
Arjuna adalah sosok yang terkenal di dunia bisnis internasional, namanya pun cukup berpengaruh dalam pasar gelap berkat kerja samanya bersama tuan muda Arsena.
Seperti halnya tokoh protagonis dalam wiracarita mahabharata, sosoknya juga dikenal sebagai anggota pebisnis muda yang berparas menawan dan berhati lemah lembut.
Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Arjuna adalah lain sang dewanya cinta, namun Arjuna kita yang satu ini justru di kenal sebagai pujangga yang bodoh dalam urusan percintaan.
Cinta adalah racun yang mampu memperbudak seseorang sesuai kadarnya, dan Arjuna adalah tipe orang yang mudah menelan racun itu sampai tingkat kebucinan tertinggi.
Bagaimana bisa disebut demikian?
Karna saat Arjuna jatuh cinta, ia bisa memberi segalanya tanpa berharap, ia hanya akan memandang gadis itu saja, ia cenderung tak peduli dengan hal lain kecuali wanitanya itu sendiri, orang-orang menyebutnya bodoh karna diperbudak rasa cintanya sendiri, namun Arjuna bangga akan cintanya itu.
Orang sepertinya akan menderita jika jatuh dalam pelukan wanita yang tidak tepat, sebagai contoh hubungan Arjuna dan Layla, wanita itu termasuk dalam golongan wanita yang tidak tepat untuk Arjuna.
Karnanya cinta itu membuat Arjuna menderita, Arjuna pernah mencintai wanita itu dengan tulus, meski perlahan cintanya memudar terkikis oleh rasa kecewa, dan rasa sayangnya yang perlahan termakan oleh rasa sakitnya sendiri, hingga menjadikan dia sebagai pria tampan yang malang, tapi ia tak membenci wanita itu, karna tidak bisa dipungkiri bahwasanya ia juga pernah memiliki kenangan bahagia walau hanya sebentar.
Sejatinya pria yang tunduk dengan mudah di hadapan cinta, menjadi idaman bagi para wanita yang mendamba untuk menjadi ratu yang bertakhta seorang diri dalam hati.
Apakah tipe pria sepertinya selalu menderita?
Tentu tidak! Dia juga bisa bahagia, dan hal itu bisa terjadi hanya jika ia jatuh ke dalam pelukan wanita yang tepat, yang bukan hanya menuntut pengertian, tapi juga belajar untuk mengerti, yang bukan hanya meminta pengorbanan, tapi juga siap untuk berkorban, yang bukan hanya ingin di cinta, tapi juga mencintai dengan setulus hati.
Dan apakah Lika adalah orang yang tepat untuk Arjuna? Hanya waktu yang bisa menjawab hal itu.
“ hey hey heyyy.... Lihat presdir bodoh itu!”
Beni bicara pada angin saat melihat kelakuan sang presdir, yang katanya tidak peduli pada Lika tapi malah membelot, menyusup di antara kerumunan untuk diam-diam mendekati sang istri, Arjuna bahkan memasang telinganya lebar-lebar agar tahu apa yang di bicarakan sang istri dengan pria lain yang bernama Arsena itu.
“ Lika, kita ke kamarku saja bagaimana?”
Ucapan Arsena seolah menantang arjuna yang tengah diam-diam mengamati seperti seorang detektif, bagai menabuh genderang perang yang membuat jantung Arjuna berdebar tak karuan.
“ boleh, ayo!”
__ADS_1
Arjuna mengepalkan tangan saat mendengar sang istri menyetujui ajakan itu, sungguh! Ia merasa sesak sampai rasanya sulit untuk bernafas dengan normal.
“ Lihatlah bayangan dirimu di cermin kak! Percuma saja kau berusaha untuk tak peduli, saat dirimu bahkan berani menatap nyalang pada pria yang mencoba mendekati wanitamu, jika cinta dia aku saja!”
Bisikan beni yang disertai senyum iblis itu justru terdengar seperti bisikan malaikat, hati Arjuna bahkan sempat melunak untuk sesaat, membayangkan Lika dalam pelukannya membuat Arjuna kembali ingin mengejar wanita itu, namun saat bayangan sidang perpisahannya muncul, nyali yang membara itu seolah kembali padam.
“ tidak! Aku benci pernikahan” jawab Arjuna yang kemudian berlalu.
“ dasar keras kepala, bocah tua pengecut, presdir gila” maki beni kesal dengan tingkah Arjuna.
Arjuna yang dilanda kecemasan mengikuti Lika dan Arsena, amarahnya seolah mendesak saat melihat Lika masuk ke kamar pria lain, dan semakin bergejolak saat melihat Lika malah tersenyum ceria, seolah menikmatinya.
Lika senang bukan karna akan berduaan di kamar dengan Arsena, melainkan karna ia akan bertemu dengan keluarga candra, ya! Kamar itu bukanlah kamar pribadi milik Arsena, melainkan kamar yang di huni oleh keluarga candra.
Lika membiarkan Arsena merangkul punggungnya karna melihat Arjuna dari kejauhan, namun ia menghempaskan tangan Arsena pintu kamar itu di tutup.
“ Habis manis sepah dibuang” gumam Arsena protes
“ kalau sepah memang harus dibuang, kan udah gak enak untuk dimakan, ia kan kak!” sahut seorang wanita cantik membela.
Resky awalnya hanya duduk sambil membaca buku, tapi mulutnya terasa gatal saat mendengar Arsena mengeluh.
“ duduk lik!” ajak sena
Lika duduk di samping Resky, sementara Arsena memilih duduk di seberang agar bisa memandangi wajah Lika dengan bebas.
Lika mengabaikan Arsena yang memang selalu begitu, ia mengintip buku yang tengah di baca Resky sambil mengajukan sebuah tanya “ lagi baca buku apa ky?”
Resky pun menjawab tanya itu sambil menunjukkan cover dari buku itu “ ini loh kak, aku lagi baca novel romantis diary of zara, teman-temanku bilang novelnya seru, jadi aku coba baca”
“ kalau novel itu si memang seru” sahut Lika
Resky meletakan buku novelnya di meja dan meminta Lika untuk menceritakan kisah dari novel itu, ia yang memang tidak terlalu hobi membaca lebih senang mendengarkan sinopsis yang diceritakan oleh orang lain.
__ADS_1
Keduanya begitu asik, Lika yang terhanyut dalam kisah ceritanya sampai tak sadar ada dua orang yang ikut duduk dan menikmati cerita itu. Sampai sebuah teriakan terdengar dan mulut Arsena.
“ berhenti menciumi ibuku pria tua”
Arsena tidak membentak, ataupun benar-benar berteriak, hanya saja nada suaranya memang sedikit meninggi karna kesal.
Lika menoleh dan melihat ada sepasang suami istri di sampingnya, tuan candra tengah mencumbu sang istri dengan mesra di ruang tamu tanpa tahu rasa malu, ia seolah lupa jikalau mereka tengah berada di antara anak-anak muda.
“ oh.. Astaga sena, kau masih saja cemburu pada papi” ucap Aditya santai
Sementara itu nyonya iren justru membenamkan wajahnya di dada sang suami, ia merasa malu hanya pada Lika seorang.
“ cih... Aku tidak cemburu, aku tak peduli jika papi bermesraan dengan amihku, tapi tidak harus di depan kami kan!” sahut Arsena kesal.
Arsena memang sudah terbiasa melihat sang papi mencumbu amihnya tanpa kenal waktu dan tempat, namun entah kenapa sekarang ia jadi kehilangan konsentrasinya, Arsena kesal karna ia jadi terus memperhatikan bibir Lika seperti seorang pria mesum.
Aditya tersenyum saat melihat putranya menghindari tatapan Lika, ia tahu apa yang sebenarnya membuat sang putra marah, ia pun menarik sang putra untuk bicara berdua, meninggalkan para wanita dalam kecanggungan.
“ Bagaimana kabar pernikahanmu Lik?” tanya nyonya Iren
“ Seperti yang nyonya tahu, pernikahanku tidak seindah pernikahan nyonya dan tuan candra” ucap Lika lirih
Resky memilih masuk kamar dan menghindar dari percakapan mereka, dan entah kenapa itu membuat Lika sedikit lega, karna sejujurnya saat ini ia membutuhkan pencerahan, ia berharap bisa mendapat sedikit nasihat dari sosok wanita yang lebih berpengalaman seperti nyonya Iren.
Sejatinya Lika bukanlah orang yang bisa dengan mudah menceritakan masalah pada orang lain, tapi berbeda jika pada nyonya Iren, wanita yang pernah menjadi bos sang ayah itu sudah di anggap seperti ibunya sendiri, sama seperti Devi, nyonya Iren pun mencurahkan perhatian dan cinta yang tulus padanya.
Jika saja masalahnya bukan karna Arjuna, Lika sudah pasti akan bercerita pada mama Devi, tapi ia merasa canggung jika mengeluhkan suami pada ibu mertuanya, karna itulah Lika memilih untuk berbagi cerita dengan nyonya iren.
Lika mengungkapkan bahwa dirinya merasa sedikit kesulitan, hubungan dengan Arjuna jadi menggantung tidak jelas, Lika juga mengungkapkan bagaimana dirinya merasa berdosa karna telah mengabaikan suaminya sendiri, tapi di satu sisi ia meyakini bahwa suaminya sama sekali tidak menginginkannya.
“ jika menurut ibu kak Arjun-mu itu bukan tidak menginginkan Lika, karna terbukti ia tidak mengakhiri hubungan kalian”
Lika mendengarkan dengan serius saat nyonya Iren memberitahukan kisah cintanya, yang ternyata tidak seindah apa yang dirumorkan orang-orang.
__ADS_1
Setelah mendengarkan kisah itu, Lika menyadari akan banyak hal, bahwasanya ia belum pernah sekalipun berusaha untuk membuat Arjuna jatuh cinta, selama pernikahan mereka, Lika hanya berusaha bersikap baik secukupnya, dan menjalankan tugas dengan baik.
Yang pasti hatinya pun sibuk untuk merasakan rasa bersalah pada Layla, dan sibuk mengasihani suaminya yang malang, sebagai istri ia lupa untuk mencintai suaminya dengan tulus, melayaninya karna cinta dan bukan karna tugas, dan juga lupa untuk mencurahkan kasih sayang yang semestinya pada sang suami.