
Senin pagi.
Lika mengantar teh untuk arjuan seperti hari-hari sebelumnya, namun entah kenapa gadis itu merasakan hawa yang mencekam di ruangan presdir itu, tatapan mata arjuna dan beni seolah menghunus keberaniannya hingga mati di tempat.
Lika bergegas meletakan teh yang ia buat di atas meja agar bisa lekas pergi dari sana, tapi ternyata keadaan tak membiarkannya begitu saja.
“ lika tunggu!” ucap arjuna,
Sang presdir tampan yang malang itu bangkit dari kursi kebesarannya, ia berjalan mendekat ke arah lika, lalu menarik tangan mulus lika, membawa wanita itu untuk duduk bersama di sofa tamu dalam ruangan itu.
“ dokter malik” beni menyebut nama itu seraya mendudukkan diri di hadapan lika
Lika tak hanya kesulitan menelan salivanya, tapi tubuh gadis itu pun tegang, hatinya bertanya pada otak cerdasnya ‘ apakah mereka sudah tahu bahwa dokter malik yang mereka cari itu tidak bukan adalah aku? ‘
Arjuna dan beni tersenyum setelah melihat reaksi lika, keduanya saling melirik kemudian mengangguk secara bersamaan, sudah dapat dipastikan kedua pria itu kini percaya pada ucapan viki, yang mengatakan ‘ jika ingin bertemu dokter malik, lika adalah kuncinya'
“ lika tolong..
“ tidak bisa! Sudah aku katakan aku tidak bisa melakukannya” lika menyela ucapan arjuna dengan suara yang lentang, seraya bangkit berdiri dari duduknya
“ dengarkan dulu” pinta arjuna seraya menarik lika untuk kembali duduk di sampingnya.
“ jangan paksa aku, kumohon! Aku tidak bisa main kucing-kucingan, pokoknya paman abas harus tahu dulu” terang lika
“ heh! Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Pak arjun bahkan belum mengatakan apa pun, dan kau malah bicara tentang main kucing-kucingan ” bentak beni, karna kesal ia sampai menggebrak meja di hadapannya.
“ tenangkan dirimu beni” titah arjuna tegas,
Lika menoleh menatap arjuna, ia tidak menyangka pria kalem seperti arjuna bisa tegas juga pada beni, lika kira arjuna hanya selalu tegas pada yang lain saja.
“ Lika aku ingin meminta sedikit bantuan darimu, dokter malik, aku tahu kau mengenalnya bukan! Tolong bawa dia ke hadapanku” ucap arjuna dengan penuh harap
Lika melihat bola mata penuh kepedihan di wajah tampan pria itu, dan hal itu membuatnya reflek menganggukkan kepalanya.
“ tunggu! Gimana maksudnya?” tanya lika yang tersadar setelah terhipnotis kemalangan pria tampan di hadapannya itu
“ bantu kami mencari dokter malik” ucap beni dengan suara yang lembut
Lika tersenyum getir, ia tidak tahu apakah dirinya harus bersyukur karna mereka belum tahu tentangnya, atau harus cemas dengan permintaan itu.
__ADS_1
Lika mengiakan permintaan itu, dan akan memikirkan sisanya nanti.
Sejak pagi itu lika terus melaporkan hal sepele mengenai dirinya sendiri.
“ hari senin dokter malik pergi ke hotel xx, ia memesan satu kamar dan tidak keluar selama 3 jam” lapor lika pada hari selasa
“ hari selasa kemarin dokter malik pergi ke mall di jam istirahat, ia makan siang bersama ibu devi di foodcourt yang terletak ruvtop mall itu” lapor lika pada hari rabu
“ hari rabu kemarin, dokter malik menemani ibu devi arisan setelah pulang kantor, acaranya berlangsung sampai jam 9 malam” lapor lika pada hari kamis
Tanpa terasa sekarang sudah hari jum’at saja, itu berarti ini sudah hari ke lima lika bersantai ria di jam kantor, walau bukan keinginannya untuk melakukan itu, tapi merasa ia harus melakukannya agar tidak dicurigai bukan!
Alasan mencari informasi terkait dokter malik itu ternyata banyak menguntungkannya, lika juga sering menggunakan alasan itu saat beni memarahinya, hingga pria dingin itu kini jinak dalam genggamannya.
Seperti biasa, hari ini lika juga membuat teh sembari memikirkan laporan apa lagi yang hendak ia berikan, ia bahkan bersenandung ria saat mengaduk teh dalam cangkir itu, suasana hatinya selalu riang sejak beni tak lagi memerintahkannya untuk menyelesaikan pekerjaan orang lain di waktu senggangnya.
Tanpa lika ketahui, beni tengah menghasut arjuna karna geram akan sikapnya itu.
“ kak! Apa kakak tidak merasa aneh, lika hanya melaporkan apa yang dokter malik lakukan selama beberapa hari ini, dia seperti tengah mengulur waktu” ucap beni
“ biarkan saja dulu, aku hanya tidak ingin jika harus jujur tentang kondisiku jika mendesaknya” jawab arjuna santai
Saat tengah membaca laporan itu, lika mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan setelah mendapat ijin dari sang pemilik.
“ ini tehnya tuan!” ucap lika seraya meletakan segelas teh dan kudapan yang ia bawa.
“ hari kamis kemarin...
Arjuna mengangkat tangan memberi kode agar lika berhenti bicara, pria tampan yang malang itu bangkit dari singgasananya, dengan membawa sebuah file ia berjalan menuju sofa, dan meminta lika untuk ikut duduk bersamanya.
“ apa maksud dari laporan ini lika? Kau gunakan untuk apa uang cash kantor yang kau ganti via tranfer ini? “ tanya arjuan serius
“ aku gunakan untuk membantu orang tuan” terang lika jujur
“ membantu orang bagaimana maksudnya? Kau harus menjelaskannya secara terperinci” ucap beni,
Pria berkacamata itu sengaja mencari-cari kesalahan lika agar bisa mendesak wanita itu, beni ingin segera bertemu dengan dokter malik dan menyelesaikan semua masalah yang ada.
“ ben tolong ambil kertas kosong dan bulpoint” titah arjuna yang dijalankan dengan semangat '45 oleh beni
__ADS_1
Beni meletakan kertas putih di meja. Lika mendengus kesal saat beni memaksanya untuk menggenggam bolpoin bertinta hitam itu.
“ tulis laporan secara terperinci, kapan dan bagaimana uang itu kau berikan” titah arjuna
Lika menghela nafas kasar, sungguh! ia tidak suka di paksa menulis semua kebaikannya untuk ia perlihatkan.
“ bagaimana jika aku lupa? ” Tanya lika mencoba untuk berkilah
“Jika kau lupa aku akan menjebloskan mu ke dalam penjara dengan alasan korupsi” beni yang menyahuti dengan seringai liciknya.
Arjuna dan beni memperhatikan dengan seksama saat lika hendak membubuhi tinta di atas kertas, setiap kata yang lika tulis beni baca dengan lentang.
Tanggal sekian bulan sekian, pagi hari saat tengah perjalanan menuju butik memberikan uang pada dua orang pengamen di simpang tiga, masing-masing 5rb,
Siang hari saat melintas jalan xx ada yang tengah meminta sumbangan untuk pembangunan masjid setempat, 200rb di masukan ke dalam kotak amal itu.
Memberi makan tukang kerai yang tidak sengaja di temui saat hendak makan siang, di warung padang habis 25rb,
Memborong bunga dari gadis kecil sejumlah 150rb saat hendak kembali ke kantor setelah membayar tagihan
“ kenapa kau hanya menulis tanggal kemarin saja lika?” tanya arjuna heran
“ karna aku sudah melupakannya pak arjuna yang terhormat, walau setelah di paksa aku hanya bisa mengingat hari kemarin”
Beni yang awalnya terpaku melihat laporan itu, tiba-tiba tertawa sampai terbahak-bahak, saat arjuna dan lika menatapnya penuh tanya, ia lalu berkata “ kau mengingatkan aku pada pak madit, lika”
“ siapa pak madit?” tanya arjuna heran
“ itu loh kak, tokoh dalam sinetron religi romadhon yang selalu mencatat kebaikan yang dilakukannya dalam buku, bukankah yang lika lakukan sekarang sudah sama seperti dirinya” terang beni
Lika yang juga mengetahui tokoh itu pun jadi geram, ia tidak pernah merasa dipermalukan seperti saat ini sebelumnya, gadis itu sampai meneriakkan sebuah tanya “ memangnya gara-gara siapa aku jadi melakukan hal konyol seperti ini?”
“ Aku yakin kalian pasti tidak melakukan hal ini hanya untuk mendapat kesenangan saja kan, sebenarnya apa yang kalian inginkan? ” ucap lika diiringi tanya
Lika melayangkan tatapan menyelidik pada kedua pria itu, sepertinya otak cerdas gadis itu menangkap adanya maksud lain dari tindakan atasannya itu.
“ dokter malik” ucap beni dengan serius
“ berhentilah bermain-main lika, dan pertemukan aku dengan dokter malik” sahut arjuna dengan serius
__ADS_1
Lika tertawa garing lalu berkata “ dokter malik lagi rupanya! Jika kakak memang seingin itu, kenapa tidak turuti saja keinginan dokter malik? Hanya perlu jujur saja pada paman abas, apa sulitnya?”