
Sepulangnya pak rendra metty dan diana masuk lagi ke dalam rumah, Metty terus memandangi surat cerai tersebut.
"Metty kamu kenapa si bengong terus? apa kamu tidak bahagia bercerai dengan irfan?. " tanya diana yang melihat metty sedih.
"Din aku senang bisa cerai dari mas irfan, tapi aku juga sedih gimana nasib anak ku nanti apabila dia sudah besar dan mencari sesosok ayahnya. " ujar metty.
" Udahlah metty terpenting sekarang kamu udah lepas dari hubungan yang penuh dengan kebohongan ini. " ujar diana meyakinkan metty.
" Iya din, terimakasih udah bantu aku melewati masa sulit ini. " ujar metty seraya memeluk diana.
"Assalamu'alaikum Nak. " ujar ibu dan bapak yang baru pulang dari ladang.
" Wa'alaikumussalam bu pak. " ujar diana dan Metty seraya menyalami mereka.
" Eh ada nak diana, kalian lagi apa? tumben kumpul disini?. " ujar ibu.
" Ini loh bu, metty baru nerima surat cerai nya dengan mas irfan. " ujar diana.
" Alhamdulillah kalau gitu nak, akhirnya kamu terbebas dari laki-laki seperti irfan itu. ujar bapak seraya memanjat syukur.
" Iya Pak, alhamdulillah akhirnya semua telah berakhir dan syukur alhamdulillah gak asuh meityza juga aku yang pegang pak, bu. " ujar metty.
" Wah, Syukur alhamdulillah Ya Allah, semuanya berjalan sesuai rencana kita." ujar bu Ella.
"Oh iya gimana dengan irfan nak? apa dia tidak marah?. " ujar bapak.
"Belum tahu pak, mungkin dia belum pulang bersama selingkuhannya dari luar kota. " ujar metty.
"Berarti dia belum tahu dong kalau kamu sudah resmi bercerai dengannya?. " ujar diana menimpali.
" Kayanya si belum din, mungkin nanti juga dia tahu, soalnya ini hari terakhir dia berlibur sama tiara. "ujar metty.
" Apa mungkin pas pulang nanti dia langsung menuju kesini?. " ujar diana.
" Nggak tau deh din, semoga aja nanti dia tidak berbuat yang macam-macam sama aku dan meityza. " ujar metty.
" Pokoknya kalau irfan datang ke sini nanti kamu harus kabarin aku, dan kalau dia macam-macam ancam saja dia, kalau kamu bakal lapor polisi. " ujar diana memberi arahan pada metty.
__ADS_1
"Kamu gak usah takut Nak, ibu sama bapak juga ada disini, kalau dia macam-macam nanti biar bapak yang hadapin. " ujar bapak sambil menepuk pundak metty.
"Oh iya, meityza mana?. " ujar diana yang tidak melihat sesosok meityza dari tadi.
" Dia lagi main sama desi mungkin pergi ke rumah temannya yang lain juga. " Ujar metty.
"Kamu gak jemput dia metty? ini udah mau malam juga. " ujar diana.
" Paling bentar lagi dia juga pulang din. " ujar metty yang mengetahui kebiasaan anaknya.
"Nak diana apa gak sebaiknya kamu nginap aja disini sama metty?. " Tanah bu Ella.
" Boleh si bu kalau metty ngizinin dan kalau ibu sama bapak gak merasa keganggu. " ujar diana.
Diana juga merasa takut kalau dia tidak nginap bareng metty, apalagi irfan belum mengetahui kalau mereka sudah resmi bercerai.
Bisa-bisa irfan melakukan kekerasan lagi, tahu lah gimana sifat irfan, kalau ada yang dia tidak sukai pasti akan selalu bertindak kasar, meski itu dengan perempuan sekalipun.
" Nggak kok Nak, kami tidak keberatan kalau kamu nginap disini, malah kami seneng biar banyak teman. " ujar bu Ella.
"Iya deh bu, kalau gitu diana nginap aja deh buar bisa temenin metty." ujar diana.
Irfan dan Tiara dalam perjalan pulang menuju rumah orang tua irfan. Karena Ia merasa sudah membeli oleh-oleh untuk semua orang yang ada di rumahnya nanti.
"Sayang nanti kamu nginap di rumah aja ya. gak usah pulang. " ujar irfan.
"Iya mana mungkin juga aku pulang ke rumah mama ku secara tiba-tiba, nanti dikira kita bermasalah lagi. " ujar tiara.
" Iya sayang, maksud aku siapa tahu kamu pengen pulang ke rumah orang tua mu sekedar untuk bersilaturahmi gitu. " ujar irfan.
" Gak kok mas, nanti aku tetap tinggal di rumah mu, toh aku juga istri mu jadi sudah seharusnya aku tinggal bersama kamu. " Ujar tiara.
Irfan yang mendengar ucapan tiara hanya bisa terdiam dan fokus menyetir mobilnya, agar mereka bisa cepat sampai ke rumah.
Setelah beberapa jam akhirnya meraka sampai di depan rumah , irfan menyalakan klasik mobilnya agar pintu gerbang segera di buka oleh satpam di rumahnya.
Setelah pintu dibuka irfan pun memasukan mobilnya ke garansi dan mengajak tiar suntuk segera masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
" Sayang yuk masuk, udah sampai nih. " ujar irfan sambil membangunkan tiara yang tertidur di dalam mobilnya.
" Eh udah sampai ya, maaf aku ketiduran tadi. " ujar tiara seraya turun dari mobil.
mereka pun masuk ke dalam rumah karena rasanya agak capek nyetir selama berjam-jam.
" Assalamu'alaikum bu pak. " ujar irfan Dan tiara bersamaan.
Ibu dan bapak yang sudah tahu anaknya akan pulang, mereka memang sengaja menunggu di ruang tengah.
" Wa'alaikumussalam, Irfan duduk dulu sini. "ujar bapak.
Irfan yang melihat tampang kedua orangnya yang terlihat begitu serius sambil memegang map berwarna biru itu merasa aneh.
" Iya Pak, tumben ibu dan bapak masih disini biasanya sudah di kamar. " celoteh irfan karena agak takut melihat tampang keseriusan di wajah mereka.
"Kami memang sengaja menunggu kalian disini. karena ada suatu hal penting yang harus kami sampaikan terutama kepada kamu irfan. " ujar bapak menekankan kata Irfan.
" Memang nya ad apa pak?. " ujar irfan dengan sedikit takut karena ia merasa berada dalam masalah besar.
Tiara yang sudah mengetahui arah pembicaraan mereka hanya bisa diam dan menahan tawa.
" Inilah yang sedang ku tunggu-tunggu, itu pasti surat cerai dari metty. "
" Rasain kamu mas, dulunya aku melakukan ini karena aku hanya ingin menjadi milik mu seutuhnya. tapiii karena kamu telah berani berbuat kasa pada ku, aku tidak akan segan-segan membalasnya mas. " ujar tiara dalam hati.
"Irfan, kenapa kamu bisa seceroboh ini, ibu dan bapak sudah menyusun ini baik-baik, malah kamu merusak semua rencana kami. " Ujar bapak sambil memijit pelipisnya.
" Memangnya apa salah irfan pak?. " ujar irfan yang masih bingung dengan semua hang terjadi.
" Nak, coba kamu lihat ini, setelah itu baru kamu akan tahu apa kesalahan mu. " ujar ibu seraya menyerahkan map berwarna biru itu pada irfan.
Irfan mengambil amplop yang disodorkan oleh ibunya. Di depan amplop itu tertulis nama lengkapnya beserta dengan alamat rumahnya. Ia yang penasaran pun akhirnya membuka map tersebut.
Deg.......
Alangkah terkejutnya irfan setelah melihat map tersebut yang berisi surat perceraiannya dengan metty.
__ADS_1
"Kenapa bisa begini. "..........
"siapa yang melakukan ini, ini tidak adil. " ujar irfan yang sangat terkejut.