Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 54. Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Sebagai seorang mantan dokter, lika menangkap adanya hal ganjal dari sorot mata layla, terlebih saat wanita itu merengek minta sesuatu hal yang gila, karna hal itu lika memutuskan untuk membawa layla ke rumah sakit, ia meminta tim medis memeriksa sampel darah layla.


“ bagaimana?” tanya lika saat rekanya keluar dari lab.


“ tidak ada hal mencurigakan” jawab dokter itu seraya menyerahkan hasil lab


Lika memeriksa hasil lab itu sendiri, dan memang benar, tidak ada hal mencurigakan, lika pun memikirkan untuk kembali menggunakan alat magic scanning itu.


“ permisi dokter malik, pasien yang anda bawa sudah sadar”


Mendengar itu lika pun mengangguk, ia melangkahkan kakinya ke ruang rawat layla, wanita itu tampak tengah duduk bersandar dengan santai.


“ kau pasti jiji padaku kan!”


“ dari pada jiji, aku justru merasa kasihan”


“ kenapa kau mengasihaniku? Reader’s saja menghujatku, aku bahkan tidak mengerti kenapa mereka mendukungmu untuk merebut arjuna, padahal jika dalam sinetron biasanya penonton akan lebih mendukung istri ketimbang pelakor sepertimu”


“ aku masih belum menjadi pelakor mba, kalau masalah kebencian reader’s itu kau salahkan saja penulisnya, dia yang membuatmu dihujat bukan!”


“ kenapa semua orang membenciku? Padahal kan aku juga korban”


“ korban? Dari sudut pandangku, kau adalah seorang pelaku kejahatan, kau menganiaya suamimu, kamu berkhianat, bercinta dengan pria lain, tidak hanya itu, kau selalu membandingkan suamimu dengan pria lain, kau injak harga dirinya, kau jatuhkan nama baiknya di hadapan orang tua mu, kau racuni dia dengan membuatnya jadi pria impoten, dan entah kejahatan apa lagu yang telah kau lakukan di belakang”


“ kau tidak tahu tentang hidupku” lirih layla,


Layla membaringkan diri lalu membelakangi lika, air matanya mengalir tanpa bisa dihentikan, dalam hatinya ia bergumam ‘ dia tidak merasa jiji melainkan mengasihaniku, hatinya sungguh mulia, kenapa sekarang rasanya aku menyesal sudah menghancurkan karirnya'


Lika menghela nafas panjang saat melihat layla menangis, sungguh! Air mata itu melemahkan hati lika, membuatnya merasa iba, hingga rasa penasaran pun muncul, lika ingin tahu apa yang membuat wanita itu menyebut dirinya sebagai korban.


Lika meninggalkan ruangan itu, ia memikirkan bagaimana cara untuk menghilangkan rasa penasarannya, ada satu nama yang muncul di kepalanya, tapi ia ragu untuk menghampirinya.


Tanpa di sangka, tanpa di duga, orang yang kini lika pikirkan ada di hadapannya, pria itu berdiri tidak jauh dari lika, sama seperti lika yang menatapnya, pria itu pun tengah menatap lika dengan lekat.


“ tuan muda ars!”


“ yes! It's me beby”

__ADS_1


Keduanya tersenyum dengan air mata yang jatuh tiba-tiba, arsena mendekati lika dengan langkah cepat, di raihnya pinggang wanita itu dengan kasar, namun saat hendak mencium untuk melepaskan kerinduan, lika malah menutup bibir pria itu dengan telapak tangannya.


“ Malika! Apa kau tidak merindukan aku?” tanya arsena seraya menjauhkan jarak wajah mereka.


“ aku sudah menikah tuan muda ars” ucap lika sambil tersenyum


Arsena pun melepaskan tubuh lika, bersama dengan arsena, lika pun ikut mendudukkan diri di kursi tunggu, keheningan seolah mengisi lorong di antara kamar-kamar pasien itu.


Arsena duduk sambil menundukkan kepala, menatap lantai rumah sakit yang tengah ia pijak, tangannya saling meremas untuk menyalurkan rasa sakit di hatinya.


“ apa cintaku begitu menakutkan? “ tanya arsena seraya menoleh menatap lika


“ maaf tuan muda ars” jawab lika singkat


“ Apa hanya itu yang bisa kau katakan” lika diam tak menyahuti


“ katakan padaku malika, apa kau marah padaku?” tanya arsena tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah lika


“ tidak!”


Lika menghela nafas berat, ia menoleh menatap arsena, namun ia langsung memalingkan wajah sesaat setelah menatap manik mata pria itu.


“ aku, aku merasa kecewa setelah tahu kau mencintaiku, tuan muda ars! Aku hanya menganggapmu sebagai teman, tidak lebih, dan aku tahu betapa keras kepalanya tuan muda ars yang terhormat ini”


“ cih... Kau menyebalkan malika, apa kau tahu hal itu?”


Lika terkekeh mendengar cara bicara arsena, nada bicaranya itu masih saja sama seperti saat jaman sekolah menengah atas mereka.


“ tuan muda! Apa aku bisa meminta sedikit bantuan darimu?” tanya lika, ia kini menatap arsena dengan penuh harap


“ aku adalah seorang pebisnis, aku tidak terbiasa melakukan sesuatu yang tidak mendatangkan keuntungan, kau harus membayarnya nona”


Lika mengangguk, dan arsena pun bertanya “ bantuan seperti apa yang kau inginkan”


“ aku ingin tahu kehidupan dari pasien kamar melati no 32, atas nama layla”


“ itu hal mudah, ikut lah denganku” serunya seraya bangkit dari diduknya

__ADS_1


“ ke mana?” tanya lika yang masih duduk


“ ke hotel beby” arsena berdiri dengan gagah di hadapan lika, dengan tangan yang ia masukan ke saku celananya.


“ mau ngapain ke hotel, jangan macam-macam denganku tuan muda”


Arsena tertawa mendengar ancaman itu, ia menyentil dahi lika seraya berkata “ otakmu ini yang berpikir macam-macam, kita ke hotel untuk bertemu dengan sky, dia yang akan menghapus rasa penasaranmu itu”


Arsena mulai melangkahkan kaki seraya berseru “ ayo! Mau ikut denganku tidak?”


Lika bergegas bangkit dari duduknya, ia mengikuti langkah kaki arsena hingga ke parkiran.


“ mari silahkan lady” seru arsena seraya membukakan pintu mobilnya.


“sebuah kehormatan bagi saya bisa dibukakan pintu oleh seorang tuan muda” seru lika yang kemudian masuk ke dalam mobil.


Arsena tersenyum sebelum akhirnya ikut masuk ke dalam mobil, pria itu memerintahkan sang sopir untuk membawanya kembali ke hotel.


“ bagaimana kabar nyona iren dan tuan aditya?”


“ mereka baik-baik saja, bagaimana dengan paman gunawan? Masih sibuk di gilda pasar saham? ”


“ ya begitulah, ayahku masih saja sibuk untuk mengontrol pasar saham”


“padahal ayahmu itu orang yang hebat, tapi kenapa beliau lebih terkenal sebagai pengangguran? Aku masih tidak bisa menemukan alasannya”


“jangankan tuan muda, saya sebagai putrinya pun masih tak mengerti akan hal itu”


Perjalanan menuju hotel diisi dengan obrolan santai, hingga tanpa sadar keduanya tiba di tujuan.


Sky yang mendengar kabar arsena akan kembali pun sudah terlihat berdiri di pintu masuk, ia membukakan pintu untuk sang bos, dan arsena, setelah turun ia mengulurkan tangan untuk membantu lika keluar dari mobil mewah itu.


Semua mata tertuju pada lika dan arsena, sang pemilik hotel datang bersama seorang wanita merupakan kejadian langka, karna itulah lika menjadi sorotan, terlebih saat itu lika hanya mengenakan pakaian santai.


Arsena menadahkan tangan sebelum melangkah masuk, dan sky menyerahkan sebuah syal pada sang bos. Arsena pun melingkarkan syal itu di leher lika, pria itu tak ingin ada yang melihat tanda merah di leher lika, hal itu dapat memunculkan kesalahpahaman yang merepotkan lika nantinya,


Sementara untuknya sendiri, ia tak pernah keberatan, tapi justru akan merasa senang jika sampai terlibat skandal dengan lika, wanita yang sudah dicintainya saat jaman sma, wanita yang berstatus teman baik yang juga merupakan cinta pertamanya.

__ADS_1


__ADS_2