Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 46. Aku menginginkannya juna


__ADS_3

Arjuna melihat layla meringkuk di sudut kamar, dari jauh wanita itu memang terlihat seperti tengah menangis, tapi sebenarnya wanita itu hanya tengah terdiam, lebih tepatnya iya sedang berpura-pura menjadi sosok wanita malang, dan arjuna tahu pasti akan hal itu.


Arjuna mendekap tubuh Laila dari belakang, ia mencoba menghirup aroma wanita itu, mencium apakah ada bau parfum pria di sana, dan ternyata Jawabannya adalah tidak, layla sepertinya belum menemui pria lain, arjuna pun merasa senang akan hal itu.


“Ada apa sayang? Kenapa kau bersedih?” tanya arjuna seraya membalikkan tubuh layla agar menatap kearahnya


“Apa maksud semua ini juna? Kenapa kau menempatkan lika di samping ruang kerjamu? ” tanya layla dengan nada kesal


“ aku tidak bisa jauh dari sayangku, jika aku membiarkan lika tetap tidur di kamar lantai bawah, aku akan kesulitan, ini juga demi kau sayang” jawab arjuna seraya membelai rambut layla


“ demi aku?”


“ iya! Demi kau laylaku, demi kebahagiaanmu, dan juga kedamaian mu”


Layla menatap arjuna dengan penuh selidik, wanita itu tidak percaya pada ucapan arjuna begitu saja.


“ aku hanya ingin kau selalu bahagia laylaku”


Arjuna berusaha merayu layla, ia hendak mencium bibir wanita itu, tapi ciumannya berakhir terganti kecupan, lagi-lagi layla menjauhkan diri dengan cepat.


“ biarkan aku menikmati bibir indahmu sayang”


“ tidak! Kau tahu kan juna! Aku tidak suka berciuman, apalagi sampai harus saling bertukar saliva, itu sangat menjijikkan, apalagi aroma mulutmu itu selalu melalu membuatku jiji, kecup saja sepuasmu, tapi jangan pernah berharap untuk berciuman denganku” ucap layla, kali ini wanita itu bicara jujur


Arjuna tersenyum, tapi ada yang berbeda dengan senyumnya, ia terlihat senang mendengar sebuah kejujuran dari mulut sang istri.


Layla pun mengusir arjuna dari kamar itu, wanita itu tampak tak nyaman dengan orang-orang yang bekerja di sana, untungnya pekerjaan mereka selesai sebelum larut malam, jadi arjuna bisa membawa lika untuk beristirahat dengan cepat.


“ kenapa aku harus pindah kamar si kak?” tanya lika, saat ini lika sudah bersantai di dalam kamar barunya.


“ agar kita bisa selalu dekat de, kamar ini terhubung langsung ke ruang kerjaku di samping, jadi aku bisa masuk dari sana juga”


“ ruang keja kakak bukanya terhubung dengan kamar mba layla?”


“ iya dek, ruang kerja kakak sengaja direnovasi agar terhubung ke kamar kalian, biar adil” bisik arjuna


Pria itu kembali menggoda lika, ia melingkarkan tangan memeluk pinggang lika, mencium aroma tubuh wanita itu sambil memejamkan mata, seperti tengah menikmatinya.


“ kak! Lika belum mandi”


“ itu tidak penting dek, yang penting itu kakak udah steril”

__ADS_1


“ maksud kakak?” lika melepaskan diri saat mengajukan tanya itu, dahinya mengernyit, bingung dengan maksud sang suami.


“ tadi kakak habis meluk layla” ucap arjuna sambil tertunduk lesu


“ tak apa kak! Mba layla kan juga istri kakak”


“ ini sesi terapi ketiga bukan?” tanya arjuna yang kemudian menarik tubuh lika dalam pelukannya.


“Yang benar itu ke empat kak!”


“ sepertinya kau salah hitung dokter cantiku”


“ kakak yang salah hitung”


Arjuna terus mengajak lika bicara dengan tangan yang terus bergerak aktif, menyentuh bagian sensitif sang istri muda yang begitu memesona.


Sebuah ketukan pintu membuyarkan kedamaian, ketukan yang semakin lama terdengar semakin menuntut itu membuat arjuna mendengus kesal.


Arjuna membuka pintu kamar dengan malas, dan layla menerobos masuk begitu saja.


“ apa-apaan ini jun? Aku datang kemari untuk mengajakmu ke kamarku, tapi aku malah mendapati banyak tanda cinta di tubuh istri mudamu itu” ucap layla kesal


Entah kenapa lika merasa takut melihat gurat kemarahan di wajah layla, ia pun mencoba untuk memberi penjelasan pada wanita itu.


“ diam!” bentak layla seraya menjatuhkan sebuah vas bunga di atas meja.


“ aku tidak bertanya padamu, jangan ikut campur dalam urusan rumah tanggaku lika, ingat! Kau itu bukan siapa-siapa “ bentak layla


Arjuna menundukkan kepala, menatap pecahan vas bunga yang ditepis layla hingga jatuh dan hancur berkeping-keping, seperti meratapi dengan malang benda tak berdosa itu.


“ vasnya pecah” lirih arjuna


“ jawab pertanyaan aku juna, apa kau bercinta dengannya?” tanya layla dengan nada tinggi,


Arjuna mendongak mendengar tanya itu, ia lalu menarik layla kemudian berkata “ lika masuk ke ruang kerjaku sekarang”


Arjuna membawa layla masuk ke dalam kamarnya, di sana ia berbisik “ jika kau ingin balas dendam maka rayu lah aku, dan biarkan ia melihatnya dari ruang kerja”


Lika bingung melihat ruang kerja arjuna yang ternyata dibatasi dinding kaca dengan kamar layla, sementara kamarnya dan ruangan itu dibatasi oleh dinding, ia mencari letak keadilan yang arjuna katakan dengan menatap pria itu.


“ sesi kedua akan aku lakukan dengan layla” ucap arjuna seraya menatap lika, wajahnya yang tanpa ekspresi itu membuat lika dan layla kesulitan untuk membacanya.

__ADS_1


Layla tersenyum melihat lika berdiri menatapnya dari ruang kerja, ia kemudian berseru “ lihat kemari dan jangan berani mengalihkan pandanganmu lika”


Layla memulai aksinya dengan melepas handuk yang menutupi tubuh sang pria, membiarkannya jatuh tergulai begitu saja.


Pipi lika memerah melihat tubuh polos sang suami, hatinya terasa tersayat saat melihat langsung suaminya di cumbu istri lainya.


Rasa cemburu itu berubah menjadi sebuah tanda tanya besar, lika mendekati dinding kaca itu untuk memastikan sesuatu, menyusutkan tubuh sampai berjongkok, wanita itu bahkan sampai memiringkan kepala, mencoba melihat ular kobra sang suami yang tampak tak biasa.


Biasanya ular itu bangkit dengan sempurna setelah 15 menit melakukan pemanasan, tapi kali ini malah hanya setengah bangun, dan kemudian kembali tertidur saat lika menghilang dari pandangan mata arjuna.


“ sial!” layla menggeram kesak


“ini yang kau sebut pengobatan dokter malika? Bagaimana kau bisa mendapatkan tanda merah di sekujur tubuhmu saat benda di bawah sana bahkan masih tidak bisa berdiri dengan sempurna” ucap layla kesal,


Lika masuk ke dalam kamar itu, ia hendak mendekati arjuna namun pria itu melangkah mundur menjauhi lika.


“ biarkan lika menunjukkannya kak! “ seru lika


“ tidak lika, jangan sentuh aku, tubuhku kotor, setidaknya biarkan aku mandi dulu” ucap arjuna yang kemudian melarikan diri masuk ke dalam kamar mandi.


“ apa yang ingin kau tunjukan lika?” tanya layla seraya melipat tangan di dada


“ bahwa benda itu sudah bisa berdiri tegak dan bahkan bisa dipergunakan”


“ kalau begitu coba tunjukan, aku akan membantumu” ucap layla dengan suara menantang,


Layla membuka pintu kamar mandi besar itu, kedua wanita itu pun masuk bersama, lika mendekati arjuna yang tengah menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun, ia seperti tengah tergesa-gesa untuk membersihkan dirinya.


Lika membuka seluruh pakaiannya, ia mulai menggida arjuna dengan mencium pria itu, hal yang tidak layla lakukan dan mungkin tidak akan pernah layla lakukan.


Di bawah guyuran air shower lika berhasil membangkitkan gairah pria itu, laya yang tak percaya sampai menempelkan tubuhnya di dinding kaca, wanita itu tampak seperti cicak di kamar mandi yang menyaksikan kedua insan yang tengah bercumbu mesra.


Layla melotot tak percaya saat melihat ular itu bangkit dari tidurnya, ia mulai berteriak histeris ketika arjuna mulai menyatukan tubuh dengan sang istri muda.


Arjuna tersenyum penuh kemenangan, ia merasa senang bisa membalas perbuatan layla dengan membuat wanita itu melihatnya bercinta dengan lika, pria itu mengabaikan kemarahan layla dan mencumbu lika berkali-kali, lagi dan lagi, sampai membuat kemarahan sang istri pertamanya tergantikan gairah.


Layla menyentuh tubuhnya sendiri, mencoba mendapatkan kepuasan sendiri, tapi itu tak lantas menubuatnya puas.


“ aku menginginkannya juna, aku menginginkannya” seru layla dengan suara parau


Arjuna menggendong tubuh lika kembali ke dalam kamar istri mudanya itu, layla terus saja merengek dengan mengatakan hal yang sama.

__ADS_1


“aku menginginkannya, lakukan sesuatu juna” suara parau karna hasrat itu sudah tercampur dengan amarah.


“ ayo!” seru arjuna setelah meletakan tubuh lika terbaring di atas tempat tidur.


__ADS_2