Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 28. menemukan akar masalahnya


__ADS_3

“ Jaman sudah canggih, tapi kenapa mereka harus repot menulis laporannya” ucap beni berkomentar, pria berkacamata itu tengah berada di ruang ganti, menemani arjuna bersama dengan dokter boy.


“ itulah masalahnya, alat itu terbilang canggih tapi juga memiliki banyak kekurangan, di antaranya tidak bisa menyimpan hasil informasi pemindaian struktur tubuh, tidak bisa di hubungkan dengan media cetak baik berupa dokumen atau pun foto seperti alat rontgen pada umumnya, alat itu juga sensitif terhadap sinyal radiasi ponsel, karna itu perangkat ponsel harus di jauhkan, layarnya juga sensitif pada lensa kamera, karna itulah tidak banyak dokter yang bisa menggunakan alat itu, dokter malik saja harus sampai mengulang tiga kali kan! Terlebih alat itu tidak bisa digunakan dengan tubuh yang sana lebih dari tiga kali, alasan inilah yang mendasari banyaknya rumah sakit canggih yang tidak memakai alat ini, terlebih harganya yang terbilang sangat mahal”


Dokter boy menjelaskan panjang lebar tentang alat magic scanning struktur tubuh itu, beni yang masih penasaran kembali mengajukan pertanyaan “ kenapa harganya sangat mahal? Memangnya alat itu sangat berguna?”


“ seperti namanya alat itu bisa mendeteksi struktur tubuh manusia, bahkan bekas luka yang di tutupi atau sudah memudar bisa diketahui, seluruh komponen tubuh bisa terbaca secara rinci, bahkan apa yang kau makan pun bisa terdeteksi sudah jadi sampah atau baru masuk ke lambung” ujar dokter boy menjelaskan


“ menurutku alat itu sangat hebat” ujar arjuna membuka suara


“ menurutku juga begitu jun, tapi yang disayangkan ya gitu, para dokter kesulitan mencatat informasi yang di berikan, kami sudah mencoba membuat dokumen tulis agar tinggal mengisi jumlah komponen tubuh, namun alat itu seringnya memberikan informasi secara redeem” terang dokter boy


Ketiga pria itu pun keluar dari ruang ganti, mereka bergabung dengan para dokter untuk mendengar hasil pemeriksaan dari alat magic scanning struktur tubuh itu.


“ Silakan mulai laporannya!” seru dokter boy yang sudah mendudukkan diri,


Mereka mengangguk, semua orang kini sudah duduk di sebuah meja bundar dengan komputer hologram di tengah yang menjadi pusatnya.


“ Silakan dokter malik” ucap dokter ajat


“ sebaiknya anda saja yang menjelaskannya” ucap lika sungkan


Ketiga dokter itu pun saling pandang untuk menentukan juru bicara.


“ kita jelaskan bersama saja!” seru dokter ajat yang diangguki oleh lika dan risa

__ADS_1


“ baiklah! Kami sudah berdiskusi mengenai hasil dari pemeriksaan alat itu, dan kami menemukan penyebab utama dari permasalahan ini” ucap lika


Arjuna, beni dan dokter boy menjadi tegang setelah mendengar pernyataan itu, tubuh yang semula duduk santai kini berada dalam posisi tegak.


Lika menghela nafas panjang sebelum memulai laporannya “ saya menemukan adanya bahan kimia yang mengganggu sistim kerja syaraf, ditambah dengan hasil pemeriksaan gelombang otak yang memperparah keadaannya”


“Dari gelombang otaknya, tuan arjuna dapat dikategorikan sebagai orang yang sering mengalami stress berat, hal ini mempengaruhi kadar neurotransmitter di dalam otaknya” ucap dr.risa melaporkan


Setelah dua dokter wanita menjelaskan peranan mereka, dokter ajat pun mulai memberi penjelasan, ia mengatakan “ bahan kimia ini di lansir bisa menghambat kerja syaraf, terlepas dari bagaimana masuknya obat ini dalam tubuh, namun senyawa kimia ini bisa menjadi sangat berbahaya”


Dokter ajat menjelaskan bahwa senyawa kimia itu biasanya ada dalam obat penawar, cara kerjanya berbanding terbalik dengan obat perangsang, jika obat perangsang membangkitkan gairah pria dan wanita, maka obat penawar ini bisa menyembuhkannya, meredakan gairah melalui sel syaraf tubuh.


Obat itu sebenarnya tidak bahaya jika dikonsumsi oleh orang yang telah meminum obat perangsang sebelumnya, tapi lain halnya jika di konsumsi tanpa dibarengi obat perangsang, hasilnya akan seperti keadaan arjuna kini, batangnya tidak akan bisa berdiri tegak meski di goda oleh ratusan bahkan ribuan wanita cantik sekalipun.


“ pertanyaan ini mungkin sedikit tidak sopan tuan, tapi saya harus bertanya, apakah anda meminum obat lain selain obat hormon yang saya resepkan, atau obat penenang yang anda minta dari dokter rika?” tanya dokter ajat


“ bisakah anda meminta seseorang untuk membawakan obat-obatan yang sering anda konsumsi? Jika di izinkan saya bermaksud untuk mengecek semua kandungan dari obat-obatan yang anda konsumsi” ucap dokter ajat,


Dokter andrologi itu melirik ke arah dokter boy saat bicara, pasalnya ia ketakutan membuat sang pemilik rumah sakit merasa tersinggung, dan melirik ke arah lika untuk meminta dukungan atas tindakan yang ia ambil.


Lika yang mengerti arti lirikan dokter ajat pun mengeluarkan suara untuk mendukung tindakan itu.


“ hal ini diperlukan guna mengetahui ada atau tidaknya dorongan pengaruh dari kandungan obat yang di berikan pihak rumah sakit kita, karna jika ada kandungan obat yang memperkuat reaksi dari senyawa kimia itu, obat yang seharusnya menyembuhkan bisa menjadi racun baginya, kelumpuhan syaraf bisa menyebabkan stroke” terang lika


Arjuna dan dokter boy saling melirik, kedua pria itu pun kompak mengangguk, tapi dokter boy membuka suara “ tapi aku akan mengawasi di sampingmu” memberi syarat pada dokter ajat.

__ADS_1


Dokter ajat pun menganggukkan kepala menyetujui syarat yang tidak memberatkannya itu.


“ biar aku yang ambil obatnya kak!” beni berseru mengajukan diri


Pria berkacamata itu pergi meninggalkan ruangan setelah arjuna mengiyakannya. Diskusi berlanjut dengan topik yang berbeda.


“ lalu bagaimana solusinya?” tanya dokter boy


“ tekanan darahnya agak tinggi, jadi saya sarankan untuk menormalkan tekanan darahnya saja dulu” ucap dokter ajat


“ saya juga punya pemikiran yang sama, hanya saja saya sedikit khawatir, seperti yang dokter malik katakan tadi, kandungan dalam obat bisa menjadi racun, jadi obat seperti apa yang bisa di konsumsi pasien?” ucap dokter boy


“ karna ini berhubungan dengan syaraf dan di luar bidang saya, jadi saya rasa biarkan dokter malik saja yang mengatasinya” ucap dokter ajat dengan senyum yang mereka


“ saya rasa itu ide bagus, dan karna pasien menderita stress akibat kesalahan syaraf, saya rasa saya tidak di perlukan lagi, saya bisa angkat tangan dengan tenang karna pasien sudah berada di tangan dokter malik” ucap dokter risa,


Magister psikolog itu ikut-ikutan menggeser berkas laporan pemeriksaan, menempatkannya tepat di depan lika, seolah tengah melemparkan tanggung jawabnya.


Arjuna memperhatikan dokter risa dan dokter ajat yang seolah sengaja melemparkan tanggung jawab pada lika, ia pun berbisik di telinga boy “ sepertinya mereka sudah bosan mengobatiku”


“ bukan begitu jun! Mereka melakukan itu agar dokter malik bisa sering-sering datang kemari, aku rasa mereka memiliki keinginan yang sama denganku” balas dokter boy berbisik


“ keinginan apa itu?” tanya bisik arjuna


“ membawa dokter malik kembali ke dunia medis” jawab dokter boy berbisik lalu tersenyum

__ADS_1


“ makanya kau bantu kami ya!” bisik pinta dokter boy kemudian,


Arjuna mengangguk menyatakan persetujuannya, dalam hatinya ia berkata “Anggap saja ini balas budiku pada kalian yang sudah berusaha keras mengobatiku selama ini, aku akan buat dokter malik kalian kembali ke tempatnya”


__ADS_2