya menunggu status gugatan yang ku ajukan dibantu oleh pengacara yang di carikan oleh diana, akhirnya gugatan ku diterima dan hari ini pihak pengadilan agama akan mengeluarkan surat panggilan untuk sidang cerai yang pertama. Selama satu minggu itu juga mas irfan jarang di rumah alasannya pergi kerja dari pagi pulang pagi, padahal sebenarnya ia menginap di rumah orang tuanya bersama istri keduanya.
Aku sudah tidak sabar menunggu dia menerima surat panggilan cerai tersebut, aku ingin melihat ekspresi dia yang mengira bahwa aku tidak tahu apa-apa sehingga ia terus membohongi ku dan hari ini aku akan menyaksikan keterkejutan nya apabila surat panggilan dianter nanti.
Aku memberitahu ibu bahwa hari ini aku akan menerima panggilan sidang pertama, Tak lupa diana ku beritahu karena ia yang akan menemaniku sidang nanti bersama pengacara ku.
Satu jam lamanya aku menunggu akhirnya diana bersama pengacara ku datang menjemput ku menuju kantor pengadilan.
" Assalamu'alaikum met, kamu udah siapa-siapa belum? " tanya Diana
" Belum din. tunggu sebentar ya aku ganti baju dulu 3 menit aja. "
" Iya dah, mana ibu sama bapak? "
" Ada di dalam yuk masuk dulu, sekalian ajak pak rendra. " ujar metty
" Om masuk dulu yuk, maklum si metty ini belum siapa-siapa. " Kata diana seraya menghampiri pak rendra atau ok rendra, kalau kata diana.
Metty pun mengajak mereka masuk bertemu dengan ibu dan bapaknya, sementara ia pergi ganti pakaian.
"Assalamu'alaikum bu pak. " ujar Diana bersamaan dengan pak rendra.
" Wa'alaikumussalam Nak, eh ada pak rendra silahkan duduk pak. " ujar bu Ella yang melihat kedatangan pak rendra.
"Iya bu, terimakasih. " ujar pak rendra.
" Tumben kesini bareng lak Hendra Nak din? " tanya bapak karena tidak biasanya aku datang bersama pak rendra.
" Iya pak, soalnya hari ini panggilan sidang pertama untuk metty.Jadi kami kesini mau jemput metty pak. " ucap Diana.
" Oh gitu toh Nak, silahkan diminum tehnya pak " Ujar bu Ella yang baru selesai membuat teh untuk tamunya.
" Wah terimakasih ya bu, maaf merepotkan. " kata pak rendra.
__ADS_1
" Terus irfan gimana nak? apa dia juga sudah menerima surat panggilannya?. " Tanya bapak yang penasaran.
" Sudah pak, tadi saya minta pak rendra untuk mengantarkan ke rumah mereka, karena saya yakin irfan berada di sana. " ujar Diana panjang lebar.
" Tapi nak gimana nanti kalau irfan tidak setuju menceraikan metty?. " kata bapak takutnya nanti irfan tidak mau melepas metty sehubungan dia orang berada bisa dengan muda baginya menolak cerai.
" Bapak tenang saja dengan bukti-bukti perselingkuhan irfan, pengadilan sudah menetapkan mereka akan bercerai meskipun irfan menolak. " Kata pak rendra yang melihat kerisauan dari raut wajah bapak.
"Yuk kita berangkat saya sudah siap. " kata metty yang tiba-tiba nongol.
" wah tumben dandannya cantik sekali ada apa gerangan? " goda diana yang melihat penampilan metty beda dari biasanya.
"Hehehe biasa aja kok. "
" Ya Udah bisa kita berangkat sekarang? " tanya pak rendra.
"Baik pak, oh iya bu pak metty titip anak metty dulu ya, doain semoga sidang pertama metty lancar. " Ujar metty sembari menyalami tangan kedua orang tuanya disusul oleh diana dan pak rendra.
" Kamu sudah siap metty?. " tanya pak rendra pada metty.
" Insya Allah saya sudah siap pak.
" Di dalam nanti kamu jangan gugup, kamu harus bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh mereka. " kata pak rendra memberi arahan.
" Baik pak saya mengerti.
Mereka pun memasuki ruang pengadilan namun di sana irfan belum keliatan atau pengacara nya saja. pihak pengadilan memberi waktu 20 menit untuk menunggu irfan dan meminta petugas lain mengubungi nya apabila 20 menit berakhir. Metty duduk di depan hakim bersama pengacara nya.
Dua puluh menit sudah berakhir namun irfan belum juga datang, dihubungi juga tidak diangkat. Jadi ketua hakim memutuskan kalau sidang pertama ini ku menangkan, dan jika di sidang kedua dan terakhir irfan tidak datang, maka pengadilan memutuskan kami sah untuk bercerai.
Di lain sisi irfan tidak mengetahui kalau dia mendapatkan surat panggilan sidang, karena waktu pak rendra mengantar nya tadi aurat itu di Terima oleh tiara. Tiara sengaja menyembunyikan surat tersebut agara irfan dan metty bisa segera bercerai.
Metty merasa senang sudah melewati sidang pertama dengan baik. dan ia harap irfan tidak akan pernah datang di sidang berikutnya agar ia bisa resmi bercerai tanpa hambatan apapun.
__ADS_1
"Bagus metty dengan tidak datangnya suami kamu hari ini, kemungkinan besar kamu akan menerima surat cerai dengan cepat. "Kata pak rendra.
" Iya pak, makasih sudah membantu saya. " Kata metty seraya keluar dari ruang pengadilan bersama dengan pak rendra.
Mereka menemui diana yang menunggu di mobil, Diana yang melihat kedatangan mereka pun keluar dari mobil dan menghampiri mereka.
"Gimana met? apa irfan melakukan sesuatu?. " tanya diana pada metty ketika ia tiba dihadapkan metty.
" Mas irfan gak datang din, jadi hakim mengatakan kalau di sidang kedua dan ketiga mas irfan tidak juga datang, maka aku akan resmi bercerai dengan nya. " ujar metty
" Wah bagus lah kalau gitu, semoga di sidang-sidang berikutnya dia tidak akan pernah datang, biar semua berjalan lancar ya kan?. " ujar diana.
" Sudah-sudah kalian jangan bicara seperti itu disini, sebaiknya sekarang kita pulang dulu. " kata pak rendra yang takut kalau omongan kami di dengar oleh pihak pengadilan bisa gagal semuanya. batin metty.
Mereka pun masuk kem mobil dan pak rendra melajukan mobilnya menuju rumah metty. Dalam perjalan mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing. pak rendra fokus menyetir mobi.
tak lama mereka pun sampai di rumah metty.
" Makasih ya pak, diana karena kalian telah membantu ku. " kata metty seraya turun dari mobil.
" Sama-sama met, oh iya kalau gitu kami langsung pulang ya, salam sama bapak dan ibu, maaf gak bisa mampir. " kata diana seraya melambaikan tangan ke metty.
Seperginya diana metty pun masukin ke dalam rumah dan menemui kedua orang tuanya.
" Assalamu'alaikum bu pak? metty pulang. " kata metty seraya mencium tangan kedua orang tuanya yang sedang duduk sembari bermain dengan cucunya.
" Waalaikumsalam Gimana hasil sidang nya
nak?. " tanya bapak mungkin karena penasaran dan takut kalau aku tidak bisa bercerai dengan mas irfan.
"Mas irfan tadi gak datang Pak, jadi kaya hakim kalau mas irfan tidak hadir di sidang selanjutnya, maka aku akan resmi bercerai dengannya. " kata metty.
"Alhamdulilah semoga Allah selalu mempermudah dan meridhoi jalan mu nak. " jawab ibu sambil mengelus pipi anak ku
__ADS_1