
“ kalau di bilang in tuh di dengerin! Jangan ngebantah mulu, ngeluh mulu kerjaanmu la, malesnya di ilangin, manjanya di kurangin, bersikaplah dewasa, kamu tuh udah 30 tahun, malu sama umur la, sikap seenak jidatmu itu dari dulu gak pernah Ilang-ilang”
Ucapan umi menjadi penutup dari siksaan untuk layla, bukan karna mereka sudah puas memarahi, menghukum, dan menasehati putri mereka, tapi karna abi dan umi melihat arjuna berjalan kembali setelah bicara dengan ayahnya.
“ bi! Mi! Juna ijin keluar sebentar, tadi juna di kasih tugas sama papah, nanti juna pulangnya ke sini lagi kok! Mau nginep juga kan!” ucap arjuna pamit setelah mendudukkan diri di samping abi
“ memangnya tidak apa-apa kamu nginep di sini?” tanya abi
“Hari ini lika di minta nginep di rumah papah, jadi gak apa-apa bi!” jawab arjuna
“ ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan, semoga urusanya cepat selesai jadi juna bisa makan malam di rumah” ucap abi
“ InsyaAllah juna usahain bi, juna pergi ya bi” ucap arjuna yang diangguki oleh abi
Arjuna bangkit dari duduknya, ia mencium punggung tangan kedua orang tua layla, kemudian mengelus lembut kepala layla seraya berkata “ di tinggal dulu sebentar ya sayang!” dengan suara yang begitu lembut
Layla bangkit dari duduknya, ia mencium punggung tangan arjuna seraya berkata “ iya mas, hati-hati di jalan, jaga diri baik-baik dan cepet pulang ya!”
Abi dan umi tersenyum senang pemandangan itu.
Arjuna bergegas pergi meninggalkan kediaman keluarga layla, ia memacu mobilnya menuju sebuah hotel, senyumnya selalu mengembang di wajah tampannya kala ia membayangkan rencana siang itu.
Beni menghampiri bastian, devi dan juga lika yang tengah asik memilih camilan di carrefour yang berada di dalam mall, pria itu berkata “ om! Tante! Bisa bicara sebentar”
“ ada apa? Ngomong aja langsung ben” ucap bastian
“ boleh pinjem lika bentar gak om! Tan!” ijin beni
“ mau ngapain memangnya?”tanya devi
“ jadi gini om, tan, perusahaan kita menggaet client baru, dia seorang wanita, tapi sikapnya itu gak banget deh om, coba kalian pikir, masa dia ngajak meeting di hotel, pas lagi libur pula, udah pasti wanita itu mau ngajak kerja sama sambil berusaha menggoda aku sama kak juna deh, yakin aku” tutur beni menjelaskan
“ kalau gitu kenapa ga di tolak aja?” tanya bastian
“ tawarannya terlalu menggiurkan om, makanya saya dan arjuna sepakat mau kirim lika untuk meeting dengannya, boleh ya! Om, tan” jawab beni
“ gimana nak Kamu bersedia?” tanya devi seraya mengelus pundak lika
“ lika ragu mah, gimana kalau nanti lika malah mengacau?” jawab lika diiringi tanya
“ gak usah khawatir lik, kamu cuma harus turutin maunya aja kok! Sisanya nanti di beresin sama kakak “ ucap beni meyakinkan
“ ya udah deh! Lika pergi dulu ya mah, pah” ucap lika
Setelah mendapat ijin dari bastian dan devi, dan lika pun setuju, beni mengajak lika untuk pergi dari sana, mereka meninggalkan mall dan menuju sebuah hotel.
“ ini kamarnya lik, kamu masuk sendiri gak papa kan!” ucap beni begitu tiba di depan salah satu kamar hotel
“ tunggu pak ben! Jelasin dulu apa yang harus lika lakuin di dalam” ucap lika seraya mencekal tangan beni
“ kamu cukup dengerin sama turutin maunya aja! “ ucap beni
“ yakin itu doank! “ tanya lika memastikan
“ iya lika cantik, udah sana masuk” ucap beni seraya mendorong punggung lika
“ gak usah dorong-dorong, aku bisa masuk sendiri”
Beni membuka pintu kamar hotel itu lalu mendorong lika masuk, pria berkacamata itu kembali menutup pintu kemudian berkata “ selamat bersenang-senang” sebelum pergi dari sana
__ADS_1
Lika jadi merasakan firasat buruk setelah beni mengatakan hal itu, gadis itu pun mencoba untk membuka pintu berniat untuk pergi, tapi sayang pintunya terkunci.
Dengan panik lika menggedor pintu itu seraya berteriak “pak beni buka!” satu tangannya memegang handle pintu berusaha membuka-nya.
Lama lika berusaha untuk keluar, tapi usahanya itu hanyalah sia-sia,
“ buka pintunya aku mohon” ucap lika yang mulai menitihkan air mata.
Tubuh lika menegang saat sebuah tangan memeluknya dari belakang, gadis itu tersentak merasakan tengkuknya di kecup dengan lembut, lika pun berusaha untuk membalikkan tubuhnya, tapi sayang tubuh lika didorong sampai punggungnya menghantam pintu setelah lika berhasil melakukannya.
“ kak juna!” lika terkejut saat melihat arjuna di sana
“ ngapain si kaya gini, bikin lika takut aja tau gak! “ protes lika seraya memukul dada bidang arjuna
“ maaf sayang! jangan nangis gitu donk! Kamu kan sekarang lagi di sandera suami sendiri”
“ gak usah sayang-sayang, kakak juga manggil mba layla sayang kan!” ucap lika kesal
Lika melipat tangan di dada saat arjuna memojokkannya di depan pintu.
“ kalau gak mau di panggil sayang terus maunya di panggil apa?” tanya juna
Lika diam tak menjawab
“ bebby!“
“ lebay”
“ cintaku!”
“ nora”
“ memangnya lika lebah”
“ adek!”
“ gak keren!” ucap lika sambil menahan diri untuk tidak tersenyum, namun pipinya yang memerah tidak dapat menyembunyikan kesenangannya saat di panggil “adek” oleh suaminya
“ adek! Dek lika, adek likanya kakak pipinya memerah, ketebelan blush on nich kayanya!” canda arjuna
“ gak lucu!” ucap lika, gadis itu memalingkan wajah menyembunyikan senyumannya.
Arjuna menarik dagu lika, memaksanya mendongak agar gadis itu menatapnya, tanpa meminta ijin terlebih dulu, arjuna pun mencium bibir merah sang istri muda.
Mereka ciuman loh ya! Benar-benar berciuman.
Siang itu lika melepaskan keperawanannya bersamaan dengan arjuna yang melepas keperjakaannya, gadis itu...
Ralat! Wanita itu, lika sudah bukan gadis lagi kan!
Wanita itu melaksanakan tugasnya sebagai istri dan juga dokter bagi arjuna.
Arjuna begitu menikmatinya, ia melakukannya lagi dan lagi seolah tak pernah puas dengan percintaannya, begitu pun dengan lika, ia menuruti perintah beni untuk mengikuti keinginan client palsunya ini.
Lika bukan tak punya rasa lelah, tapi karna arjuna masih belum normal, pria itu belum bisa mengendalikan pelepasannya, sang ular kobra masih sangat sensitif, ia terus mengeluarkan bisa hanya dalam hitungan satu sampai dua menit saja, karna itulah lika sanggup melayani suaminya berkali-kali.
Lika yang sadar dengan kondisi sang suami pun ikut memaksa arjuna untuk melakukannya lagi dan lagi, sampai arjuna bisa melampaui batas tertentu, karena hal itu amat sangat di perlukan dalam proses pengobatan itu sendiri.
Keduanya duduk bersandar di kursi setelah lelah melakukan percintaan itu.
__ADS_1
Tapi, ada apa dengan lika?
Wanita itu tampak tengah memikirkan sesuatu dalam pelukan arjuna.
“ ade mikirin apa? Gak nyesel kan!”
“ adek ngak nyesel, tapi kak! Ini yang pertama untuk kakak juga ya?”
“ kok adek tahu!” arjuna menutup mulutnya setelah tak sengaja mengatakan itu.
“ loh jadi benar! Berati semalam kakak gak menyentuh mba layla dong ya?” lika ingin memastikan dugaannya
“ gak! Burung kakak bobo dek, gak tau kenapa dia gak mau bangun tuh, beda kalau sama ade” terang arjuna sambil tersenyum, kerlingan matanya menggoda sang istri muda.
Arjuna tiba-tiba melepaskan pelukan, ia menjauhkan sedikit tubuh lika seraya memegang lengannya, kemudian bertanya “ tapi ade beneran gak perlu di bawa ke rumah sakit nich? Itunya ade tadi berdarah loh, memangnya gak sakit?”
“ sakit sih! Tapi untuk hal seperti ini tidak perlu di bawa ke dokter kak, tenang aja ya!” ucap lika yakin
Tapi tidak dengan arjuna “ yakin gak apa-apa? Kakak khawatir loh”
Lika mengangguk seraya berkata “ yakin kak! Kakak lupa ya! Lika kan mantan dokter, jadi tahu bagaimana kondisi lika saat ini” mencoba meyakinkan arjuna, padahal diri merasa malu saat menjelaskannya, dan tak mau lebih malu lagi dengan memeriksakan diri ke dokter.
keheningan tercipta diantara keduanya, baik arjuna maupun lika, mereka tengah mengistirahatkan tubuh guna mengembalikan tenaga yang terkuras.
Setelah merasa lebih kuat, arjuna menggendong tubuh lika yang tertidur dalam pelukannya, memindahkannya ke atas tempat tidur, membiarkan lika berbaring agar bisa beristirahat dengan lebih nyaman.
Arjuna kemudian membersihkan dirinya, lalu mengenakan pakayan yang telah beni siapkan sebelumnya, arjuna harus pergi walau sebenarnya ia tak ingin.
“Adek! Maaf kakak tinggal sebentar ya!” ucap arjuna
Presdir tampan itu mencium kening sang istri muda sebelum meninggalkan kamar.
Arjuna pergi menemui beni di restoran yang berada di lantai dasar hotel itu.
“ gimana hasilnya kak?” tanya beni antusias saat melihat arjuna mendudukkan diri di hadepannya.
“ gool donk!” jawab arjuna seraya memainkan alisnya
“ cie.... Bentar lagi aku dapet ponakan donk!” goda beni
“ do'a in aja ben! kamu sendiri? Gimana sama kerjaan yang aku minta? Beres kan! Cape nich harus terus bersandiwara”
“ aman pokoknya mah! Di jamin mulus deh bozzz” jawab beni penuh percaya diri
“ kerja bagus ben! Pantau terus jangan sampai lepas” bangga arjuna seraya menepuk bahu beni
Beni mengangguk, tanganya terulur untuk meraih gelas di hadapannya, pria berkacamata itu meneguk minuman favoritnya.
“ aku tidak menyangka kakak ternyata begitu pandai bersandiwara, gak kalah deh sama aktor-aktor yang udah dapet piala penghargaan, semua orang sampai tertipu, bahkan aku saja sampai terkecoh, aku pikir kakak sudah ketularan gila dan otak kakak sudah tumpul karna cinta, tapi ternyata diam-diam kakak membuat siasat yang sangat menakjubkan, kenapa kakak tidak melibatkan ku sejak awal? Bukankah aku cukup berguna? ”
“aku bergerak sendiri agar lebih aman, memanfaatkan apa yang bisa aku dapatkan, dan menikmati hidup dengan kesenangan baru, aku hanya tinggal menunggu waktu untuk mengakhirinya”
.
.
.
Stttt... Ben! Jun! Sudah cukup! Kalian terlalu banyak bicara, jangan sampai membocorkan rahasia gitu donk, nanti gak seru, gak ada yang penasaran...
__ADS_1
Salam dari author...ᕦ😘ᕤ