Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 51. Dia sudah kembali


__ADS_3

“ aku sudah menyiapkan sarapan, kalian sarapan dulu ya!”


Lika berseru saat melihat arjuna menuruni tangga dan beni keluar dari kamarnya, kedua pria itu saling melirik sebelum akhirnya kompak menganggukkan kepala sambil tersenyum.


“ aku tidak melihat layla” ucap beni


“ ups.... Maaf!” ucap beni lagi saat melihat senyum lika mendadak hilang setelah mendengar nama layla di sebut.


Lika mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, walau tak suka tapi ia juga peduli, ketiadaan layla di rumah itu cukup mengusik pikirannya.


“ sudah berhari-hari mba layla tidak pulang, mba layla pergi ke mana ya? “ gumam lika pelan namun masih bisa terdengar oleh sang suami.


“ biarkan saja dhe! Ayo kita sarapan” seru arjuna seraya menarik tangan lika, menuntunnya untuk duduk bersama.


Sejak pagi itu lika tak pernah melihat layla ada ataupun pulang ke rumah, wanita itu seolah lenyap begitu saja dari dunia ini.


Dan hal itu pun membuat arjuna kalang kabut, ia sudah mencari layla di setiap pelosok kota, tapi tak kunjung menemukan wanita itu, rencana yang ia buat bersama beni jadi tak bisa terlaksana.


Arjuna dan beni pun pamit, kedua pria itu pergi ke kantor untuk melakukan pekerjaan mereka, sementara lika, ia juga tetap melakukan tugasnya di rumah, dan membantu pekerjaan beni di waktu senggangnya.


Tepat pukul 8 malam, setelah arjuna menyelesaikan meetingnya dengan clien di luar, ia kembali mengunjungi danau, arjuna tahu tempat itu sering menjadi tempat pelarian layla, karna itu ia selalu menyempatkan mampir untuk mencari layla.


Arjuna mengedarkan pandangannya ke sekeliling danau, ia menyunggingkan senyum saat melihat sosok yang telah lama ia cari, arjuna melihat layla duduk di tepi danau itu.


Wanita itu tampak tengah menatap kosong pada air danau di hadapannya, termenung dengan pikirannya sendiri sampai tak sadar ada orang lain di sana.


“ kau dari mana saja layla? Sudah seminggu aku mencarimu, aku khawatir”


Layla tak menjawab tanya itu, ia hanya diam tak menyahuti ucapan suaminya, wanita itu tengah terhanyut dalam kenangan, layla bahkan tak melawan saat arjuna menariknya untuk bangkit dari duduknya, kemudian membawanya masuk ke dalam mobil.


Arjuna membawa layla pulang, pria itu langsung membawa istri pertamanya untuk masuk ke dalam kamar, ia bahkan melewati lika begitu saja, padahal saat itu lika hendak mengajaknya bicara, ia juga ingin tahu dari mana saja layla selama ini.

__ADS_1


“ la! Apa kau baik-baik saja?”


“ hmm”


Layla berdeham seraya naik ke atas tempat tidur, layla membaringkan diri lalu memejamkan mata, wanita itu mencoba untuk tidur, ia ingin pergi ke alam mimpi, karna baginya alam mimpi itu jauh lebih indah dari kenyataan hidupnya.


Arjuna jadi bingung dengan perubahan sikap layla yang begitu tiba-tiba, wanitanya ini belakangan jadi lebih pendiam dan terlampau tenang, arjuna takut akan ada hal gila lagi yang layla lakukan.


Arjuna tak tahu bahwa semua wanita yang mencoba mendekatinya tak pernah sekalipun layla usik, orang yang mengusiknya adalah sony, dia adalah akar masalah yang masih belum tergali oleh arjuna.


“ Apa mba layla baik-baik saja kak?” tanya lika pada arjuna,


Saat ini arjuna dan lika sudah berada di dalam kamar, tadi liak mengikuti arjuna, ia juga jadi khawatir melihat layla sepeti itu, tapi arjuna malah menariknya ke dalam kamar mereka sebelum lika sempat menemui layla.


“ sudahlah... Tak perlu kau pikirkan dia dhe, layla sudah biasa seperti itu” jawab arjuna dengan tenang, walau hati dan pikirannya sendiri sebenarnya tidak tenang.


Arjuna memeluk lika dengan erat, ia menghirup dalam ceruk leher istri mudanya itu, mengecupnya dengan lembut, tapi kemudian lika melepaskan pelukan mereka, sedikit menjauh dari arjuna.


Sejak layla pergi, sudah satu minggu setiap malam mereka selalu bercinta, bukan hanya sekedar bercinta biasa, tapi sekalian melakukan terapi pada arjuna, terapi itu di lakukan untuk memperpanjang durasi bercintanya, dan kini arjuna sudah bisa bertahan selama 15 menit sebelum akhirnya sang ular naga menyemburkan api.


Sebuah kemajuan yang terbilang pesat untuk seorang pasien yang lika tangani, dan semua ini bisa terjadi karna kepiawaian lika dalam memijat dan keinginan arjuna untuk lekas sembuh.


“ ya sudah!” ucap arjuna sedikit tak rela, ia tak ingin memaksa lika jika sang istri mudanya itu memang tak ingin.


“ dhe... Kakak ke atas ya!” pamit arjuna,


Lika menganggukkan kepala, ia tahu ke mana dan untuk apa arjuna pergi, karna sudah tiga hari ini arjuna akan meninggalkan lika yang tertidur untuk mengerjakan proyek baru bersama beni di rooftop.


Beni kembali mendatangi rumah itu, sudah lebih dari 3 hari ini pria berkacamata itu terpaksa datang untuk membahas pekerjaan.


Beni akan langsung naik ke rooftop dengan membawa laptopnya, ia akan bekerja lebih dulu karna arjuna harus melakukan sesi terapinya.

__ADS_1


Tapi malam ini berbeda, arjuna langsung menghampiri beni begitu pria itu mendudukkan diri, mencari posisi yang nyaman sebelum memulai kesibukannya.


“ tumben kak! Gak olah raga dulu sama kakak ipar?” seru beni meledek


Arjuna hanya tersenyum menanggapi ledek kan itu, ia ikut mendudukkan diri di samping beni, lalu membuka laptopnya untuk memulai pekerjaan mereka.


“ dia sudah kembali” ucap arjuna tiba-tiba


“ dia siapa kak?” tanya beni bingung


“ layla, aku bertemu dengannya di danau lalu mengajaknya pulang” terang arjuna


“ itu bagus donk! Jadi sebentar lagi kebusukannya akan terbongkar” ucao beni bersemangat


“ entahlah ben, aku merasa ada yang berubah darinya” ucap arjuna dengan di iringi helaan nafas panjang.


“ kita lihat saja nanti” tantang beni


Tapi bahkan sampai sebulan berlalu layla masih tampak tenang, dan itu membuat arjuna bingung sendiri, ini adalah kali pertama layla tak merengek meminta di carikan lelaki dalam waktu yang lama, biasanya paling lama dua minggu wanita itu sudah merengek minta jajan padanya.


Layla pun tak banyak melakukan kegiatan, ia lebih banyak mengurung diri di dalam kamar, layla akan keluar saat merasa haus ataupun lapar, setelahnya ia akan kembali ke kamarnya, layla hanya menghabiskan waktu dengan berbaring di atas tempat tidur, entah itu menonton atau bermain ponsel.


Arjuna dan beni pun mengadakan diskusi bersama, mereka membicarakan layla dan perubahan sikapnya.


" ini sudah satu bulan sejak layla pulang ke rumah kak! aku tidak percaya wanita itu bisa bertahan selama ini untuk tidak minta jajan" ucap beni


" aku juga sama sepertimu ben, haruskah kita memancing layla, dia biasanya mudah terpancing gairah setelah melihat vidio begituan" ucap arjuna


" sepertinya ada yang sudah tidak tahan untuk bercerai nich!" ledek beni


" kalau ia memang kenapa?" tanya arjuna dengan sedikit menantang

__ADS_1


kedua pria itu saling bicara melalui tatapan mata, senyum keduanya mereka saat mereka mendapatkan sebuah kesepakatan.


__ADS_2