
Lika keluar dari kamar saat tenggorokannya terasa kering, ia yang tak tahu letak dapur rumah itu pun menaiki anak tangga, lika berniat mengetuk pintu kamar layla, bukan bermaksud untuk mengganggu arjuna dan layla, melainkan hanya untuk bertanya di mana letak dapurnya saja, ya! Hanya untuk bertanya akan hal itu.
Lika mengetahui letak kamar layla karna sebelumnya ia melihat suaminya dan juga layla menaiki anak tangga, dan memasuki salah satu pintu ruangan di lantai atas, yang ia yakini sebagai kamar layla.
Setelah tiba di depan pintu itu, tangganya yang mengepal hendak mengetuk malah 0hanya tergantung di udara, lika menahan diri saat mendengar suar dari dalam kamar itu.
“Ahhh... Ju...na... Lebih cepat sayang!”
“ ahhh... Lagi juna! Lagi! Ahhh...”
Arjuna tidak sadar, dan lika tidak tahu, layla yang melihat bayangan hitam di bawah pintu dengan sengaja menonaktifkan peredam suara di dalam kamarnya, ia ingin menunjukkan tempatnya pada lika, yang layla yakini kini tengah berdiri di depan pintu kamarnya.
Suara-suara itu tak hanya membuat telinga lika sakit, tapi juga sukses membuat hatinya perih, terasa seperti teriris sembilu, lika pun bergegas pergi dari sana dengan terus menutup telinganya, ia tak mau lagi mendengar ******* nikmat dari istri pertama suaminya.
Lika kembali menuruni anak tangga sambil menahan perih di hati dan rasa panas di matanya.
“ jangan menangis lika!”
Seruan itu berulang kali lika ucapkan pada dirinya sendiri, gadis itu pun kemudian menyusuri setiap ruangan di lantai bawah untuk mencari letak dapur.
Lika menjatuhkan diri terduduk di lantai saat dirinya berhasil menemukan dapur rumah itu, ia menangis tersedu-sedu, dengan telapak tangan yang terus sibuk menyeka air mata yang membasahi pipinya.
Lika tidak tahu apa yang membuat air mata itu jatuh tak tertahankan, entah karna dapur yang ia cari kemana-mana ternyata tak jauh dari tangga dan letak kamarnya, atau kah karna pikirannya terus memikirkan suami yang tengah bercumbu dengan sang istri pertama, lika hanya ingin menangis, dan ia melakukannya.
Setelah puas menangis, lika kembali bangkit dari sana, ia berjalan mendekati lemari es, kemudian membuka pintu lemari pendingin itu, sang istri muda pun melepaskan dahaga dengan meneguk air putih dingin yang ia ambil dari sana.
Setelah meletakan gelas yang sudah kosong ke atas meja, pandangan mata lika menyapu semua yang ada di dapur itu, sang mantan dokter pun mencari tahu apa saja yang ada di sana, membuka setiap laci dan lemari yang ada di dekatnya.
Sesaat lika pun teringat pada sang ayah, ia kemudian berpikir untuk membuat susu jahe, sebelumnya sang ayah selalu membuatkan susu jahe untuknya, saat dirinya tengah gundah atau kesulitan untuk tidur, mereka akan duduk bersama sambil menikmati minuman itu, minuman yang selalu bisa membuatnya merasa lebih tenang.
Lika mendudukkan diri di kursi bar dapur setelah menyajikan susu jahe yang telah benar-benar ia buat ke dalam gelas, sosok arjuna tampak terlihat berdiri di ambang pintu ketika dirinya baru saja ia hendak meneguk minuman hangat itu, suaminya itu hanya mengenakan celana pendek dan tampak berkeringat.
Arjuna melempar senyum saat memasuki dapur, dengan santainya pria itu menuangkan air putih dan meneguknya dari gelas yang tadi bekas lika pakai, lika yang melihat hampir tersedak melihat tingkah suaminya itu.
“ kak itu gelas bekas lika loh! “ seru lika
“ lalu memangnya kenap?”
“ emang kakak ga merasa jijik gitu?”
__ADS_1
“ kenapa harus jijik sama gelas bekas istri sendiri”
Arjuna mendudukkan diri di hadapan lika lalu bertanya “ kau sedang minum apa? Dan kenapa belum tidur?”
“ gak bisa tidur kak, ini susu jahe, biasanya kalau gak bisa tidur ayah suka bikinin minuman ini buat lika”
“ bukanya jahe itu buat masak ya lik?” tanya juna heran
“ iya tapi bisa di bikin minuman juga kok”
“ gimana rasanya?”
“ enak kok kak, mau coba?”
Arjuna mengangguk dengan antusias, pria itu lalu menggenggam pergelangan tangan lika, menahannya seraya bertanya “ mau ke mana?” saat melihat lika yang malah bangkit dari duduknya
“ lika mau menuangkan susu jahe ke gelas kak”
“ untuk siapa?”
“ ya untuk kakak lah, katanya mau coba”
Lika pun kembali duduk, ia menyodorkan gelas miliknya, dan tak disangka arjuna tanpa ragu meneguk minuman itu, bahkan di bagian bekas bibirnya menempel tadi.
Arjuna hanya mencicipi sedikit, minuman yang terasa sedikit pedas itu ternyata bukan seleranya, ia mengembalikan gelas pada sang pemilik sambil terus memperhatikan wajah lika, terutama bagian mata yang terlihat bengkak seperti habis menangis.
“ kau habis menangis lika?” arjuna tak bisa menahan diri untuk bertanya
Lika yang hendak meneguk minumannya jadi kembali meletakan gelas setelah mendengar tanya itu, lika yang tak ingin arjuna tahu tentang rasa sakitnya pun berkata jujur dengan sedikit kebohongan
“ iya kak! Lika sedih karna rindu ayah, jadinya gak bisa tidur”
“ mau lihat bintang bersama tidak? Pemandangan langit malamnya lagi bagus”
“ tapi ini kan sudah hampir dini hari kak! Memangnya kakak gak mau tidur?”
“ Ada yang salah pada diriku lika! Dan itu membuatku tidak bisa tidur”
“ Apa kakak sakit?”
__ADS_1
“ iya! Sakitnya tuh di sini” jawab arjuna seraya memukul dada dengan tangan mengepal sambil tersenyum
“ ihhh... Kakak lagi bercanda ya! Gak lucu tahu”
“ gak lucu juga tak masalah, yang penting lika jadi senyum sekarang”
Lika tersipu mendengar itu, ia merasa senang karna suaminya kini tengah mencoba menghibur dirinya.
“ ayo lihat bintang” ucap lika seraya bangkit dari duduknya, senyum dan kerlingan mata arjuna sukses membuat lika jadi salah tingkah.
Arjuna pun ikut bangkit, ia meraih tangan lika untuk ia genggam, lalu membawa sang istri muda menuju halaman di samping rumah.
Arjuna duduk di atas teras rumahnya dan meminta lika untuk duduk bersamanya, pria itu menyelimuti kakinya sendiri setelah mereka duduk bersanding.
“ kaki lika gak di selimutin juga kak? Biasanya di film romantis pria itu selalu mendahulukan wanitanya loh”
“ itu kan di film romantis! Kalau di dunia nyata mah beda, kalau lika kedinginan peluk kakak aja!” ucap arjuna sambil tersenyum
“ maunya!” ucap lika seraya memalingkan wajah
Tanpa di duga arjuna memindahkan kaki lika, memasukkannya ke dalam selimut, menumpang kan-nya di atas kakinya, tak sampai di situ saja, arjuna juga menarik pundak lika, membuat sang istri muda bersandar di bahunya.
“ nyaman kan!” ucap arjuna,
Lika mengangguk dengan kepala yang menunduk, menyembunyikan wajahnya yang merona merah karna ulah sang suami.
Entah apa sebabnya? Entah bagaimana? Rasa kantuk itu datang menghampiri si gadis, perlahan lika mulai menutup matanya saat sang kelopak mulai terasa berat untuk di angkat.
Arjuna yang melihat lika tertidur pun memandangi wajah sang istri muda dengan lekat, perlahan ia membawa tubuh itu untuk berbaring di atas lantai yang dingin, pria itu membiarkan lengannya menjadi bantal untuk sang istri, ia bahkan dengan sengaja tidur menyamping agar bisa terus memandangi wajah cantik lika.
“ tidak masalah jika kau tidak ingin aku sentuh lika, tapi jangan menangis, aku tak suka melihatmu bersedih karna diriku” ucap arjuna, satu tangannya yang bebas menyibakkan anak rambut yang tertiup angin hingga menutupi wajah lika.
Lika yang mendengar itu hanya bisa membatin “ itu tidak benar kak! Aku sama sekali tidak keberatan kau sentuh, aku malah menginginkannya”
“ lika! Ini rahasia, sebenarnya aku mulai jatuh cinta pada dirimu” bisik arjuna yang kemudian mengecup pipi lika
Batin lika bersorak kegirangan saat mendengar bisikan itu, namun walau ingin sekali menyahuti ucapan sang suami, tapi bibir dan matanya terasa menempel, sangat sulit untuk terbuka.
“ selamat tidur sayangku” bisik arjuna lagi, ia pun memberikan kecupan di dahi istri mudanya itu, sebelum akhirnya membiarkan kelopak matanya ikut terpejam di tengah dinginnya malam.
__ADS_1