
Bastian menghentikan aksi gencatan senjatanya setelah merasa tenaganya habis, pria tua itu mendudukkan diri di samping sang putra, menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi seraya menstabilkan nafasnya yang terengah.
Arjuna yang meringkuk di atas sofa pun mengubah posisinya, ia duduk bersila menghadap sang ayah, satu tangannya ia topangkan di sandaran kursi agar lebih nyaman, presdir tampan itu memasang wajah serius guna membangun deep talk yang baik.
“ Jadi dokter malik itu wanita pah?” tanya arjuna yang mulai mengorek informasi
“ iya! Dia wanita yang sangat cantik, baik hati dan mandiri, walau hidup bergelimang harta dia tak pernah menunjukkannya, dia pekerja keras dan pantang menyerah, ia hanya pernah menyerah satu kali, saat dirinya harus kehilangan tak hanya lisensi tapi juga gelar doktor yang ia peroleh dengan susah payah” terang bastian dengan lirih
Bastian menoleh ke arah arjuna tanpa mengubah posisi duduknya, ia lalu bertanya “ dan kau, bagaimana kau bisa kehilangan kejantananmu itu?”
“ itu terjadi begitu saja pah,,
Arjuna mengingat kejadian 6thn silam, dan menceritakannya pada sang ayah.
Flashback on
Malam itu hujan deras menghalangi arjuna saat hendak pulang dari club, presdir tampan yang memang sering nongkrong itu tiba-tiba diberi di berikan sebuah tawaran menggiurkan oleh teman sekaligus pemilik club itu.
“ jun usiamu itu sudah 24 tahun, di antara kami semua hanya kau yang masih perjaka, gimana kalau malam ini biarkan aku memberimu satu wanita untuk menghangatkan ranjang mu” ucap albyandra
“ gue masih belum berniat untuk bermain wanita, karna kalau sampai bokap tahu, bisa di gorok gue” ucap arjuna
“ ayolah jun, terima saja tawaran si alby, ceweknya cantik loh, biar gak ketahuan gimana kalai mainnya di atas aja” ucap bujuk kabri
“ ia jun, tenang aja gue bakal pastiin bokap loe gak bakal tahu” ucap albyandra
“ oke! Oke! Tapi gue pengen yang perawan ya!” tawar arjuna
Arjuna yang termakan bujuk rayu dua temannya itu akhirnya bangkit dari duduknya, ia tersenyum saat melihat kedua temanya melakukan tos bersama.
Albyandra memberikan kunci dan menunjuk ke arah tangga seraya berkata “ naik tangga itu sampai melewati tiga lantai, kamarnya terletak di paling ujung” memberitahukan arah pada arjuna
Arjuna pun mengangguk, ia mengikuti ucapan albyandra, deretan kamar-kamar terlihat di setiap lantai yang arjuna lewati, walau sering mendatangi club itu, namun arjuna tidak pernah tahu bahwa ada tempat seperti itu di bagian atasnya, ia tampak asing dengan segala yang ada di sana.
Arjuna pun memasuki kamar yang di tujunya, dengan ragu ia membuka pintu kamar itu, pria tampan itu terkejut saat mendapati seorang wanita yang tengah bersujud, melakukan shalat dengan terbalut kain putih yang di sebut mukena.
Arjuna tetap melangkah masuk, ia mendudukkan diri di tepian tempat tidur, menunggu wanita itu menyelesaikan sholatnya.
__ADS_1
Arjuna terus memperhatikan wanita itu, sampai wanita itu mengucapkan salam dan menadahkan tangan untuk berdoa, sampai doa itu selesai arjuna tak jua mengalihkan pandangannya dari gadis itu.
“ kau arjuna?” tanya wanita itu seraya melipat mukenanya.
“ iya!” jawab arjuna singkat
Wanita yang memakai seragam pelayan itu bangkit dan menghampiri arjuna, ia lalu berkata “ maafkan saya tuan! Saya tidak bisa melayani anda, tapi sebagai gantinya teman saya yang akan melakukannya” mencoba bernegosiasi dengan arjuna
“ kenapa?” tanya arjuna penasaran
“ karna saya hanya akan menyerahkan kesucian saya pada suami saya kelak” jawab wanita itu
“ munafik! Kalau kau tidak bersedia ternoda kenapa kau bekerja di sini? “ tanya arjuna
“ walau sudah berusaha keras, hanya perkerjaan ini yang bisa saya dapatkan, saya ini hanya orang miskin yang tidak bisa apa-apa tuan, saya juga tidak berpendidikan, tapi meski begitu saya harus berusaha mencari sesuap nasi bukan”
Arjuna hanya diam tak menyahuti lagi ucapan wanita itu, namun sesekali ia memperhatikannya, wanita itu tampak tengah menuangkan minuman kaleng ke dalam gelas.
“ akan sedikit lama, tuan nikmati minuman ini selagi menunggu ya! Saya akan panggilkan teman saya, dan tolong jangan beri tahu ini pada atasan saya” ucap wanita itu kemudian pergi
Lama menunggu dan wanita itu pun datang, berbeda dengan wanita alim tadi, temanya ini langsung naik ke atas pangkuan dan memeluk arjuna, ia menyerang arjuna dengan buas, sementara arjuna hanya diam dan berusaha menikmati.
“ ko gak mau berdiri? Kamu itu normal gak si? “ tanya wanita itu
“ normal lah, kau yang gak jago kali!” jawab arjuna dengan santai
Wanita itu kemudian menghubungi teman-temanya, tak lama arjuna di serang oleh 5 wanita sekaligus, tapi benda miliknya sama sekali tak berdiri, tak ada rasa terangsang seperti saat ia bermain sendiri di kamar mandi, tetap tidur dengan nyenyak walau para wanita di hadapannya terus saja menggoda.
Arjuna yang merasa malu pun akhirnya bergegas pergi dari sana, tak peduli lagi walau hujan sedang mengguyur dengan lebat, pria itu tetap membawa motornya menuju rumah sakit.
Flashback of
“ setelah di periksa dokter boy bilang aku impoten pah, padahal saat juna mimpi basah batang juna berdiri tegak dan menyemburkan bisa yang banyak lagi” terang arjuna kemudian
“ kenapa ga cerita sama papah saat itu?” tanya bastian penasaran
“ juna takut papah jantungan setelah mendengarnya” ungkap juna
__ADS_1
“ terus kamu nekat nikahin layla dalam kondisi begitu?” tanya bastian, ia selalu saja kesal setiap mengingat menantunya itu.
“ layla bisa terima juna apa adanya pah, dengan semua kekurangan yang yang miliki, dan segala ketidakberdayan ini, dia bersedia juna persunting, karna itu juna mohon pah, terimalah layla menjadi menantu” ungkap arjuna lirih
“ menerima layla, maaf jun, untuk yang satu itu sepertinya sulit, jujur saja! Sejak pertama kali melihat layla papah dan mamamu merasa bahwa dia tidak sebaik yang di tunjukkan, dan perkara penyakitmu itu, papah akan konsultasikan dengan lika secepatnya” ucap bastian menjelaskan
“ pah! Tolong jangan beri tahu lika tentang hal ini, juna malu pah! “ ungkap arjuna
“ kau itu sebenarnya mau sembuh atau tidak? “ Tanya bastian, nada suaranya terdengar sedikit kesal
“ ya mau donk pah! Juna kan juga pengen ngerasain nikmatnya lubang surga dunia, juna sudah 30 tahun jadi perjaka, mungkin di dunia ini cuma juna satu-satunya pria yang masih perjaka setelah menikah 5thn” terang juna
“ kalau mau sembuh ya harus minta tolong sama lika juna” geram bastian
“ apa gak bisa langsung ke dokter malika-nya aja pah? kenapa harus bawa-bawa lika juga, jangan buat citra juna hancir di depan bawahan juna sendiri donk pah, tega amat sama anak sendiri”
Bastian menggeram kesal sampai mengepalkan kedua tangannya di depan wajah arjuna, ia lalu berkata “ Astaga juna.... Sejak kapan otak cerdasmu itu jadi tumpul hah? Dokter malika dan lika itu orang yang sama”
“ seriously!” pekik arjuna kaget, pria itu sampai bangkit dari duduknya, ia yang tak percaya pada ucapan sang ayah pun berkata “ papah lagi bercandain juna kan!” memastikan kebenaran seraya kembali mendudukkan dirinya
“ papah serius juna, dokter malika itu ya lika” terang bastian tegas
“ ah masa.... Bukankah papah bilang lika itu lulusan d3 sekertaris, terus gimana ceritanya seorang lulusan d3 sekertaris bisa jadi dokter?” ucap arjuna meragukan kejujuran sang ayah
“coba pikir! Emang kalau waktu itu papah bilang lika lulusan kedokteran kamu bakal mau kasih lika pekerjaan!”
“ jadi papah bohongin juna!” ucap arjuna memastikan
Bastian mengangguk dengan memasang ekspresi wajah tak bersalah, dan hal itu membuat arjuna kesal.
“Oh astaga papah! Kenapa papa lakuin ini sich! Tega banget nyiksa anak sendiri, sekarang mau di taruh di mana muka juna pah! Lika pasti bakal ngetawain juna abis-abisan kalau tahu masalah penyakit juna”
“ Lika gak akan ketawain kamu juna, dia pasti akan bantu kamu, dan masalah muka, gak usah di taro ke mana-mana, toh gak bisa di pindahin juga” canda bastian
“ pah!” seru protes arjuna
“ lagian siapa suruh kamu lupa, papah kan pernah bilang *papa mau jodohin kamu sama lika, dia calon dokter hebat dan cantik*”
__ADS_1
Ucapan itu membuat sang presdir tampan itu merasa di tikam benda tumpul, memaki otaknya sendiri karna tidak mengingat hal itu, terlebih pada pikiran yang mengira lika dan dokter malika adalah orang yang berbeda, hanya karna percaya pada ucapan sang ayah saat memintanya memperkerjakan lika di perusahaan, membuatnya berpikir mereka adalah dua orang yang berbeda hanya karna latar pendidikan yang berbeda.
“ bodoh! Bodoh! Bodoh!” maki arjuna seraya memukul kepalanya sendiri dengan kedua tanganya yang mengepal.