Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 60. Haruskah....


__ADS_3

“ Arjuna! Seorang pria yang memiliki paras mempesona, senyumnya yang manis, tatapannya meneduhkan, pria baik yang tak mudah jatuh cinta, namun cenderung ceroboh dalam menghadapi wanita, dan menjadi bodoh karna cinta, kau benar-benar tidak berubah ya!”


Arsena berucap sambil melipat tangan di dada, ia berdiri di hadapan Arjuna yang kini tengah menatapnya sambil tersenyum.


“ hei anak kecil! Berkacalah, bukankah kau juga tidak berubah, si genius yang tetap saja angkuh” jawab Arjuna


“ duduklah, aku akan menemanimu setelah menandatangani proposal kerja sama kita” ucap Arjuna mempersilahkan


Arsena mendudukkan diri, dan tak lama Arjuna pun bangkit dari duduknya, ia menyerahkan proposal yang baru saja di tandatangani, kemudian ikut duduk bersama.


“ kau benar-benar si alan ya! Bisa-bisanya kau merebut cinta pertamaku” dengus Arsena kesal


“ Sopanlah sedikit nak! Aku ini lebih tua darimu, merebut cinta pertama? Aku bahkan tidak tahu siapa wanita itu”


“ sungguhkah!”


“ hi tuan muda! Tidakah kau ingat, saat kuliah dulu kau memang selalu memujinya tiap ada kesempatan, tapi tak pernah sekalipun kau menyebut namanya, kau selalu memanggilnya gadisku”


“ Malika putri gunawan, wanita itu adalah cinta pertamaku” ucap Arsena sendu


“ kau tidak sedang bercanda kan cil!” Arsena menggeleng


“ Astaga... Saat kuliah kau tiba-tiba masuk ke kelasku dan merebut tempat peringkat pertama dariku, akhirnya kini aku bisa membalaskan dendamku itu, hahahaaa...”


Arsena mendengus kesal karna Arjuna tampak puas dengan kenyataan itu, pria itu langsung bangkit dari duduknya, dengan membawa proposal ia meninggalkan ruang kerja Arjuna, bahkan ia sampai membanting pintu karna kesal.


Selepas kepergian Arsena, Arjuna mencoba menghubungi Lika, namun sang wanita tidak kunjung menjawab panggilan itu, ia justru mendapatkan sebuah pesan dari sang istri pertama.


“ Selamat Arjuna, kau menang, akhirnya kau bisa terbebas dari aku, tapi sangat di sayangkan ya! Bersama dengan berakhirnya hubungan kita, hubunganmu dengan Lika pun akan berakhir” Itulah isi pesan yang Layla kirimkan.


Arjuna bergegas bangkit dari duduknya setelah membaca pesan itu, entah kenapa ia merasa hatinya tersakti, padahal selama ini ia hanya berpura-pura mencintai Lika, memanfaatkan wanita itu untuk mendapatkan kebebasan yang hilang setelah pernikahan.

__ADS_1


Tapi apa ini?


Sungguhkan Arjuna merasa takut akan kehilangan Lika?


Suara pintu yang terbuka merebut perhatian Arjuna, ia menoleh, juli terlihat memasuki ruangan dengan tersenyum ramah.


“ maaf mengganggu pak, ada tamu yang datang, apa anda akan menerimanya?” ucap juli di iringi tanya


“ siapa?” tanya arjuna


“ tuan gunawan serta tuan dan nyonya husain” jawabnya


“ persilahkan mereka masuk”


Arjuna pun bertanya-tanya dalam hati ‘apakah ayah gunawan akhirnya bertindak?'


Arjuna menyambut gunawan, abi serta umi dengan senyum ramahnya, mempersilahkan mereka dan ikut duduk bersama, ia juga meminta juli untuk menyuguhkan teh serta kudapan ringan untuk mereka.


“ Ada apa ini? Ada masalah apa sampai kalian bisa datang bersamaan seperti ini?” tanya Arjuna setelah lebih dari 10 menit terdiam menunggu.


“ sesungguhnya abi dan umi sangat malu nak juna, tanpa kami sadari, kami telah mengikat lehermu dengan perjanjian pernikahan” ucap abi, pria tua itu bicara dengan kepala tertunduk karna malu


“Apa maksud abi?” tanya Arjuna yang tengah pura-pura tak mengerti, sang presdir bahkan berusaha untuk menahan senyumnya.


“ kami sudah tahu segalanya nak, apa yang telah putri kami lakukan kepadamu, semuanya...Walau kami memberikan penjelasan, itu hanya akan terdengar seperti alasan, walau tak pantas kami ingn memohon ampunanmu”


Umi beringsut dari sofa, duduk di lantai sambil bersimpuh, abi pun mengikuti apa yang umi lakukan, sambil menundukkan kepala mereka memohon ampunan dari pria yang berstatus menantunya itu.


“ abi sudah membatalkan surat kontrak pernikahan itu, kami pasrah jika memang kau ingin menceraikan Layla, kami akan siap untuk membawa putri kami pulang” ucap abi


“ bangunlah! Kalian tidak perlu seperti ini” ucap Arjuna seraya memegang pundak abi dan umi, membantu mereka untuk berdiri.

__ADS_1


Abi dan umi bangkit berdiri, mereka memeluk Arjuna bersamaan, umi kembali menangis, dan abi pun menitahkan air mata saat mendengar kata-kata yang Arjuna bisikan.


“ Jangan terlalu merasa bersalah, ini bukan salah kalian”


Kalimat itu Arjuna tontarkan hanya untuk menghibur mereka, walau dalam hati kecilnya ia masih sedikit menyalahkan mereka, namun rasanya Arjuna tak tega melihat mereka seperti ini, bagaimana pun mertuanya itu sudah banyak mencurahkan kasih sayang mereka.


“ tapi bagaimana umi dan abi bisa tahu?” Arjuna kembali bertanya, ia kembali berpura-pura sambil menatap ke arah gunawan.


Gunawan berdecih melihat Arjuna menatapnya, ia melempar sebuah flashdisk ke atas meja seraya berkata “ lihatlah fail dalam flashdisk ini sebelum kalian menghukumnya”


Gunawan bangkit dari duduknya, ia menghampiri Arjuna kemudian memberikan sebuah ponsel.


‘ oh... Jadi ayah sudah tahu aku memanfaatkan putrinya' ucap Arjuna dalam hati saat mengetahui bahwa ponsel yang diberikan itu adalah milik Viki


Gunawan kemudian menekan pundak sang menantu lalu berkata “ ke depannya selesaikan masalahmu sendiri, aku tidak akan membiarkanmu melibatkan putriku, aku sudah membawanya pulan, aku harap kau bisa melupakan segalanya, dasar tidak sebaran” kemudian pergi meninggalkan ruangan itu


“ kau tidak akan membenci ku kan sobat” ucap Bastian, ia sengaja datang setelah mendapat kabar tentang apa yang terjadi.


“ tentu tidak! Yang membuat kesalah kan bukan hanya putramu, mau minum kopi bersamaku” ucap gunawan seraya merangkul sahabatnya, persahabatan antar pria itu ternyata tak tergoyahkan, keakraban keduanya bahkan tak berubah, mereka bahkan meninggalkan perusahaan dengan penuh canda tawa.


Sementara di ruangan presdir, Arjuna dan mertuanya tengah membaca file dalam flashdisk yang gunawan berikan, kini Arjuna tahu bahwa Layla juga sama sepertinya, ia hanya korban dari ayah kandungnya.


Arjuna menatap abi dan umi yang membagi duka sambil berpelukan, hatinya mengeluh ‘ sial! Kenapa sekarang aku jadi merasa sayang untuk bercerai, apa yang harus aku lakukan?’


“ umi ingin menemui Layla bi” pinta umi seraya menyeka air matanya.


“ ia umi ayo kita temui Layla” ucap abi


Keduanya bangkit dari duduknya, mereka berjalan beriringan, sementara Arjuna kembali menatap layar laptopnya, presdir tampan itu berharap ia tadi salah membaca, atau setidaknya bisa menemukan celah untuk membuktikan bahwa dokumen informasi itu palsu.


Sebelum meninggalkan ruangan itu, abi menoleh menatap Arjuna yang diam terpaku “ nak juna mau ikut?” ajaknya.

__ADS_1


Arjuna menghela nafas panjang, ia bertanya-tanya dalam hati ‘Haruskah aku menemui Layla? Haruskah aku mengajaknya bicara? Masih haruskah aku mempertahankan pernikahan kami yang kacau ini?’


__ADS_2