Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 21. Arjuna adalah pasiennya


__ADS_3

“ di mana dokter malik?”


Beni mencengkeram kerah kemeja viki, mempertanyakan di mana keberadaan malik dengan amarah yang sudah menguasainya.


“ sudah kubilang dia tidak di sini” sahut viki


Viki berusaha tetap tenang, walau sejujurnya ia sudah geram terus berada dalam tekanan, viki cukup sadar diri, ia tak punya daya jika harus melawan pria berpengaruh seperti beni.


Pria berkacamata itu tidak mempercayai ucapan viki, bukan tanpa alasan ia bersikap seperti itu, sekitar setengah jam lalu, beni yang tengah menunggu kedatangan dokter malik berniat untuk menukar kembali ponselnya, ia mencari viki di bagian unit gawat darurat lalu menghubungi dokter muda setelah tak berhasil menemukannya.


“ lepaskan dia atau aku akan panggil security” pinta rea, sang ketua panitia acara reuni itu.


Beni pun terpaksa melepaskan viki, pria berkacamata itu awalnya datang baik-baik, ia bahkan masih bicara baik-baik saat meminta ponselnya di kembalikan, beni jadi emosi saat viki menolak memberi tahu keberadaan dokter malik.


“ sebenarnya ada masalah apa?” tanya rea,


“ aku hanya mencari dokter malik, tapi viki menolak memberi tahu, aku tahu sebenarnya dia ada di sini, karna saat aku meneleponnya, aku mendengar namanya di sebut tadi” terang beni seraya berusaha mengendalikan emosinya


“ maaf! Kalau kami boleh tahu anda itu siapa dan ada urusan apa sama malik teman kami itu?” tanya rea lagi


“ saya adalah salah satu keluarga dari pasiennya, kami sudah menunggunya selama satu jam di rumah sakit, dokter malik bilang dia akan datang terlambat karna harus menyelamatkan nyawa seseorang, tapi ternyata dia malah berpesta” ucap beni memberi penjelasan dengan ketus


“ malik teman kami tidak seperti itu tuan”


Rea mengangkat tangan saat salah satu temanya berseru membela, ia melakukan itu agar tidak terjadi kekisruhan karna terlalu banyak yang bicara.


“ jika dokter malik mengatakan bahwa dia harus menyelamatkan seseorang, maka itu pastilah benar, ada bilang satu jam kan! Setengah jam lalu malik di seret kemari oleh salah satu teman kami yang kini tinggal di negara tetangga, setelah di paksa datang, kami mencegahnya untuk pergi karna kami berpikir bahwa ucapannya yang mengatakan 'harus pergi untuk mengurus pasien' itu hanya alasan, karna yang kami tahu gelar dokternya sudah di cabut, walau malik teman kami, dia sangat sulit untuk di temui, sampai kami bahkan belum sempat menghiburnya, karna itu kami memaksanya untuk tetap tinggal, untuk itu saya minta maaf atas apa yang terjadi tuan” rea menjelaskan panjang lebar, suaranya yang lembut tapi tegas itu mampu membuat beni terdiam.


Pria berkacamata itu menghela nafas panjang, sebelum akhirnya bertanya “ lalu di mana dokter malik sekarang?”

__ADS_1


“ tadi dia keluar” jawab rea yang kemudian melihat arloji di tangannya


“ sudah sekitar 10 menit yang lalu, dan dia belum kembali, mungkin dia langsung pergi ke rumah sakit” terang rea kemudian


“ bicaralah pada lika, bukankah aku sudah pernah bilang, jika ingin temukan malik, dia adalah kuncinya” bisik viki seraya menepuk bahu beni.


Dengan amat sangat terpaksa, beni meninggalkan tempat acara itu, pikirannya terus menyebut satu nama “ lika” mempertanyakan hal yang sama “ haruskah meminta bantuan darinya?”


Beni yang sudah kembali ke area parkir melihat ke arah mobil pajero sport berwarna hitam, dalam mobil itu terlihat arjuna yang duduk di belakang kemudi dan lika yang berada di kursi penumpang samping pengemudi, pria berkacamata itu menghampiri arjuna.


“ lika kau tunggu di sini sebentar” pinta arjuna yang di angguki oleh lika


Arjuna turun dari mobil, ia memasang telinganya lebar-lebar saat mendengar laporan dari beni, berkali-kali ia melirik ke arah lika saat namanya disebut oleh beni.


“ haruskah meminta bantuan darinya?” pertanyaan yang sejak tadi berada di kepalanya kini beni tanyakan pada arjuna


“ baiklah kak, terserah kau saja, sebaiknya kita bergegas kembali ke rumah sakit sekarang, jika yang di katakan mereka benar, maka saat ini dokter malik pasti sedang dalam perjalanan” ucap beni memberi saran


Kedua pria itu pun bergegas masuk ke dalam mobil mereka, dan lagi-lagi lika di tinggalkan begitu saja.


Lika pun memilih untuk pergi dari sana juga, namun beni tiba-tiba menghadang mobilnya dengan wajah panik, lalu bergegas menghampiri sang mantan dokter itu.


“ lika aku baru tahu kalau pak beni itu keluarga dari pasien yang akan kau tangani” ucap viki


Setelah mengatakan itu viki menceritakan apa yang baru saja terjadi di dalam, tentang beni yang mencari keributan, dan tentang alasannya mencari dokter malik.


“ terima kasih atas informasinya viki, aku akan memberimu uang jajan nanti, sekarang biarkan aku pergi” ucap lika dan viki pun langsung menjauh.


Lika bergegas menyusul beni, ia mengikuti mobil merah milik arjuna, dan ternyata mobil itu berhenti di pelataran rumah sakit, lika tidak berani turun dan mengikuti secara langsung, tapi gadis itu menghubungi seniornya untuk mendapatkan kepastian.

__ADS_1


“hallo dokter malik, kau di mana sekarang?” ucap dokter boy begitu sambungan telepon terhubung


Lika : maaf senior aku ingin bertanya sesuatu yang penting sekarang, apa pasien yang kau minta bantu tangani itu adalah tuan arjuna sebastian?


Dokter boy : bagaimana kau bisa tahu tentang hal itu, aku kan belum menyerahkan laporan medis pasien padamu


Lika : begitu rupanya! Jadi benar tuan arjuna adalah pasiennya


Dokter boy : memangnya ada apa dokter malik? Apa ada masalah?


Lika : ya ada masalah! Masalah besar, katakan padanya bahwa dokter malik tidak bisa mengobatinya jika tanpa sepengetahuan tuan bastian, dan jangan coba-coba mencariku lagi.


Lika langsung memutuskan sambungan telepon setelah mengatakan hal itu, gadis itu pun membawa mobilnya kembali ke jalanan, air matanya menetes membasahi pipi, ada rasa sesak di hatinya saat mengetahui kebenaran itu.


Rasa kagumnya terhadap arjuna berubah seketika, kini di matanya arjuna terlihat seperti pria tampan yang malang, hati nuraninya meminta lika untuk membantu menyembuhkan pria malang itu, tapi akal sehatnya menolak keras.


Lika tahu arjuna pasti menyembunyikan hal ini dari orang tuanya, karna jika merek tahu, penyakit itu pasti sudah sembuh sejak lama, dan lika paling tidak bisa menyembunyikan rahasia dari ayahnya, sudah dapat di pastikan, jika ayahnya tahu, kedua orang tua arjuna pun akan mengetahui masalah itu.


“ maaf kak arjun, aku tidak mau main kucing-kucingan di belakang ayah” gumam lika lirih.


Sementara itu, di salah satu kamar pasien, arjuna terkulai lemah setelah dokter boy menyampaikan pesan dari dokter malik, arjuna tidak ingin membagi luka dengan kedua orang tuanya, terlebih setelah ia membuat mereka kecewa dengan keputusan salah yang sudah ia ambil.


“ ben hubungi lika sekarang!” titah mutlak arjuan dengan mata yang memerah.


Beni menghubungi lika berkali-kali namun lika tak kunjung menjawab panggilan itu, dan itu membuat arjuna menggeram kesal.


Arjuna mengaca-ngacak salah satu ruangan pasien yang tadinya akan ia gunakan itu, pria yang selalu berusaha untuk bersabar itu kehilangan kendali atas dirinya, membiarkan kemarahannya meledak bersama dengan rasa frustrasinya.


“ tenangkan dirimu kak, aku akan membuat lika membawa dokter itu langsung ke hadapanmu” janji beni

__ADS_1


__ADS_2