Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 38. Tak seperti biasanya bag 2


__ADS_3

“Jadi sekarang dia lebih penting bagimu dibandingkan aku Juna! Padahal aku lah orang yang bersamamu saat kau masih menjabat sebagai wakil presdir, aku yang mengajarimu tentang bagaimana damainya hidup dalam ketaatan, ini tidak adil juga! tidak adil!” geram layla


Wanita itu kini tengah berdiri di ambang pintu kamar arjuna dan lika.


Ya! Setelah puas meratapi kesedihannya di dalam kamar, layla keluar untuk mencari tahu apa yang tengah arjuna dan madunya itu lakukan.


Layla terus berdiri memperhatikan arjuna yang tengah menunggu lika membuka pintu kamar mandi, hingga tak lama kemudian pintu itu pun terbuka, layla bergegas sembunyi saat melihat lika keluar dari kamar mandi.


“ kau sudah selesai mandinya?” tanya arjuna


“ sudah kak! Silakan jika kakak mau mandi” ucap lika


Bukanya masuk ke dalam kamar mandi, arjuna malah mengikuti lika yang kala itu hendak duduk di kursi rias tepat di depan cermin.


Tanpa di duga, dengan gerakan cepat arjuna meraih handuk yang tergulung di atas kepala lika, kemudian mengambil herdrayer dari laci meja rias, memasang kabelnya lalu membantu lika untuk mengeringkan rambut.


“ kakak mau apa?” tanya lika seraya menahan tangan arjuna yang hendak mengarahkan benda yang sudah menyala itu.


“ membantumu mengeringkan rambut lika” jawab arjuna dengan santai


“ biar aku lakukan itu sendiri kak!” ucap lika seraya berusaha mengambil alih herdrayer dari tangan arjuna.


“ diam! ” Seru arjuna tegas seraya menyingkirkan tangan lika yang hendak merebut herdrayer dari tangannya.


“Berikan padaku! Aku akan melakukannya sendiri kak” lika hendak meraih herdrayer itu lagi, tapi arjuna sudah lebih dulu menjauhkannya.


Lika bangkit dari duduknya, ia berusaha untuk merebut alat itu dari tangan sang suami, dan usahanya malah membuat lika berada dalam pelukan arjuna,


Arjuna mengecup bibir lika lalu berkata “ diamlah sebentar sayang!”


Lika jadi salah tingkah, ia bergegas membalikan tubuhnya, ia tak ingin memperlihatkan pipinya yang bersemu merah, tapi gadis itu lupa bahwa walau lika membelakanginya arjuna akan tetap bisa melihat wajahnya dari cermin di hadapan lika.


Lika kembali mendudukkan diri dengan perlahan, ia menangkup kedua pipinya saat menyadari sang suami menatap wajahnya dari cermin, rona merah itu membuatnya kesulitan untuk menahan senyum di bibir.


Lika pun akhirnya pasrah, ia membiarkan arjuna dengan pemikiran ‘ biarlah, mungkin arjuna hanya ingin membantunya mengeringkan rambutnya saja'


Ettt.... Tapi itu tidak benar! Setelah selesai mengeringkan rambut dan meletakan hairdryer ke tempat semula, arjuna beralih menuju sudut kamar, pria itu menarik koper lika, membawanya, lalu meletakannya di atas tempat tidur.


Lika bergegas mendekat saat melihat arjuna menarik resleting koper, ia menahan bagian atas kopernya saat suaminya itu hendak membuka koper miliknya.


“ kakak mau apa lagi?” tanya lika heran, gadis itu benar-benar merasa heran dengan sikap suaminya.

__ADS_1


“ singkirkan tanganmu lika, aku mau menyiapkan baju untukmu” ucap arjuna


Perebutan pun kembali terjadi, tapi kali ini lika tak mau mengalah, ia memeluk kopernya lalu berkata “ tidak kak! Baju lika biar lika sendiri yang urus, lebih baik kakak pergi mandi”


Negosiasi itu rupanya tak membuat arjuna menurut, ia pun berkata “ aku akan mandi setelah menyelesaikan tugasku”


“ tugas apa?” tanya lika heran


“Tentu saja melayanimu sayang” jawab arjuna santai


“ melayani bagaimana maksudnya?” tanya lika tak mengerti


Arjuna berjongkok, ia menyejajarkan wajahnya dengan lika, lalu berkata “melayanimu ya seperti memandikanmu, membantumu bersiap, mengambilkan dan memakaikanmu baju sayang”


“ what? “ lika tercengang tak percaya,


“ tapi kenapa kakak melakukan semua itu, aku bukan anak kecil kak! Dan lagi, bukankah semua yang kakak katakan itu merupakan tugasku sebagai istri”


“ tidak lika! Itu tugas seorang suami” sanggah arjuna cepat


“ lika aku tahu kau belum bisa menerimaku sebagai suami, aku bisa mengerti jika kau tidak siap untuk berhubungan badan denganku, tapi kumohon lika, jangan biarkan aku menjadi pendosa dengan tak memenuhi semua tanggung jawabku terhadapmu” tutur arjuna kemudian


“ tapi...


“ sudahlah juna! Untuk saat ini biarkan saja dulu, dia masih kecil dan belum mengerti, jangan memaksanya jika dia memang tidak mau” ucap layla seraya berjalan menghampiri


Arjuna pun bangkit berdiri, ia menatap layla dan lika secara bergantian, setelah menghela nafas dan menimbang-nimbang pria itu pun berkata “ baiklah!”


Layla tersenyum senang karna suaminya patuh, ia kemudian melingkarkan tangan memeluk lengan kokoh arjuna, lalu berbisik “ ayo mandi bersama sayang!”


Bisikan itu terdengar aga kencang sampai lika pun bisa mendengarnya, seolah sengaja diucapkan untuk memantik api kecemburuan, dan itu sukses membuat hati lika merasa sesak, terlebih saat arjuna menuruti keinginan istri pertamanya itu.


Lika hanya bisa menatap nanar kepergian suaminya, ada rasa tak rela dalam hati, tapi tak berani mencegah karena ia sadar wanita itu juga berhak atas arjuna.


“ ini salah! Ini tidak benar!” gumam lika,


Sang mantan dokter itu terus memikirkan ucapan arjuna, konsep hidup yang terbalik itu sungguh membuatnya heran, ia penasaran dari siapa arjuna mengetahui hal itu, namun otak cerdasnya tak mampu menjawab tanya itu.


“ benar-benar membingungkan, ahhh....“ lika mulai prustasi memikirkannya.


Dan saat lika berusaha untuk acuh entah kenapa hatinya seolah melompat-lompat kegirangan, ingatan tentang arjuna yang mengatakan isi hatinya, ingatan tentang juna yang mengatakan mau memandikan dirinya, serta ingatan kejadian beberapa saat lalu terlintas dalam pikirannya.

__ADS_1


Lika membuka kopernya sambil terus tersenyum malu-malu, walau menganggap hal itu tak biasa, rupa-rupanya gadis itu turut merasa senang juga diperlakukan demikian.


Arjuna menatap heran pada sang istri pertama, wanita itu mendadak jadi pendiam setelah keluar dari kamar lika, ia bahkan tak menegurnya saat arjuna membuat kesalahan.


Presdir tampan itu sungguh tak terbiasa dengan hal ini, menurut pengalamannya, akan lebih baik jika layla marah atau bersikap kasar padanya, pasalnya diamnya layla yang tak biasa ini selalu membawa petaka.


Pernah satu ketika layla cemburu pada seorang gadis, ia terus terdiam sepanjang hari, tapi kemudian besoknya layla menyiram bensin saat mendapati gadis itu kembali mencoba merayu arjuna, wanita itu hampir saja membunuh orang, jika saja arjuna dan beni tidak bekerja sama menjauhkan gadis itu, dan bergerak lebih cepat dari layla yang hendak menyalakan pemantik.


Itu adalah kejadian terburuk yang pernah dialami arjuna sepanjang hidup bersama layla, perasaan cemas pun mulai meliputi hati setelah teringat akan kejadian itu, ia terus memikirkan apa yang wanitanya ini pikirkan, mencoba menerka-nerka apa yang hendak ia lakukan.


Layla hanya menoleh menatap arjuna tanpa ekspresi saat suaminya melakukan kesalahan, otaknya terus berputar mencari sebuah ide cemerlang, hingga tidak sadar arjuna sudah menyelesaikan tugasnya.


“ jun!” seru layla sendu


“ apa? Kau mau apa?” tanya arjuna panik


“ aku mau pulang ke rumah abi” ucap layla yang membuat arjuna bernafas lega.


“ iya sayang!” sahut arjuna lembut


“ apa kau mau menginap?” tanya arjuna memastikan


“ kau mau mengusirku ya?” tanya layla dengan nada kesal


“ tidak! Bukan begitu sayang! Aku hanya bertanya karna harus menyiapkan barang bawaanmu kan!” ucap arjuna


“ kenapa aku? Kita juna, kita berdua yang akan pergi ke rumah abi, menginap atau tidak itu terserah aku nanti” tutur layla, senyumnya terlihat penuh kemenangan saat melihat wajah suram arjuna.


“ La, aku tidak bisa ikut denganmu, bagaimana jika kau pergi di antar beni” dengan ragu arjuna menolak ajakan itu serta memberi penawaran.


“ kenapa? Kau berencana untuk berduaan dengan istri mudamu itu!”


“ tidak juga, aku hanya khawatir lika akan kesepian jika kita tinggal pergi, dia kan belum mengenal lingkungan rumah ini” arjuna mencoba menjelaskan dengan nada suara yang lembut.


Layla melotot kesal saat menyadari arjuna sudah mulai sering memanggil namanya, biasanya suaminya itu selalu memanggilnya sayang jika hanya berdua.


“ aku punya ide” ucap layla tiba-tiba, dan itu membuat arjuna panik


Wanita itu bergegas bangkit dari duduknya, arjuna pun berjalan mengikuti sang istri pertama seraya mengajukan tanya “ kau mau ke mana? Ide apa yang kau maksud la?”


“ La tunggu! Jawab dulu pertanyaanku”

__ADS_1


Arjuna berusaha menghentikan langkah layla yang berjalan dengan tergesa, mereka keluar dari kamar, lalu menuruni anak tangga secara beriringan, lika yang tengah berada di ruang keluarga memalingkan wajah melihat hal itu.


“ lika bersiaplah! “


__ADS_2