
“ Ahhh.... Cukup kak! Aku tidak mau sampai kelelahan”
Arjuna baru saja memulai kembali aksinya untuk permainan ronde ke dua, tak senang dengan permintaan sang istri, Arjuna pun berkata “ tapi ular nagaku masih menantang sayang”
Mengeluh, berharap sang istri mau mengasihaninya, dan membiarkannya melanjutkan permainan.
“ nanti malam saja kita lanjutkan kak, bukankah kakak masih ada rapat?” ucap Lika, mencoba membuat suaminya mengerti.
Presdir tampan itu telah menyerah dihadapkan keinginan sang istri, ia membaringkan dirinya, dengan nada kesal ia berkata “ cih... Rapat? Si koko itu Cuma datang untuk rehat”
Lika membenamkan dirinya dalam pelukan sang suami, mencari rasa nyaman yang bisa menghilangkan rasa lelahnya.
“ kak! Bolehkah aku bertanya? “ Arjuna berdehem mengiakan
“ apakah sungguh ada peredam suara di kamar ini? Suaraku sangat kencang tadi, aku khawatir Beni dan kak Juli mendengarnya” kecemasan terlihat jelas dari nada bicaranya.
“ Aku tidak akan berbohong padamu sayang, aku sudah mengaktifkan peredam suara, jadi hanya aku yang mendengar suara merdumu itu” jelas Arjuna
“ Aku ini sangat sensitif, saat tidur aku bisa terbangun hanya karna mendengar suara bolpoin yang jatuh, apa lagi langkah kaki, karna itu, agar aku bisa mendapatkan kualitas istirahat yang baik, kamar ini pun dilengkapi dengan peredam suara” terang Arjuna
“ sungguh kah!”
Lika sedikit meragu, pasalnya, yang Lika tahu Arjuna selalu tidur dengan sangat lelap, bahkan untuk membangunkannya pun butuh usaha keras.
“ hei.. Apa kau tidak percaya padaku sayang! Dulu aku begitu sebelum bertemu denganmu, aku harap kau tidak keberatan aku berubah jadi seperti ini”
Untuk semakin meyakinkan sang istri, presdir tampan itu bahkan menjelaskan bahwa sebelumnya ia tidak pernah membuat beberapa helai baju berserakan di lantai, dan kejujuran nyata itu menjadi hal yang membuat Lika sangat bahagia, tertawanya lepas dengan begitu renyah.
Kamar yang dulunya menjadi tempat istirahatnya (Arjuna) setelah menjabat sebagai presdir, kamar yang dulu tak pernah ia anggap berarti karna hanya menjadi tempat tidur biasa, kini malah menjadi tempat yang nyaman untuk melakukan olah tubuh dan bercengkerama, tempat itu menjadi istimewa karna keberadaan Lika, dan entah sudah berapa kali menjadi saksi keganasan sang presdir.
“ Benar tidak apa-apa kita terus seperti ini? Bagaimana jika klienmu sudah datang? Bisa saja ia jadi kesal karna menunggu kakak”
__ADS_1
“ sayangku ini ya! Sampai kapan kau akan mencemaskan hal yang tak berarti, percayakan semuanya padaku, kau mencemaskan orang lain, mendengarkan orang lain dan terus menahan diri, tapi lihat lah kenyataannya, hanya kau yang jadi tersiksa, jadi kumohon! Ke depannya, jika ada sesuatu katakan padaku tanpa ragu, jangan terus mendengarkan orang lain sayang, karna akulah yang akhirnya membuatmu bahagia”
Sang presdir tampan meraih ponsel di atas nakas, ia memeriksa CCTV ruangannya, dan betapa terkejutnya Arjuna saat melihat kliennya tengah asyik bermain dengan sekretarisnya, sementara beni tampak tengah mempelajari satu berkas.
Terlihat jelas bahwa Beni tengah dipermainkan, karna sebenarnya, selain dirinya, Juli juga tahu maksud kedatangan Koko.
“ Lika sayang! Lihat lah ini dengan baik, ucapanku benar kan! Dia tidak mungkin datang sendiri jika berniat untuk meeting denganku, si Koko itu hanya datang untuk bermain, sejenak melarikan diri tekanan kehidupannya sosialnya” terang Arjuna seraya memperlihatkan keadaan di dalam ruang kerjanya melalui pantauan kamera CCTV.
“Jadi bagaimana jika kita main satu ronde lagi” ucap Arjuna tersenyum penuh makna.
“ tidak sekarang kak! Apa kakak tidak berniat menghampiri dan menyapanya?”
“ oh.. Ayolah sayang... Ada yang lebih penting dari itu sekarang”
Setelah mengatakan itu, Arjuna kembali mencium bibir sang istri, dan ketika ciumannya turun, Lika menghentikannya.
“ tunggu dulu kak! Aku ingin menanyakan sesuatu”
“ baiklah sayang! Lekas tanyakan” Jawabnya, si presdir tampan itu sudah mengambil ancang-ancang untuk kembali menjamah tubuh istri tercintanya.
“ Aku sengaja tidak mengaktifkannya, pertanyaanmu sudah terjawab, jadi sekarang bolehkah aku melanjutkannya” jawab Arjuna
Arjuna hendak kembali membenamkan wajah di bukit kembar sang istri, namun lagi-lagi Lika menghentikannya dengan berkata “ tunggu dulu kak! Aku penasaran kenapa kakak melakukan itu? ”
“ heh... (Helaan nafas panjang Arjuna) Agar Beni mendengarnya, sekarang kau sudah tidak penasaran lagi kan! Aku lanjutkan ya!” jawab Arjuna.
Lagi! Bibir Arjuna hampir menyentuh kulit tubuh sang istri, namun Lika kembali menghentikannya dengan sebuah tanya “ Apa ini karna beni tidak ingin menikah?”
Arjuna menyerah! Sang presdir tampan itu merasa Lika tak berniat untuk melakukan kesenangan lagi, dan perbincangannya akan sangat panjang, karnanya ia (Arjuna) mengubah posisi, yang semula seperti kuda di atas tubuh sang istri, kini duduk dengan manis di samping wanitanya itu.
“ dari mana kau tahu beni tidak mau menikah?” tanya Arjuna serius
__ADS_1
“ Sebenarnya sejak dulu ini bukan kebiasaanku, aku juga tidak ada niat untuk menguping, aku mendengar Beni mengatakanya pada kak Juli”
“ bohong! Kau pasti penasaran dan sengaja menguping mereka kan!” tebak Arjuna
Lika terkejut sampai membelalakkan matanya saat mendengar ucapan sang suami, ia juga sampai refleks bertanya “ bagaimana kakak bisa tahu?”
Lalu menutup mulutnya yang tak sengaja membebarkan ucapan sang suami. Arjuna menggelengkan kepala.
“Aku tahu mungkin ini adalah keingintahuan yang tidak pada tempatnya, tapi aku tidak bisa menahan diri” ucap Lika beralasan
“ apa Beni tahu kau menguping pembicaraannya?”
Lika mengangguk pelan lalu berkata “ aku tidak tahu kenapa aku tidak pergi dari sana tadi? Padahal aku tahu Beni berniat untuk membuka pintu, mungkin karena aku kesal padanya dan kasihan pada kak Juli, aku jadi ikut campur urusan mereka berdua”
“Beni memang orang yang baik, dia juga merupakan sepupuku, wajar jika kau peduli, tapi Juli kan membencimu sayang, kenapa kau mau repot-repot mengurusinya”
“Entah kenapa aku merasa bahwa aku tidak bisa tinggal diam?”
“ Lalu kau mau bagaimana?” tanya Arjuna
“ bagaimana jika kita jodohkan mereka berdua”
“ tidak sayang! Jangan lakukan itu, aku memang ingin melihat Beni menikah, tapi tidak dengan cara seperti ini, lagi pula Beni tidak akan mau”
“ ayolah kak! Kita lakukan diam-diam saja”
“ tidak sayang! Cobalah untuk mengerti, kita tidak bisa memaksa Beni untuk jatuh cinta hanya karna Juli mencintai Beni”
“ tapi kan Beni sudah hampir melakukan itu dengan kak Juli, bukankah dia harus bertanggung jawab!”
“ Lika sayang, laki-laki itu mudah terbakar gairah, dan jika sudah terbakar makan mereka bisa bercinta tanpa mencintai, sebagai seorang mantan dokter bukankah kau juga mengetahui itu”
__ADS_1
Lika tak bisa mengelak, karna ia tahu ucapan suaminya merupakan sebuah fakta yang terbantahkan.
Namun sudut hatinya merasa tak rela, Lika ingin melihat Beni dan Juli bersatu, meski ia tak tahu mengapa...