
Di bawah sinar rembulan malam, dengan langit bertabur bintang yang menjadi saksi, arjuna mengucapkan ijabnya dengan suara lentang dalam satu tarikan nafas.
“ Saya terima nikah dan kawinnya malika putri gunawan binti gunawan dengan mas kawin dua gram cincin permata di bayar tunai”
Kata “sah” pun terseru dari para saksi yang hadir kala itu, walau pernikahan digelar secara sederhana dan singkat, namun semua orang tampak menikmatinya, perasaan bahagia, haru, dan sedih berpadu menjadi satu.
Sebelum mengakhiri pesta yang tidak lebih dari dua jam itu, mereka melakukan sesi foto bersama, bahkan beni tampak terlihat paling bersemangat, padahal ia awalnya menentang adanya wanita lain dalam kehidupan kakak sepupunya itu.
Arjuna langsung memboyong sang istri muda pulang ke rumah pribadinya, dalam temaramnya pencahayaan ruang tamu, kedua insan yang baru dinikahkan itu melihat layla dudu di ruang tamu, ada rasa bersalah di hati keduanya, mereka merasa buruk karna bahagia di atas penderitaan sang istri pertama.
“ sudah pulang!” seru layla lembut
Dari nada suaranya lika bisa menangkap kegetiran hati wanita itu, lika tahu bahwa perbuatan layla pada suami mereka salah, tapi ia juga tahu layla juga pasti terluka karna pernikahannya.
“ ayo masuk lika, aku akan tunjukan kamarmu” ucap arjuna,
Lika melirik ke arah arjuna, tak biasanya pria itu bersikap dingin dan cuek pada layla, karna yang lika tahu arjuna selalu lembut pada istri pertamanya itu.
“ tinggalkan lika di sini jun, akh mau bicara empat mata dengannya” pinta layla, wanita itu bangkit dari duduknya dan menghampiri sang pengantin baru
Arjuna menarik lika, menyembunyikan istri mudanya di balik punggung lalu berkata “ jangan berbuat macam-macam padanya, kau bisa lakukan apa pun padaku tapi tidak padanya, dia tidak salah layla, aku yang salah, jadi jika kau mau marah, marahlah padaku”
Lika yang tidak tahu tentang apa yang terjadi hanya bisa diam, ia tak mau ikut campur dalam hubungan suami dan istri pertamanya itu.
“ aku cuma mau bicara padanya mas” terang layla dengan mata yang mulai berkaca-kaca
“ kak! Kak juna masuk duluan saja, lika juga mau bicara sama mba layla” ucap lika,
Sang mantan dokter itu buka suara karna tak tahan melihat penderitaan di wajah layla, ia mengangguk dan tersenyum saat arjuna menatap dirinya, mencoba meyakinkan sang suami bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Layla melangkah semakin dekat setelah melihat arjuna masuk ke dalam kamar, ia mencengkeram lengan lika, lalu berkata “ kenapa kau mau di jadikan yang kedua lika? Kau itu cantik, muda, dan berbakat, kau bisa mendapatkan yang lebih baik dari suami ku, tapi kenapa...
__ADS_1
Layla yang awalnya berdiri tegar kini ambruk di hadapan lika, wanita itu jatuh terduduk di lantai dengan air mata yang mengalir deras membasahi pipinya.
Rasa bersalah di hati lika kian besar, kebahagiaan yang ia rasakan kini hilang terhempas oleh rasa sesak yang seolah memenuhi rongga dadanya.
Lika berjongkok menyejajarkan tubuhnya dengan layla, ia merengkuh memeluk wanita yang tengah menangis itu lalu berkata “ maafkan aku mba! Aku tidak berniat merebut kak juna dari mba, aku hanya ingin membantu mengobatinya saja, dan pernikahan ini adalah syarat yang ayah berikan”
Lika mengatakan kenyataan yang terjadi, walau ia tertarik pada arjuna, tapi lika bertekat untuk tidak menghancurkan atau berusaha merebut arjuna, ia akan diam dan menerima walau jadi yang kedua.
“ kau tidak tahu seberapa keras aku berusaha, aku sampai memberikan obat pada suamiku sendiri, obat yang bisa membuatnya jadi impoten...
Layla mengakui kesalahannya dalam pelukan lika, namun kemudian ia melepaskan diri dari pelukan madunya itu, ia kembali mencengkeram lengan lika, menatapnya seraya berkata “ karena aku sangat mencintainya, aku sangat mencintai arjuna sampai aku tidak rela berbagi dia dengan wanita lain”
Layla menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya “ aku tahu dengan jelas dunianya, dia dikelilingi oleh para wanita cantik dan seksi, posisinya sebagai presdir, ketampanannya, membuatnya jadi sosok sempurna, tak’kan ada satu wanita pun yang bisa menolak pesonanya, tapi sekarang kau sudah menghancurkan kerja kerasku lika”
Lika tak bisa menahan air matanya, bukan hanya karna rasa sesak di hatinya saja, rasa bersalah yang ia rasakan pun seolah menusuk semakin dalam, sang mantan dokter itu hanya bisa diam dan menerima saat layla memukul dadanya dengan pelan, mungkin ia tak lagi punya tenaga untuk menyakiti lika, ia terus saja berseru “kau jahat! Kau jahat lika” berulang kali sampai akhirnya mendorong tubuh lika kemudian kembali berdiri dengan tegak.
“ jika kau masih punya sedikit saja perasaan, tolong! Biarkan aku menjadi yang pertama arjuna sentuh setelah dia sembuh nanti!” ucap pinta layla sebelum pergi meninggalkan lika sendiri di sana
Dalam deritanya, lika mensyukuri satu hal, untung saja riasan make up yang ia pakai tahan air, karna jika tidak! maka wajah lika akan berantakan, penampilannya yang masih mengenakan gaun berwarna putih itu akan membuatnya terlihat seperti hantu di tengah kegelapan.
Sang mantan dokter yang kini sudah menjadi istri muda arjuna itu berusaha menenangkan dirinya sebelum menyusul sang suami ke dalam kamar yang tadi dimasukinya.
“ lika kau tidak terluka kan!” ucap arjuna panik, presdir tampan itu menelisik tubuh lika, memastikan tidak ada luka di tubuh itu.
“ apa si kak! Aku baik-baik saja, kami hanya bicara tadi”
“ Syukurlah!!!” Arjuna menghela nafas lega setelah mendengar hal itu.
“ dengar lika! Jika layla berbuat macam-macam katakan saja padaku, jangan memendamnya sendiri, apa kau mengerti!” ucap arjuna seraya meraya menatap lika dengan lekat.
“ iya kak! Ayo cepat sekarang kakak buka baju” ucap lika sambil tersenyum
__ADS_1
“Itu.. Anu lika...
Arjuna yang mendadak gugup jadi membuatnya bicara dengan terbata.
“ anuku masih belum bisa digunakan” ucap arjuna lagi seraya menundukkan kepala, ia merasa buruk karna tidak bisa memberikan pelayanan pada sang istri.
Lika menepuk lengan arjuna pelan seraya berkata “ aku tahu kak!”
Lika berjalan mendekati tempat tidur, lalu berkata “ aku akan memulai terapinya malam ini, cepat buka baju dan celana kakak lalu berbaringlah di sini” kemudian menepuk tempat tidur yang kosong itu.
Wajah arjuna memerah, pria tampan itu bahkan sampai menggigit bibir bagian dalamnya karna malu dengan pikirannya sendiri, ingin merutuki dirinya yang telah bersikap bodoh, tapi tak mau menambah rasa malu di depan istri mudanya itu.
Lika memunggungi arjuna saat pria itu menanggalkan satu persatu pakaiannya, pria tampan itu lalu bertanya “ apakah aku juga harus melepaskan celana dalamku?” setelah hanya menyisakan bokser saja.
“ iya kak! Kak juna bisa pakai sarung jika merasa tidak nyaman” jawab lika,
Gadis itu berusaha menetralisir rasa gugupnya sendiri, walau sudah sering melihat batang saat masih menjadi dokter, tapi ia merasa belum siap melihat batang milik suaminya sendiri.
“ lika aku sudah siap” ucap arjuna
Lika pun perlahan menoleh, ia sedikit lega karna arjuna mengenakan sarung untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
“ Naiklah ke kasur kak!” seru lika seraya menepuk bagian tengah ranjang yang kosong itu
Arjuna pun merangkak naik ke tengah, ia lalu kembali mengajukan tanya “ aku harus duduk atau berbaring? ”
Tanya itu terdengar lucu di telinga sampai membuat lika tersenyum geli, sambil menahan diri untuk tidak tertawa lika pun berkata “ duduk dulu kak!”
Arjuna pun mengangguk, ia duduk dengan kaki terlentang di bagian tengah tempat tidur, pria tampan itu kembali mengajukan tanya “ kau mau apa?” saat melihat lika beralih ke belakang tubuhnya
“ diam dan rileks” ucap tegas lika seraya memukul pelan bahu arjuna, setelah menyentuh tubuh itu lika pun tahu bukan hanya dirinya yang tegang, tapi prianya juga.
__ADS_1