
Namun karena Sinta berkhianat maka hari ini tiara akan mengambil lagi seluruh perusahaan nya.
"Semoga setelah ini semuanya akan baik-baik saja dan tidak ada lagi yang berbuat seperti Sinta. " ujar tiara pada dirinya sendiri.
Tiara membaca dengan saksama surat pengalihan kekuasaan itu, ia harus teliti dalam setiap hal yang ia lakukan, agar tidak terjadi kekacauan di lain hari.
"Ku rasa semua ini sesuai dengan permintaan ku. " ujar tiara setelah membaca semai surat tersebut dan dirasa tidak ada yang salah dalam surat tersebut.
Di lain sisi Metty sedang bersiap-siap untuk menemui irfan ke rumah sakit dan membantunya untuk mengurus segala keperluannya saat pulang nanti.
"Tiara ke mana si kok jam segitu belum datang? , padahal kemarin dia bilang mau datang. " ujar irfan yang tidak melihat tiara datang ke rumah sakit.
Irfan merasa bosan sendirian di rumah sakit dan ia juga belum sarapan karena ia tidak mau sarapan seorang diri.
"Apa aku harus menelepon tiara, mungkin dia lupa atau masih tidur di rumah. " ujar irfan seraya mengambil ponselnya untuk menelpon tiara.
dret... dret... dret bunyi ponsel tiara yang terletak di atas meja.
"siapa sih yang menelepon. " ujar tiara yang sibuk dengan kerjaannya.
Panggilan pertama tiara tidak mengangkat nya karena ia masih berkutat dengan pekerjaan nya.
"Kenapa tiara tidak ngangkat telpon ku, apa dia bener-bener lupa sama aku?. " tanya irfan pada dirinya.
__ADS_1
Irfan mencoba untuk menelepon yang ke dua kalian ga, Namun sama saja panggilan tetap tidak diangkat oleh tiara.
"oh iya apa tiara sudah menelepon metty untuk datang kesini ya?. " tanya irfan.
"Ah lebih baik aku telpon sendiri saja siapa tahu dia tiara tidak mengabari metty.
Irfan pun memencet tombol panggilan yang ditujukan pada metty.
Sekitaran 1 menit akhirnya telpon diangkat oleh metty.
" Halo assalamu'alaikum mas kenapa nelpon?." tanya metty.
"Apa tiara sudah memberitahu mu dek kalau hari ini aku pulang? " tanya irfan pada tiara.
"Boleh aku minta tolong dek?. " tanya irfan pada metty.
"Ha minta tolong apa mas? kalau bisa mungkin aku bantu. " ujar metty yang ragu untuk langsung menjawab ia.
"Mas belum sarapan apa bisa kamu bawakan sarapan sekalian untuk mas?. " tanya irfan.
"Oalah kirain apa-apa toh mas, ya sudah nanti aku bawakan, " ujar tiara.
"ya udah dek mas tutup telponnya ya assalamu'alaikum. " ujar irfan.
__ADS_1
"Iya Wa'alaikumussalam mas. " ujar metty sambil menutup ponselnya.
Metty segera mengambil makanan di dapur untuk dibawah buat sarapan irfan.
"Nak kamu mau kemana pakai bawa bekal segala? " ujar ibunya metty yang melihat anaknya mengambil makanan.
"Anu ini bu, mas irfan hari ini mau pulang dia minta aku ajak meityza ke sana dan membawakan sarapan untuknya. " ujar metty menjelaskan pada ibunya.
"Oh gitu, ya sudah tapi ingat kami jangan sampai suka sama dia lagi cukup menjalin silaturahmi saja. " ujar ibu mengingatkan metty.
"iya bu pasti, kalau gitu aku pamit dulu ya bu, assalamu'alaikum. " ujar metty pamit pada ibunya.
"Iya kamu hati-hati di jalan dan jangan lama pulang. " ujar ibu pada metty.
"Iya bu. " ujar metty seraya mencium tangan ibunya dan pergi ke kamar untuk mengambil meityza.
Metty segera keluar rumah karena ojek yang ia pesan sudah ada di depan.
"Eh metty mau kemana? " tanya bu tetangga metty si tukang gosip.
"Ada urusan di luar Bu. " ujar metty.
"Mau ketemu sama pacar barunya ya?, kan kamu udah cerai sama suami mu. " ujar bu..
__ADS_1