Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 68


__ADS_3

Lika terkekeh kecil, lalu tertawa, ia menatap suaminya dengan sayu, gerak tubuhnya lunglai, ia bahkan tak bisa berdiri dengan tegak bagaikan orang yang sedang mabuk.


“ maafkan aku sayang, telah meninggalkan kamu” ucap Lika sambil mendekat dengan tubuh yang limbung.


Arjuna menangkap tubuh Lika yang hendak jatuh, menyandarkannya dalam pelukan, ia mengendus tubuh sang istri dan mendapati bau anggur yang kental, Arjuna pun lalu berkata “ kau mabuk!”


“ tidak! Aku kan hanya minum dua gelas, mana mungkin aku mabuk”


Lika menjawab dengan jujur, ia memang tidak mabuk, bau anggur yang Arjuna cium itu hannyalah bau dari saripati anggur yang menjadi bahan dasar untuk membuat anggur merah, minuman itu halal karna belum di fermentasi dan tidak mengandung alkohol.


“ kenapa kau melakukan ini Lika ini dosa kau tahu itu kan!” tegur Arjuna,


Lika malah tertawa lalu berkata “ hahaha.... aku hanya terdiam saat dingin malam menyapa, tidakkah kau tahu malamku sepi tanpa dirimu”


Arjuna hanya diam mendengarkan, dan Lika terus bersua dengan tangan yang aktif, ia mengelus pipi arjuna seraya berkata “ hanya karna kisahmu dengannya telah usai haruskah mahligai cinta kita juga terputus”


Lika beralih menunjuk dada Arjuna lalu berkata “dirimu kusayangi dengan sepenuh hati, namun sepenggal kasihmu enggan kau bagikan”


Lika sedikit menjauh, kemudian menjatuhkan diri hingga terduduk di lantai, ia menepuk kakinya lalu berkata “lelah kaki melangkah, sesat, dan tanpa arah”


Kemudian tangannya menunjuk langit seraya berkata “ namun di puncak khayalan, dirimu selalu aku kuharapkan”


“kenapa kau berubah tak seperti biasa? Sungguh aku terluka dengan ini semua kak, sesak dan menyakitkan” ungkap Lika saat Arjuna mendekati dan mencoba membantunya berdiri.


Mata Arjuna memerah, bukan karna marah, ia kesal dengan dirinya, ia menyesali tindakannya yang telah melukai sang istri, namun Arjuna tetap berusaha mengendalikan dirinya, ia menggendong Lika untuk dibawa ke kamar.


Lika kembali tertawa, ia melingkarkan tangannya di leher sang suami, mendekati wajahnya lalu berkata “ apa harusnya aku mencari pengganti?”


Tanya itu menggetarkan hati sang Arjuna, ada rasa sesak yang menyusup, menutupi paru-parunya hingga ia merasa kesulitan untuk bernafas.

__ADS_1


Lika mendekati telinga Arjuna lalu berbisik “ Tampaknya aku tak pantas engkau miliki, bukankah kita itu bagaikan langit dan bumi, jauh sekali, untuk memilikimu, walau ingin kugapai, tapi tak mampu, tanganku tak sampai untuk menganggamu, sungguh kah ini nyata? Cinta yang dulu sangat menggebu hanya sebuah sandiwara” lalu membenamkan wajahnya di ceruk leher sang suami,


Diam-diam Lika tersenyum senang, hatinya girang bukan main, sungguh! Suaminya ini sebenarnya telah mencintai dirinya, karna jika tidak, bagaimana mungkin Arjuna bisa di bodohi semudah ini.


Rasa sesak di dada, serta jantung yang berdebar kencang, seolah memunculkan percikan hasrat pada tubuh sang presdir tampan, Arjuna ingin segera melemparkan sang istri ke atas tempat tidur, melahapnya dengan buas untuk menuntaskan semua rasa rindu.


Entah apa yang kini merasuki sang presdir tampan, bukanya membawa Lika kamarnya (kamar Lika), ia malah membawa sang istri ke kamarnya (kamar Arjuna).


Niat untuk melempar sang istri pun tak terlaksana, Arjuna tak sampai hati untuk melakukannya, dan kini ia membaringkan Lika dengan perlahan dan penuh kehati-hatian.


“cintai aku malam ini kak” bisik Lika saat Arjuna hendak melepaskan tangan Lika yang setia melingkar di lehernya.


“ tidak benar jika mengambil kesempatan dari orang yang tengah mabuk” ucap Arjuna yang sebenarnya tengah menahan gejolak hasratnya.


Lika mengecup bibir Arjuna lalu berkata “ persetan dengan kebenaran itu, aku istrimu, wanita yang halal untuk kau jamah, tak usah kau pikirkan hari esok sayang, karna saat hari esok itu tiba mungkin saja aku akan lupa dengan apa yang terjadi malam ini”


Lika kembali mengecup bibir sang presdir tampan, namun Arjuna menahan kepalanya saat Lika hendak melepasnya, rindu itu akan di selesaikan malam ini juga.


Arjuna menepuk pipinya untuk menyadarkan diri, ia kemudian mengedarkan pandangannya mencari sang wanita, Arjuna tersentak saat mendengar suara seseorang yang sepertinya tengah muntah di dalam kamar mandinya.


“ Lika!”


Arjuna bergegas turun dari tempat tidur, ia berjalan tergesa-gesa karna panik.


“ Lika! Kau di dalam?” sang presdir pun mengetuk pintu kamar mandi dengan tidak sabaran.


Lika keluar dari kamar mandi sambil menghela nafas panjang, wajah Arjuna memerah karna melihat wanitanya itu masih tak mengenakan apa pun.


“ kenapa membuang muka?” tanya Lika dengan santainya

__ADS_1


“ kenapa kau tidak memakai pakaianmu?” tanya Arjuna yang kini sudah memunggungi Lika


“ aku pikir kakak suka melihatku seperti ini, bukankah kakak yang sudah melepasnya semalam? ”


“ jangan bicara omong kosong, cepat kenakan pakaianmu? Tidak ada yang terjadi semalam” elaknya seraya menjauh


“ tunggu!” tampaknya Arjuna sadar telah dibodohi


“ kau ingat apa yang terjadi semalam?” tanya Arjuna,


“ tanda merah di tubuh, seprai yang berantakan, dan keadaanku saat terbangun, tentu aku tahu apa yang terjadi walau tidak mengingatnya” tutur Lika, ia tak menahan senyumnya karna Arjuna berdiri membelakanginya.


“ maaf! aku yang salah, semalam harusnya aku bisa menahannya” ucap Arjuna sendu


“ bukan hanya semalam, tapi saat ini juga, karna sepertinya burungmu itu minta sarapan” bisik Lika seraya menyentuh senjata sang suami, senyum mereka tak hilang dari wajahnya


Arjuna tersentak, ia pun refleks menutupi bagian itu dengan telapak tangannya, dalam hati ia merutuki burungnya yang membuat celananya menonjol.


“ ini bukan karna ingin, apa kau tidak tahu, saat pria bangun di pagi hari, ada yang ikut menemaninya bangun juga” elak Arjuna yang kemudian melarikan diri masuk ke dalam kamar mandi


Lika tertawa puas melihat reaksi suaminya, ia senang karna mengikuti saran dari nyonya Iren, karna ternyata apa yang dikatakanya itu benar, dengan bersikap tidak tahu malu di depan suami, kita jika tahu isi hatinya yang sesungguhnya.


Lama menunggu dan Arjuna pun akhirnya keluar dari kamar mandi, sang presdir tampan lagi-lagi memalingkan wajah saat melihat Lika duduk tanpa menutupi tubuhnya.


Arjuna meraih selimut lalu melilitkannya di tubuh sang istri, tatapan yang menggoda itu sungguh membuatnya geregetan.


“jangan menatapku seperti itu Lika” ucap Arjuna


“ Seperti apa maksud kakak?” tanya lika

__ADS_1


“ kau menatapku dengan binar cinta sambil tersenyum, itu membuatku....


__ADS_2