
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan tiara segera memasuki taksi yang menunggunya.
"Maaf ya pak lama nunggu. " ujar tiara sambil menutup pintu mobil.
"Iya gapapa bu, sekarang kita langsung jalan bu?." tanya pak supir.
"iya pak ke alamat yang tadi ya. " ujar tiara.
"baik bu. " kata pak sopir sambil melajukan kembali mobilnya.
"Oh iya pak ini untuk bapak karena udah nunggu agak lama tadi. " ujar tiara seraya menyodorkan minuman dan snack yang ia belikan khusus untuk bapak sopir.
" Wah makasih ya bu sudah repot-repot membelikan saya. " ujar pak sopir dengan mata yang berbinar-binar.
"iya sama-sama pak. " ujar tiara seraya tersenyum karena merasa senang bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.
Sedari kecil tiara memang sudah diajarkan untuk berbagi kepada orang lain, walaupun keluarganya kaya tapi tiara tidak pernah sombong dan memamerkan kekayaan yang ia miliki.
Ia merasa bersyukur dibesarkan oleh kedua orang tuanya dengan penuh kasih sayang.
taksi yang ditumpangi tiara akhirnya pun sampai di depan kantornya.
"Bu sudah sampai bu. " ujar pak sopir yang melihat tiara melamun dan tidak beranjak dari tempat duduknya.
Pak sopir yang merasa panggilannya tidak didengar oleh tiara segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk nya, pak sopir takut kalau terjadi sesuatu dengan tiara.
"tok.... tok.... tok.... " bunyi kaca mobil yang diketuk oleh pak supir untuk menyadarkan tiara dari lamunannya.
Tiara yang mendengar ketukan itu pun kaget dan melihat sekelilingnya.
"Ah ternyata aku sudah sampai toh. " ujar tiara seraya keluar dari mobil.
"maaf ya pak, saya melamun tadi jadi gak tahu kalau udah sampai sini. " ujar tiara merasa bersalah dengan pak sopir.
"iya gapapa bu. " ujar pak sopir sambil menutup pintu taksi.
"kalau gitu saya pamit dulu ya pak, terimakasih. " ujar tiara seraya menyerahkan beberapa lembar uang untuk membayar biaya taksinya.
"Sama-sama buk, ini uangnya kelebihan bu. " ujar pak sopir yang menerima uang terlalu banyak.
"ambil buat bapak aja sebagai tanda terimakasih saya. " ujar tiara seraya berlalu memasuki kantornya.
__ADS_1
Pak sopir merasa sangat senang menerima uang sebanyak itu.
"Ya Allah semoga beliau selalu dilancarkan rezeki nya" ujar pak sopir dalam hati karena merasa sangat bahagia.
Tiara untuk pertama kalinya lagi memasuki kantor sebagai bos, karena selama menikah dengan irfan, semua kekayaannya yang ia miliki diputuskan untuk menyembunyikan nya.
Ia meminta salah satu orang kepercayaan nya untuk mengambil alih semua urusan kantornya. agar ia merasa bisa lebih tenang meninggalkan kantornya.
Semua karyawan yang melihat kedatangan tiara tersenyum dan menyapanya dengan ramah.
"Hello bu tiara, apa kabar? " ujar salah satu karyawannya.
Mendapati karyawan menyapanya tiara oun tersenyum senang.
"Alhamdulillah baik, saya mau ke ruangan saya dukung ya. " ujar tiara seraya berlalu untuk menuju ruangannya.
"baik bu hati-hati. " ujar karyawan tadi.
Tiara pun segera menuju ruangannya yang terletak di lantai dua tersebut.
Sekitaran 30 menit akhirnya ia sampai di depan ruangannya, ia pun bergegas membuka pintu ruangnya yang sudah lama ia tinggalkan dan di ganti kan dengan orang kepercayaannya.
Ia sengaja datang ke kantor tidak memberitahu orang kepercayaannya, karena ia ingin melihat sendiri kondisi kantornya dan gimana cara kerja orang kepercayaannya.
Perlahan-lahan ia membuka pintu ruangannya dan betapa kagetnya ia melihat kondisi ruangannya yang berantakan.
"Astaghfirullah kenapa ruangan ku sepeti ini? apa tidak ada yang mengurusnya?. " tanya tiara dalam hati.
Ia terus menyusuri ruangannya dan ia menghampiri ruang tempat biasa istirahat ketika ia sedang capek dengan pekerjaan kantornya.
Ia membuka pintu ruangan pribadi dan betapa ia dibuat kaget dengan apa yang ia lihat.
"Astaghfirullah Sinta........ " teriak tiara, Sinta adalah orang kepercayaan nya selama ia meninggalkan kantornya.
Alangkah kagetnya tiara melihat kalau Sinta berani melakukan hal itu di kantor dalam ruangan pribadi nya.
.
Sinta yang mendengar suara tiara kaget bukan kepalang, ia tidak tahu kalau Sinta bakalan datang ke kantornya.
"Bu..... bu tiara saya bisa jelasin bu. " ujar Sinta dengan terbata-bata.
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu dijelasin Sinta kamu sudah berani melanggar aturan kantor. " ujar tiara dengan tegas.
"Bu tolong dengerin dulu penjelasan saya bu. " ujar Sinta berlutut di kaki tiara.
Tiara merasa sangat kecewa dengan pemandangan pertama yang ia lihat di kantornya. Ia tidak menyangka Sinta berani berzina di kantornya.
Setahu tiara , Sinta belum menikah.
"kenapa dia bisa berbuat keji dan itupun dia lakukan dengan bawahannya.
" bu. tolong dengerin saya bu...... saya khilaf. " ujar Sinta sembari terus memohon di kaki tiara.
"Sinta selama ini aku sudah memberimu kepercayaan untuk mengurus perusahaan ini, tapi kamu telah mengkhianati kepercayaan saya. " ujar tiara.
"Bu saya mohon maafkan saya, saya tidak bermaksud bu, dia telah menambahkan obat perangsang dalma minuman saya bu. " ujar Sinta pada Tomi.
Tomi yang mendengar ucapan Sinta terkejut, bagaimana tidak setahu ia sinta lah yang memberi ia obat perangsang.
"Tomi apa betul yang dikatakan Sinta? kamu memberinya obat perangsang".tanya tiara pada Tomi.
" Mohon maaf Bu, saya tidak merasa memberinya obat perangsang justru dia yang memberi saya obat bu. " ujar Tomi membela dirinya.
"Bu jangan percaya sama omongan dia bu, dia bohong bu. " ujar Sinta terus membela dirinya.
"Kalau kalian tidak bicara jujur maka saya akan mengeluarkan kalian berdua dari sini. " ujar tiara memberi ancaman.
"Saya sudah berkata jujur bu, tadi bu Sinta meminta saya mengantar berkas untuk rapat besok. Setiba nya saya disini bu Sinta menyuruh saya duduk dan memberi saya minum. " ujar Tomi menjelaskan.
Belum selesai Tomi menjelaskan semuanya Sinta dengan cepat memotong ucapan tomi.
"Bohong bu, dia berbohong bu. " ujar Sinta dengan sedikit gemetaran.
"Sinta sebaiknya kamu diam saya hanya ingin mendengar penjelasan dari Tomi, selesai Tomi baru kamu yang bicara. " ujar tiara.
"silahkan lanjutkan Tomi. " ujar tiara.
"baik bu, saya sempat menolak minuman yang diberikan Sinta, tapi dia memaksa saya bu dan akhirnya saya minum. setelah meminumnya saya merasa pusing dan begitu terangsang ketika melihat Sinta. " ujar Tomi.
"Sinta kamu tahu sendiri kan kalau di kantor ini tidak boleh melakukan hubungan terlarang?. " tanya tiara.
"Bu dia bohong bu, saya tidak melakukan apa-apa padanya. " ujar Sinta sembari meneteskan air mata palsunya.
__ADS_1
"Kalau gitu saya cek CCTV aja, kebetulan di ruangan saya sediakan CCTV . " ujar tiara yang memang selama menjadi pemilik perusahaan ini ia sudah memasang CCTV di seluruh ruangan terkecuali ruangan pribadi dan semacamnya.
Alangkah terkejutnya Sinta mendengar ucapan tiara, ia merasa tidak ada gunanya untuk membela diri sekarang, ia hanya bisa terdiam.