
Layla menarik arjuna ke dalam kamarnya, ia tak peduli walau arjuna sudah kelelahan setelah penyatuannya dengan lika, dia yang memang termasuk wanita dengan gairah yang tinggi, lebih cenderung mementingkan hasrat sebagai hal yang utama.
Walau sudah berusaha, ular naga itu tampaknya tak bersedia untuk bangun dan berkunjung ke rumah layla, dan hal itu membuat layla tak mampu mengendalikan emosinya.
Rasa pusing di kepala yang terasa berlebih, bahkan sampai terasa mau meledak itu membuat layla kehilangan kendali atas dirinya, senyum yang tiba-tiba terbit seolah pertanda awal dari kegilaannya.
Layla masuk ke ruang ganti, ia membuka lemari kecil di tengah ruangan, diambilnya sebuah gesper kulit milik arjuna yang tersimpan rapi di sana, lalu kembali mendekat pada sang pria.
“ kau mau apa?” tanya arjuna yang mulai bersikap waspada.
“ seburuk apa pun aku, aku tetap seorang manusia juna, aku juga punya hati yang bisa terluka, aku cemburu melihatmu bercumbu dengannya, aku kesal karna pusakamu itu tak berguna bagiku, aku kesal juna, kesal....” ucap layla berapi-api
Layla kemudian mendorong tubuh arjuna dengan sekuat tenaga, arjuna yang tidak siap menerima serangan itu pun terjatuh, ia tak mampu menjaga keseimbangan itu kini sudah terduduk di lantai.
“ kau mau bangun juna! tidakkah kau ingat dengan perjanjian itu, bukankah kau harusnya menghiburku, istrimu ini sedang sedih dan sakit hati”
Niat arjuna untuk bangun terpaksa ia urungkan setelah mendengar seruan ancaman dari sang istri pertama.
Bersama dengan air mata wanita itu yang mengalir deras, ia menghantam tubuh arjuna tanpa perasaan.
Suara-suara sabetan gesper kulit yang menghantam tubuh terus terdengar menggema di sekeliling ruangan, sementara arjuna hanya bisa diam dan menerima semua itu, ia hanya berharap seseorang akan datang untuk menyelamatkannya.
“ahhh.... Lika tolong aku!!! Sakit.... Sakit....”
Kalimat lirih itu terdengar begitu jelas, lika mencari di mana keberadaan sang suami yang tengah merintih kesakitan itu, ia yang tiba-tiba melihat suaminya berlumuran darah dan menjerit dalam mimpi pun terbangun dari tidurnya.
Lika bangkit dari kasur, ia berjalan dengan ragu menuju ruang kerja arjuna, setelah mengalami mimpi buruk lika ingin memastikan bahwa suaminya baik-baik saja, tapi apa yang lika lihat setelah masuk ke ruangan itu membuatnya syok.
Dari dinding kaca tembus pandang yang terhubung ke kamat layla itu, lika melihat arjuna yang terduduk di lantai, presdir tampan itu tengah dipecut oleh istri pertamanya.
Lika tentu tidak bisa tinggal diam dan melihat saja, ia menerobos kamar layla, mendorong wanita itu untuk menjauh dari suaminya, seraya meneriakkan sebuah tanya “ apa yang mba lakukan?”
“ lika!” seru lirih arjuna sambil tersenyum
__ADS_1
Lika merengkuh tubuh yang sudah terluka itu, air matanya jatuh di bahu sang pria, sementara itu, layla melempar gesper kemudian menjerit dengan kencang.
Lika kemudian melepas pelukannya, ia melirik ke arah layla, wanita yang jatuh terduduk itu tampak depresi, ia terus mengulang tanya yang sama “ apa yang telah aku lakukan?” dengan tubuh yang gemetar.
Sebuah pemikiran tiba-tiba muncul dalam benak lika, bahwasanya semua bekas luka di tubuh arjuna adalah hasil karya dari sang istri pertama, namun untuk saat ini ia harus mengabaikannya, lika menarik arjuna untuk membantunya berdiri, ia membawa pria itu ke luar dari kamar layla.
Lika membawa arjuna untuk duduk di atas tempat tidur di dalam kamar pribadinya, tubuh yang masih polos tanpa busana itu tidak dipedulikan lika, wanita itu cepat-cepat mengambil kotak p3k, dan dengan telaten ia membersihkan dan mengobati luka di tubuh arjuna.
“ awh... Sakit!” keluh arjuna yang merasakan perih saat lika mengusap luka itu dengan kertas alkohol.
“ kalau tahu sakit kenapa tidak melawan?” tanya lika
“ aku tidak bisa melawannya, dia kan seorang wanita juga lika”
“ tidak bisa melawan kan bukan berarti kakak tidak bisa menghindar, kenapa kakak hanya diam? ”
“ jika aku menghindar layla tidak akan senang, amarahnya pun tidak akan reda” jawab arjuna dengan santai
Lika menatap geram pada sang suami, dalam hatinya lika bertanya ‘ apakah kak juna memang secinta itu sama mba layla? Ia sampai rela jadi samsak demi wanita itu'
Arjuna tidak tahan, ia benar-benar sudah tidak tahan untuk tersenyum, pria itu pun kemudian menjatuhkan kepala di bahu lika, membenamkan wajah untuk tersenyum dalam persembunyiannya.
“ yes! Akhirnya.... “
Arjuna dan beni bersorak riang di area rooftop rumah arjuna, di saat kedua wanitanya sedang terlelap tidur, arjuna justru tengah berpesta bersama beni.
Untuk pertama kalinya kedua pria itu merasa senang setelah layla melukai arjuna, biasanya beni akan menangis dan arjuna memilih untuk diam, tapi kali ini mereka senang karna lika melihat semua itu.
“ apa rencanamu selanjutnya kak?”
“ untuk saat ini kita teruskan dulu rencana untuk membongkar sifat asli layla, kita tunjukan pada lika bahwa aku adalah pria yang malang”
“ ya! Rasa empati lika yang besar pasti membuat wanita itu tergerak, dia tidak akan tinggal diam, apalagi lika sangat mencintai kakak”
__ADS_1
“ direbut pelakor! Hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa terbebas dari pernikahan yang memuakkan ini”
Setelah merayakan keberhasilan rencana awal mereka, arjuna dan beni kembali menyusun strategi untuk meluncurkan rencana berikutnya, dengan sangat serius sampai lupa waktu.
Rasa lelah dan kantuk mulai menggelayuti, mereka pun memutuskan untuk merebahkan diri untuk sejenak beristirahat, dinginnya angin malam serta suasana tenang membuat kedua pria itu jatuh terlelap di sana.
Pagi menyapa.
“ kak juna!”
Lika berseru saat tak mendapati suaminya di dalam kamar, ia bangkit dari tempat tidur, mencari arjuna di area kamarnya.
“ kak juna! “
Lika mulai mencari dengan menjelajah seisi rumah, ia terkejut saat melihat arjuna dan beni tertidur bersama dengan beberapa kaleng botol minuman bersoda.
‘apa semalam kak juna memanggil beni untuk menghiburnya?’
Tanya itulah yang berada dalam kepala lika saat wanita itu menghela nafas, lika pun membangunkan keduanya.
“ pak ben! Pak beni!” seru lika seraya menggoyangkan tubuh pria itu.
Bukanya terbangun beni malah membalikan tubuhnya, dengan mata yang tertutup pria itu berkata “ sebentar lagi! Biarkan aku tidur sebentar lagi” kemudian melanjutkan tidur dan kembali terlelap.
“ kak juna ayo bangun”
Kini wanita itu beralih membangunkan suaminya, ia bisik pelan di telinga arjuna hingga pria itu pun bisa merasakan hembusan nafas lika yang hangat.
Alih-alih terbangun arjuna malah menarik lika sampai wanita itu berbaring dalam pelukannya, walau matanya masih terpejam tapi tangannya bergerak aktif, bergerilya mencari sesuatu yang entah apa itu.
“ ahh....kak...”
******* syahdu itu berhasil membangunkan kedua pria di sampingnya, lika yang memang berada di antara arjuna dan beni tersenyum malu-malu, sementara kedua itu malah menatap heran dengan isi kepala yang sama.
__ADS_1
‘ kenapa lika ada di sini? Sedang apa dia?’