
Pertanyaan di kepala Lika tantang Laila yang merasa dirinya sebagai korban kini hampir terjawab, ia hanya perlu memastikan apakah Laila dan Arjuna memang sama-sama menjadi korban atas kejahatan Sony, sang mantan dokter masih belum yakin pada semua informasi itu.
Lika pulang dengan tergesa-gesa, ia kemudian mencari surat kontrak pernikahan di dalam ruang kerja sang suami, menyisir setiap berkas yang ada di ruangan itu sambil terus bergumam “ surat kontrak” berulang kali
Lika memeriksa semuanya tanpa terkecuali, sari mulai berkas di atas meja yang tersusun rapi, berkas di lemari, sampai berkas-berkas di dalam laci sudah Lika geledah, tapi sayangnya ia tak kunjung menemukan berkas itu.
Di tengah rasa putus asanya, Lika melihat sebuah foto pernikahan Arjuna dan Layla yang tergantung dalam keadaan miring, ia pun mendekati foto itu tanpa prasangka, membenarkan posisinya hanya karna iseng, sebuah berkas terjatuh tepat saat Lika membenarkan posisi foto itu.
Lika mengambil berkas yang kini berserakan di lantai, memungutnya satu persatu, seraya membacanya untuk memeriksa isi berkas itu, dan ternyata berkas itu adalah surat perjanjian pernikahan yang tengah Lika cari.
Lika menatap foto pernikahan Arjuna dan Layla, bagai sebuah keberuntungan ia bisa menemukan berkas itu, penemuannya itu menjadi sebuah titik terang baru bagi pikirannya yang runyam.
Mau tidak mau Lika harus percaya, bahwasanya informasi yang terasa bagaikan sebuah novel tragedi itu adalah kisah nyata, karena setelah membaca surat perjanjian itu, isinya sama persis seperti informasi yang ia dapat dari Sky.
Tapi tunggu! Lika mengingat setiap peristiwa di antara dirinya, Arjuna dan Layla, ia jadi berpikir 'apakah ini sungguh kebetulan? Atau jangan-jangan masih ada rahasia lain di balik setiap kejadian yang terjadi di rumah itu?’
Selama ini Lika memang merasa bersalah telah berada di antara hubungan Layla dan Arjuna, tapi setiap perbuatan Layla cukup untuk membuat hatinya tak lagi peduli, tapi setelah tahu segalanya ia malah bingung harus berbuat apa?
Masih haruskah Lika merasa bersalah karna telah melukai Layla, karna bagaimana pun, Lika tak bisa menampik kenyataan bahwa dirinya telah menambah derita wanita itu, tapi di sisi lain Lika merasa Layla tak pantas untuk berada di sisi Arjuna.
Tubuh Lika mendadak lemas saat otaknya berpikir ‘ haruskah aku akhiri pernikahan ini? Haruskah aku ikut campur untuk memperbaiki hubungan mereka'
“Tidak! Aku akui aku memang telah menambah derita mba Layla, tapi aku tidak siap untuk kehilangan, maafkan aku tuhan, aku memang seorang hamba yang egois, hati ini sudah lancang, aku terlanjur jatuh cinta padanya, dan aku tak ‘kan rela untuk melepasnya ” ucap Lika sendu
Setelah kerumitan dalam pikirannya terurai, hatinya kini justru merasa gundah, ia mulai menitikkan air mata, rasa takut akan kehilangan itu menyesakkan hatinya.
Lika terdiam setelah puas menangis, ia pun mulai memikirkan apa yang harus ia lakukan, sang mantan dokter tidak bisa tinggal diam begitu saja bukan? Bagaimanapun yang menderita bukan hanya Layla, tapi juga sang suami yang amat ia cintai.
‘Aku harus mengakhiri penderitaan mereka, hanya ada satu cara untuk melakukan itu, aku harus memisahkan mba Layla dari kak Arjuna, mereka tak boleh bersama lagi' Sebuah keputusan gila terlintas di kepalanya begitu saja.
Lika pun bangkit dari duduknya, ia menyeka air mata yang tersisa di pipinya, dengan langkah gontai, sang mantan dokter kembali meninggalkan rumah, ia juga membawa serta berkas pernikahan milik suami dan istri pertamanya itu.
__ADS_1
Lika menyambangi rumah orang tua Layla, di depan rumah itu terlihat ustazah Nining tengah menyambut beberapa tamu yang datang dan mempersilahkan mereka masuk.
Langkah Lika tak terhenti walau sadar telah menjadi satu-satunya orang yang berbeda, ia menjadi satu-satunya orang yang mengenakan pakaian rumah tanpa hijab, sementara yang lain memakai gamis lengkap bersama hijab yang rapi.
“ Nak Lika! Mari masuk nak” sapa ustazah Nining dengan ramah
“ Kenapa ada banyak orang umi? Apa sedang ada acara di dalam?” tanya Lika
“ akan ada pengajian mingguan yang rutin dilakukan oleh ibu-ibu di sekitar sini” jawab umi menjelaskan
“Mari masuk dan ikut bergabung, nanti umi pinjamkan hijabnya” ajak umi kemudian
Umi membawa Lika masuk, sang mantan dokter tersenyum getir saat melihat ustaz Husain yang tengah bersiap di atas mimbar untuk memberikan pengajaran.
Lika diajak masuk ke kamar umi, ia dipinjami baju gamis dan kerudung milik layla.
“ tidak usah umi” ucap Lika seraya mendorong tangan umi yang tengah menyodorkan baju padanya
“ Kalau kerudung langsung pakai mau? Tapi ini milik umi, jadi mungkin nak Lika akan terlihat seperti ibu-ibu jika memakainya” ucap umi, ia kembali menyodorkan hijab, kerudung syar’i langsung pakai yang hampir menyerupai mukena.
“ ini lebih baik!” jawab lika seraya menerima kerudung itu.
Lika mengenakan kerudung itu sambil bercermin, bayangan di cermin tak hanya menapakkan penampilan dirinya, tapi juga menampakkan umi yang tengah melipat baju Layla sambil tersenyum bahagia.
‘ Apakah umi dan abi mengetahui apa yang sebenarnya terjadi?’ pikir Lika
“ sudah siap nak! Ayo keluar!” seru umi
Ustazah Nining membawa Lika keluar sambil merangkul pundaknya, layaknya seorang ibu yang mengajak putrinya sendiri, kelembutan sikap umi membuat hati Lika menghangat.
Lika duduk di barisan belakang bersama umi, awalnya ia menebar senyum pada jemaah yang menyapanya, tapi senyum itu mendadak hilang saat abi mengabarkan tema dari kajian pagi ini adalah “ menjadi istri yang solehah”
__ADS_1
Lika mendengarkan dengan saksama saat abi menjelaskan bahwa dalam Islam salah satu kunci untuk mewujudkan rumah tangga yang harmonis adalah istri yang sholehah.
Menjadi istri yang sholehah pastinya menjadi idaman semua perempuan. Hal tersebut tercantum dalam Alquran, mengenai kemuliaan seorang istri yang sholehah, Surat An-Nisa ayat 34 yang berbunyi:
“Wanita (istri) shalehah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34).
Makna dari ayat Alquran tersebut menjelaskan bahwa istri yang sholehah adalah yang taat pada suami karena Allah SWT.
Abi juga mengungkapkan bahwa sebuah hadis yang berbunyi “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah.” (HR Muslim dari Abdullah bin Amr).
Lika tersenyum getir seraya menggelengkan kepala, ia mengingat informasi tentang bagaimana perilaku Layla pada Arjuna selama ini, sungguh sangat jauh dari kata shalehah yang tengah abinya terangkan.
Lika mengacungkan tangan berniat untuk mengajukan sebuah pertanyaan, dan hal itu sontak membuatnya jadi pusat perhatian.
“ iya nak!”
“ Bagaimana jika kita dihadapkan pada pernikahan berpoligami, yang mana sang istri pertama tak mencerminkan kualitas istri yang baik, sebagai istri kedua, apa yang harus kita lakukan? ”Tanya Lika tulus dari hati
“ Maka kita tidak boleh memusuhinya, kita rangkul dia, kita nasihati baik-baik dan bawalah ia kembali ke jalan yang benar, ketulusan itu akan menjadi surga bagimu”
“ kau beruntung karna madumu adalah putrinya umi” bisik umi seraya menyikut lengan lika kemudian tersenyum
Lika menatap heran pada umi, ia bertanya dalam hati 'Apakah umi mengatakan itu karna mengetahui bagaimana sikap putri mereka pada suaminya selama ini? Jika iya! Maka mereka mungkin termasuk dalam golongan orang-orang yang dzalim'
Dan ketika abi bertanya “ Apa ada lagi yang ingin mengajukan pertanyaan?” setelah menyelesaikan penjelasan panjang dari pertanyaan jamaah lain
Lika kembali mengangkat tangan, dan ia pun kembali menjadi pusat perhatian, untuk sesaat semua mata tertuju padanya.
“ Bolehkah Lika bertanya lagi abi?” ucap tanya Lika dengan sendu.
“ Silakan! Apa yang ingin nak Lika tanyakan? ” Tanya abi sambil tersenyum ramah
__ADS_1
“ Apakah seorang mertua boleh mencekik menantunya dengan perjanjian pernikahan?”