
Nikmati saja dulu bagian manisnya ya bestie....
Perjalanan masih belum usai, arjuna, lika dan beni masih mengarungi jalan panjang tak bertepi, arjuna merengkuh bahu lika dengan mata yang menatap ke luar jendela mobil.
“ lihatlah...!” seru arjuna, lika pun memalingkan wajah menatap ke arah yang sama
“Pemandangannya indah bukan?” lika mengangguk membenarkan sambil tersenyum.
Terlihat hamparan pasir putih di sepanjang tepian jalan sampai ke bibir pantai, hamparan laut biru yang jernih, disertai dengan pemandangan langit sore yang indah, di mana sang mentari hendak menuju peraduannya.
“ mau berhenti untuk melihat sunset?” tanya beni pada para penumpangnya
Lika melirik ke arah arjuna, ia menganggukkan kepala dengan penuh semangat, wajahnya memelas seolah meminta arjuna untuk menyetujui keinginannya.
“ cari tempat yang enak untuk istirahat ben!” seru arjuna, presdir tampan itu bicara pada beni namun terus menatap lekat wajah bahagia sang istri muda.
Beni menepikan mobilnya dan mereka pun turun untuk menikmati indahnya pemandangan.
Arjuna menggendong lika untuk keluar dari mobil, mendudukkan-nya di atas cap depan mobil, semantara dirinya hanya berdiri di samping lika, lalu beni, pria berkacamata itu memilih berdiri cukup jauh dari mobil, memberikan sedikit ruang privasi untuk sang pengantin baru.
Pemandangan sunset yang indah berada di depan mata, riuh debaran ombak di tepi pantai, serta kicawan burung seolah menjadi pengiring ketika piringan matahari secara keseluruhan perlahan mulai hilang dari cakrawala.
Langit berwarna biru selalu indah dipandang, tetapi saat senja atau fajar membuat orang lebih tertarik untuk tak melewatkannya.
Siapa yang tidak menyukai langit senja?
Melihat pancaran cahayanya berkilau orange keemasan dengan gradasi ungu violet yang unik itu begitu menyenangkan, ini adalah salah satu bentuk dari istilah ‘bahagia itu sederhana'
Mereka pun memutuskan kembali melanjutkan perjalanan.
“ apa aku tidak berat kak? Kenapa kakak mau merepotkan diri seperti ini?” tanya lika saat arjuna kembali menggendongnya masuk ke dalam mobil.
“ tidak bisa dipungkiri tubuhmu memang berat lika, tapi aku tidak keberatan seperti ini, dari pada beni melihat tubuhmu, karna itu jangan dilepas, bisa gawat jika beni minta jajan setelah melihat tubuh indahmu de” terangnya
Lika terkekeh saat mendengarkan ucapan itu, wanita itu tidak tahu baju apa yang tengah melekat di tubuhnya, dan seseksi apa pakaian yang tengah ia kenakan sampai arjuna melarangnya untuk melepas balutan selimut dari tubuhnya, tapi ia lebih memilih menuruti keinginan suaminya itu, biar lah suka-suka arjuna saja untuk saat ini, toh nanti lika juga tahu.
Perjalanan panjang itu berhenti di sebuah cottage tepi pantai, mereka pun di sambut dengan ramah oleh pasangan paruh baya yang mengurus tempat itu.
“ bagaimana kabar kalian?” ucap beni seraya memeluk pasangan paruh baya itu bergantian.
“ kami baik nak, bagaimana dengan kalian?” jawab nyonya smit yang kemudian membelai lembut pipi beni
Lika tampak heran melihat keakraban itu, terlebih saat mereka juga memeluki arjuna secara bergantian.
Walau mengetahui perasaan sang istri arjuna menunggu waktu yang tepat untuk memberikan penjelasan.
Tuan dan nyonya smit kemudian menatap lika yang duduk dengan balutan selimut tebal, mereka mendekat lalu menyapanya.
“ apa kabar nak?” tanya nyonya smit seraya tersenyum manis
__ADS_1
“ aku baik!” jawab lika sambil tersenyum
Lika kemudian menatap arjuna, dan pria itu pun akhirnya memberi penjelasan “ mereka orang tuanya beni, paman dan bibiku”
“ baiklah, kalian istirahat saja, makanan serta baju gantinya nanti diantar pelayan” ucap tuan smit
Arjuna pun membawa lika ke dalam salah satu bangunan penginapan, rumah-rumah kecil yang memang diperuntukkan tamu, ada sekitar 20 bangunan kecil yang sama berjajar di tepi pantai, dan jarak dari satu bangunan ke bangunan lain itu sekitar satu meter.
“ penginapan ini milik orang tuanya pak beni ya kak?” tanya lika
Saat ini lika dan arjuna sedang berduaan di dalam kamar, mereka menunggu pelayan yang katanya akan mengantar makanan dan baju ganti.
“ iya! Tapi sayangnya aset ini masih atas namaku” jawab arjuna
“ maksudnya bagaimana?” tanya lika bingung
Arjuna pun menjelaskan bahwa cottage itu adalah warisan yang diberikan untuk orang tua beni, kakek arjuna mewariskan penginapan itu pada bastian karna smit hanyalah anak angkat.
Walau pun smit tidak pernah mengharapkan warisan, tapi melihat orang tuanya seolah mengabaikan dirinya di saat terakhir mereka membuat smit sangat sakit hati.
Pria yang berwajah bule itu pun memilih membuang nama besarnya kemudian kawin lari dan memulai hidup baru, tapi mereka tidak pernah hidup dalam keadaan baik, jangankan cukup mereka bahkan sering kali harus menahan lapar sampai papah arjuna menemukan mereka.
Bastian yang sudah memiliki perusahaan sendiri kemudian memberikan penginapan itu untuk mereka, saat itu terjadi beni tengah duduk di bangku smp, anak itu hampir dikeluarkan karna tak mampu membayar biaya sekolahnya.
“ papah sudah meminta paman untuk mengalihkan kepemilikan atas nama mereka, tapi mereka tidak mau melakukannya”
“ dan karna semua aset papah sudah diwariskan pada kakak, jadi penginapan ini pun secara otomatis menjadi atas nama kakak begitu! ” arjuna mengangguk membenarkan dugaan lika.
“ kapan lika boleh melepas selimut ini kak?” tanya lika karna arjuna tak kunjung melepaskan balutan selimut itu,
Lika bukan tak mau membukanya sendiri, tapi arjuna yang terlampau ahli membalutkan selimut seperti kepompong yang sulit di lepaskan, padahal lika sudah berusaha melepaskan diri sejak masuk kamar itu.
“ nanti setelah makan ya de” jawab arjuna sambil tersenyum, padahal sebenarnya ini hannyalah sebuah trik agar lika tidak menolak untuk ia suapi.
Presdir tampan itu melaksanakan apa yang menjadi keinginannya, ia makan sambil menyuapi lika dengan telaten, baru setelah itu ia memukakan balutan selimut itu.
Liks langsung menutup bagian atas dan bawahnya dengan tangan, ia merasa malu untuk memperlihatkan paha dan bagian dadanya yang terbuka.
“ tidak usah malu begitu, aku sudah melihat setiap inci bagian dari tubuhmu, dan tengah berusaha menghafalkan nya”
“ ihh... Kak juna” rengek lika
“ pantas kakkak menutupi tubuhku dengan selimut, ini sich bukan baju tapi kaos dalam, dan celana jean ini ukurannya sama dengan celana dalam” ucap lika lagi
“ ya kan! Padahal aku meminta beni membawakan baju santai, tapi dia malah membawa baju mini seperti ini”
“ jadi ini ulah pak beni?”
Arjuna mengangguk membenarkan, pria itu kemudian menarik tangan lika, memperhatikannya dari atas sampai bawah, lalu berkata “ tapi ini cantik” dengan kerlingan mata yang menggoda.
__ADS_1
“ ini tidak adil!” keluh lika
Wajah yang merona itu sungguh sangat menggoda, arjuna melepas tangan lika lalu merangkuh tubuh itu, mendekapnya dalam lahunannya.
Pria itu mengecup tengkuk lika dari belakang, rasa tak puas membuatnya kemudian membuat tanda merah di sana.
“ kak!” seru lika lembut, wanita itu merasakan gairahnya terpancing karna ulah sang suami.
“ kenapa? Bukankah ade merasa tidak adil dengan memperlihatkan tubuh di hadapan kakak, sekarang ade juga bisa membuka seluruh pakaian kakak, sambil menikmatinya juga boleh”
Lika memalingkan wajahnya, wanita itu menatap tak percaya pada sang suami, 'bagaimana bisa pria ini terlihat begitu mencintainya? Bukankah ia sangat menggilai istri pertamanya?’
Tanya itu hanya bisa ia pendam dalam kepala, karena arjuna sama sekali tak memberikan kesempatan untuk bertanya, pria itu membungkam lika dengan mulutnya, menciumnya dengan begitu rakus seolah tak mau melepaskannya.
Ular naga yang tertidur kembali bangkit di peraduannya, mungkin karna ciuman panas itu, atau mungkin juga karna cinta sang pria, tapi yang jelas lika bisa merasakan itu karna sang ular menusuknya dari belakang.
“ kak...”
Kata yang sempat tertahan akhirnya terucap saat arjuna melepaskan pagutannya, tapi tanya itu tak bisa lika ucapkan, wanita itu begitu takut jika jawabannya akan terdengar menyakitkan.
Bagaimana jika semua ini hanya lah sebuah alasan, bagaimana jika ternyata arjuna melakukan semua ini hanya karna ingin cepat sembuh, dan itu semua demi layla.
Dugaan itu seolah menyayat hati walau hanya berada dalam pikirannya, lika tak tahu akan bagaimana jadinya jika ia benar-benar mendengar hal itu dari mulut pria yang memang sudah sejak lama ia idamkan.
“ Jangan menangis de, katakan saja jika kau memang tak ingin” ucap arjuna seraya menyeka air mata yang hampir menetes
Lika tak sadar dirinya sudah hampir meneteskan air mata, dan ia juga tak sadar dirinya telah terbaring di bawah kungkungan suaminya.
“ tidak kak! Aku menginginkannya” ucap lika seraya mencengkeram baju arjuna,
Kala itu, arjuna hendak bangkit untuk melepaskan lika, pria itu lalu tersenyum, kemudian berkata “ ciuman pertamaku, malam pertamaku, semuanya milikmu malika putri gunawan”
Arjuna tak memberikan lika kesempatan untuk merasa terkejut mendengar ucapannya itu, ia langsung menyerang tubuh lika.
“ buka!” seru juna di sela aktivitasnya
Lika menuruti perintah itu dengan senyum tertahan.
Wajah itu, tubuh itu, dan setiap hal tentang dirinya membuat arjuna tidak sabaran.
Setelah melewatkan malam yang panas, arjuna menjamu sang istri dengan sarapan istimewa buatan tangannya sendiri.
“ kita akan bersenang-senang sebelum kembali, maaf jika aku tak bisa menyenangkanmu dalam waktu yang lama” ucap arjuna seraya membelai lembut bibir sang istri, menyingkirkan sisa saus yang tertinggal di sana.
Apa arjuna menjamah lika lagi setelah sarapan?
Jawabannya tidak!
Arjuna mengajak lika bersenang-senang, jalan-jalan, berbelanja, baru kemudian ia melakukannya lagi, alhasil lika harus pulang dalam keadaan yang sama, tubuh yang lelah setelah bercinta, serta balutan selimut yang menutupi tubuhnya itu.
__ADS_1
Tapi ada satu hal yang berbeda, kali ini bukan karna lika memakai pakaian mini, tapi karna arjuna membuat begitu banyak tanda kepemilikan di setiap inci tubuhnya, dari bagian atas, lengan, paha, bahkan di betis pun ada.
Haruskah lika beralasan tubuhnya merah-merah karna di serang tawon?