Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 63. Memberi penjelasan.


__ADS_3

Setelah mengetahui keberadaan sang istri muda, Arjuna pun mendatangi kediaman Gunawan, seorang pekerja membukakan gerbang, beberapa pegawai yang Arjuna jumpai pun menyapanya dengan ramah, tapi sayangnya, Arjuna sama sekali tidak di sambut dengan hangat oleh sang istri muda.


“ Apakah yang mereka katakan itu benar kak?”


Kalimat pertama yang Lika lontarkan saat Arjuna menemuinya, tanpa basa-basi ia melemparkan sebuah tanya, melemparkan tatapan tajam yang dipenuhi dengan karahan sesaat setelah sang suami menginjakkan kakinya di kediaman sang ayah.


“ duduklah! Kita bicara sambil duduk ya!” ucap Arjuna


Arjuna hendak menyentuh tangan Lika, berniat untuk membimbing sang wanita untuk duduk di sampingnya, namun Lika menghindar seraya berkata “ tidak! Jawab dulu pertanyaan ku dengan jujur kak, apa benar kakak hanya memanfaatkan aku?” dengan nada bicara yang mendesak


“ jawaban dari pertanyaanmu itu akan sangat panjang, jadi ayo kita bicara sambil duduk ya!” jawab Arjuna membujuk


Lika terpaksa menuruti ucapan sang suami, dengan wajah merajuk ia duduk di samping Arjuna, ia sebal melihat wajah suaminya yang terus saja tersenyum manis.


“ Saat papa tengah menemui presiden untuk meminta bantuan atas kasusmu, saat itu ayah justru datang menemuiku”


Dengan wajah serius Arjuna pun memulai ceritanya sambil mengingat masa itu.


Arjuna mengatakan bahwa gunawan menandatanganinya sesaat setelah ia menyelesaikan meetingnya dengan client, di sebuah cafe hotel itu keduanya duduk bersama.


Flashback percakapan pagi itu.


“ Aku tahu apa yang sudah menimpamu” ucap Gunawan


Arjuna yang awalnya hanya berniat untuk menyapa, malah mengikuti Gunawan setelah mendengar kalimat yang sahabat ayahnya itu lontarkan, mereka duduk di dalam ruangan khusus pelanggan VVIP.


“ apa yang paman ketahui tentangku?” tanya arjuna


“ Aku tahu kau menderita karna istrimu, aku tahu bahwa senjatamu seperti tak bernyawa, dan aku juga tahu apa yang sudah istrimu lakukan” ucap Bastian, senyumnya terlihat licik


“ Lalu... Apa yang paman inginkan dariku?”

__ADS_1


“ aku ingin balas dendam”


“ apa yang bisa aku dapatkan jika aku membantu paman? ”


“ nyawa junior mu”


Arjuna tersenyum mendengar perkataan itu, ia terkekeh seolah apa yang dikatakan Gunawan hannyalah sebuah gurauan.


“ Apa paman pikir aku akan percaya dengan perkataan itu? Yang benar saja! Maaf paman! Walau kau adalah sahabat papa, tapi aku tak punya waktu untuk mengurus balas dendamu, paman urus saja sendiri” jawab Arjuna


“ Aku serius Arjuna, putri kesayanganku bisa menyembuhkan sakitmu itu, bahkan doktermu pun terus mencarinya”


Arjuna terkejut mendengar ucapan itu, pasalnya dokter boy, sang dokter pribadi tak pernah mengatakan apa pun padanya.


“ Jika kau mau membantuku membalas rasa sakit putriku, aku akan kirimkan seseorang untuk membantumu, tidak hanya mencari informasi yang kau inginkan, tapi juga membantu mengobati sakitmu itu, pikirkanlah.... Hubungi aku jika kau berubah pikiran”


Gunawan pun pergi setelah mengatakan itu.


Arjuna pun memutuskan untuk mencoba mempercayai sahabat sang papa, ia menghubungi Gunawan untuk kemudian mengajaknya kembali bertemu.


Setelah membuat janji, keduanya pun bertemu di tempat yang sama.


Flashback percakapan pertemuan kedua, terjadi saat sidang


“ Syukurlah kau mengajakku bertemu sekarang, berkatmu aku jadi tidak perlu menghadiri sidang sidang putriku” ucap Gunawan seraya mendudukkan diri di hadapan Arjuna


“Siapa? Pada siapa aku harus membalaskan dendam itu?” tanya Arjuna serius


“ Wah... Kau itu sangat tidak sabaran ya! Kendalikan dulu semangatmu itu untuk pertempuran nanti” ucap Gunawan


“ bukan begitu! Aku hanya sedang sibuk dan tidak punya banyak waktu” jawab Arjuna

__ADS_1


“ cih... Jika sibuk kenapa kau malah mengajakku bertemu?”


“ memangnya paman pikir siapa yang membuatku terpaksa melakukan ini, ucapan paman seperti harapan baru untukku, terus terngiang-ngiang dan terus mengganggu pikiranku, malam ini aku harus menemui client penting, aku tidak mau rapat kali ini berantakan karna tidak bisa konsentrasi dan malah terus memikirkan ucapan paman” terang Arjuna.


Gunawan tersenyum lalu menyebut satu nama “ Layla”


“ Ada begitu banyak orang yang bernama Layla di dunia ini paman, beri aku informasi lebih tentangnya” pinta Arjuna


“ dia istrimu”


Arjuna tersentak kaget sampai refleks berdiri dari duduknya, ia menatap Gunawan dengan tajam, dengan rasa tak percaya ia kemudian tertawa dengan licik, lalu berkata “ istriku? Paman ingin aku menghancurkan istriku sendiri, itu tidak mungkin paman, yang benar saja?” dengan penuh emosi


Gunawan kemudian melempar sebuah map ke atas meja seraya berkata “ baca itu!”


Dengan enggan Arjuna pun melakukan apa yang Gunawan katakan, dalam berkas itu tertera bukti perselingkuhan Layla, bagaimana Layla berhubungan dengan pria tua bernama Sony sebelum dan sesudah menikah.


“ yang dia sakiti bukan hanya putriku, tapi juga kau Arjuna, aku mengetahui ini setelah mencari tahu siapa yang sudah membuat putriku menangis di dalam penjara, karna itu aku mengajakmu kerja sama” terang Gunawan


Mata Arjuna memerah setelah membaca berkas itu, bukan hanya karna sakit hati, tapi juga karna marah, Arjuna pun merasa telah di permainkan oleh sang istri, hal itu dikarenakan dalam berkas hanya tertera sebagian informasi tentang Layla.


Selain informasi, ada juga bukti tentang bagaimana Layla berhubungan intim dengan pria tuan sebelum mereka menikah, serta menghabiskan malam pertama mereka dengan dua pria sekaligus, dan bukti bahwa Layla lah yang telah membuat senjata Arjuna lemas tak berdaya.


Gunawan memang sengaja hanya memberi setengah informasi tentang istrinya itu, hal itu bertujuan agar rasa bersalah yang selama ini dipendam Arjuna lepas dan berganti dengan kebencian, dengan begitu, Arjuna pasti akan bersedia untuk membalaskan tangisan putri kesayangannya.


Setelah menyeka air mata yang tiba-tiba jatuh, Arjuna pun berkata “ apa yang harus aku lakukan paman? Paman tahu kan aku terjerat rantai perjanjian pernikahan”


“ Aku tahu Arjuna, aku sudah membuat rencana, kau hanya perlu mengikuti rencana ku, untuk sekarang, buatlah wanita itu menyadari bahwa kau teramat sangat membencinya”


Setelah pertemuan kedua mereka, setiap kali berada di rumah Arjuna pasti akan berpura-pura berselingkuh, ia bersikap seolah tengah diam-diam menghubungi seorang wanita, membisikan kata cinta pada wanita lain untuk menebar benih luka, serta menghina sang istri saat tengah bicara sendiri.


Arjuna terus tersenyum puas setiap tengah malam tiba, karna saat itu ia selalu mendapati sang istri menangis di kamar mandi.

__ADS_1


Namun siapa sangka kelakuan Layla justru semakin menjadi-jadi, ia semakin liar dan tak terkendali, hal itu menambah beban di hati Arjuna dan membuatnya ingin segera terlepas dari hubungan pernikahan itu.


__ADS_2