
“ lika!” seru bastian sesaat setelah keluar dari mobilnya
Lika sangat terkejut setelah mendengar seruan itu, terlebih karna melihat mamah devi yang juga turun dari mobil, gadis itu bahkan sampai kewalahan saat devi memeluknya dengan gemas.
“ ko mamah sama papah bisa ada di sini? “ tanya lika heran
“ kita kesini mau jemput kamu” ucap devi seraya membelai lembut pipi lika
“ menjemput? Sebentar mah! Perasaan tadi juna wa sopir kita buat jemput lika, kenapa mamah sama papah yang datang?” arjuna juga sama bingungnya
“ kenapa memangnya kalau kita yang jemput? Gak boleh?” tanya sinis mamah devi,
Mamah devi sedikit kesal pada arjuna, begitu pun dengan bastian.
“ bisa-bisanya juna mengajak lika ke rumah orang tua layla, kau itu mikir gak sih? Otak tuh di pake jun!” tegur pelan bastian seraya mencubit pinggang sang putra
Abi dan umi yang tengah berada di dalam kamar mengintip melalui jendela saat mendengar seseorang yang memanggil lika, alhasil mereka menyaksikan keakraban lika dan kedua orang tua arjuna, walau tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi senyum kedua orang tua arjuna seolah cukup menjelaskan segalanya.
Hati mereka semakin sakit dan menciut melihat kasih sayang yang tercurah untuk lika, sementara putri mereka? Abi dan umi tahu bahwa sampai kini layla belum bisa memenangkan hati mereka.
Layla kesal bukan main saat melihat sang mertua, suami dan lika tersenyum layaknya sebuah keluarga harmonis, ia hendak mendekat namun langkahnya terhenti, terhadang oleh abi dan umi yang keluar dari kamar, hendak menyambut besan mereka sebagai bentuk keramahtamahan sebagai pemilik rumah.
“ eh... Ada keluarga besan! Di kirain siapa yang datang, bagaimana kabarnya pak bastian dan bu devi?” ucap umi tersenyum ramah
“ kami sehat bu, pak, kalian sendiri bagaimana?” jawab bastian diiringi tanya
“ alhamdulillah kami sehat” abi yang menjawab
“ mari masuk pak, bu!” ajak umi sopan
“ tidak perlu repot bu, kami datang hanya untuk menjemput anak mantu kami” terang mama devi seraya merapatkan pelukannya di pundak lika dengan posesif.
Hati abi dan umi semakin teriris, namun mereka tetap tersenyum dengan ramah.
__ADS_1
“ ayo pulang nak!” ajak mama devi yang masih enggan melepaskan pelukannya dari lika, membuat lika hanya bisa berpamitan secara lisan tanpa bisa menciumi punggung tangan kedua orang tua layla
“ jun! Kamu ikut papah sebentar, ada yang mau papah bicarakan” ucap bastian seraya menarik lengan arjuna
“ iya pah! Sebentar ya abi, umi” ucap arjuna sopan
“ otak kamu tuh udah konslet ya jun! Ngapain kamu ngajak lika kesini? Sengaja mau mempermalukan lika?” tegur bastian seraya menjewer telinga arjuna
“ ampun pah! Juna gak bermaksud seperti itu kok, layla yang maksa dan lika juga setuju, lagi pula orang tuanya layla kan baik-baik” ucap arjuna membela diri
“ bodohnya! Papah heran sama kamu, kalau urusan kantor aja kamu jago, giliran yang beginian otakmu di taro di dengkul!” maki bastian kesal
“ orang tuanya layla memang baik jun! Tapi lingkungan di sekitar sini kan tidak, bagaimana kalau orang-orang di sekitar sini mengetahui lika istri keduamu, bisa habis putri mamah di maki-maki warga” terang mamah devi
Dari ucapan mamah devi lika jadi mengerti tindakan kedua orang tua layla, lika tak menyangka mereka melindungi lika dengan mengatakan bahwa lika adalah sodara jauh, bukan madu dari putrinya.
“ iya maaf!” ucap arjuna penuh sesal
“ sudah sana turun dari mobil papah!”
“ hidup gini amat ya!” keluh arjuna pelan
“ Shopping yuk lady’s, butuh refreshing nih! Mumet pala mikirin kebodohan anak semata wayang” ucap bastian seraya menyalakan mesin mobil
“ tunggu deh pah! Itu bukanya kalimat mamah ya! Harusnya mamah yang bilang begitu kan! ” protes devi
“ mamah atau papah sama aja! Mau shopping gak nich?” kesal bastian
“ iya mau lah pah, ke mall yang baru aja pah” ucap devi senang
Nasib layla tak jauh berbeda dengan sang suami, bahkan mungkin bisa di bilang lebih naas, jika arjuna hanya mendapat jeweran dan tendangan dari sang papah, lain halnya dengan layla.
“ dasar anak tidak tahu diri, berani-beraninya kau menanggalkan hijabmu, katakan pada umi sejak kapan kau melepas hijab? Dan kenapa kau melakukannya? ”
__ADS_1
Umi membentak putrinya seraya terus memukuli betis layla dengan gagang sapu, ia dan sang suami sudah menahan amarah sejak tadi, karna pantang bagi mereka untuk memarahi anak di depan pasangan hidup maupun orang lain.
Dan kini wanita paruh bayaitu tengah melampiaskan kemarahanya, mengeluhkan perbuatan sang putri yang mengenakan dress di atas lutut dan bagian atasnya yang tanpa lengan.
Selama ini umi dan abi tidak tahu bahwa putrinya selalu berpakaian seperti itu, karna setiap datang berkunjung ke rumah layla selalu mengenakan hijab, bahkan saat umi dan abi mengunjungi layla pun wanita itu selalu mengenakan hijab.
Pernah sekali umi melihat mini dress di jemuran saat berkunjung ke rumah putrinya, dan tentu saja layla berkelit dengan mengatakan “ layla hanya menggunakan itu di dalam rumah umi, itu juga karna mas juna menyukainya”
“ ampun umi.... Layla baru hari ini kok melepas hijab, sumpah! Layla terpaksa melepaskan hijab demi bersaing dengan si pelakor” ucap layla berusaha membela diri dengan kebohongan, layla kan tidak mungkin mengaku kalau dirinya selalu berpakaian terbuka.
“ tidak perlu banyak alasan, cepat ganti bajumu sekarang juga” ucap umi memaksa, umi bahkan sampai menarik dan mendorong layla masuk ke dalam kamarnya kalu menutup pintu dengan kasar.
Layla pun mencebikkan bibirnya, dengan sangat terpaksa wanita itu pun mengganti pakaiannya dengan busana muslim.
“ dasar umi! Ini semua gara-gara arjuna, awas aja nanti! ” ucap layla pelan tapi umi dan abi masih bisa mendengarnya.
“ tidak usah menyalahkan suamimu, awas saja jika kau sampai menyakiti menantu umi, kau itu salah layla! Umi kan sudah pernah memberi tahu layla bahwa menutup aurat itu hukumnya wajib, apalagi bagi kita kaum hawa, jadi apa pun alasannya kau tidak boleh menanggalkannya seperti hari ini, jika kamu berani melakukan hal seperti ini lagi umi gorok sekalian lehermu” tegur umi tegas
“ umi kejam banget si sama anak sendiri, umi tahu gak sih? Setiap jalan keluar mas juna tuh gak pernah gandeng tangan layla, uni tahu kenapa? Dia malu dengan penampipan layla yang seperti ini, makanya kan mas juna menikahi lika, umi tidak lihat penampilannya, dia cantik dan elegan” ucap layla seraya keluar dari kamar, lalu duduk bersama abinya.
“ dasar sontoloyo! Memangnya menutup aurat akan mengurangi kecantikan seorang wanita? Di luar sana banyak kok wanita yang tampil cantik dan elegan meski menggunakan hijab” ucap umi tegas seraya ikut duduk di samping layla.
“ maki aja layla terus mi... Kapan si layla pernah bener di mata abi sama umi?“ keluh layla
“ kapan si kamu akan berubah la? Jangan hanya ngikutin nafsu dunia nak! Menganggap tubuh yang terbuka itu indah adalah kesalahan besar la, justru yang berhijab itu yang terlihat lebih seksi” terang abi
“ layla harus berubah seperti apa lagi si bi? Jadi istri solehah udah, ngurusin suami dengan baik udah, beribadah getol, mas juna minta ijin menikah lagi pun sudah layla turuti, kurang apa lagi coba? Mas juna-nya aja yang mata keranjang, gak bisa lihat cewek bening dikit” ucap layla berbohong
“ ishh... Dasar anak ini, umi tuh gemes banget deh sama kamu, mau sampai kapan kamu menjelek-jelekan suamimu di depan kami hah? Mata keranjang dari mananya? Di sini aja arjuna selalu kabur kalau dideketin anak gadis tetangga, umi yakin di luar rumah pun arjuna selalu menjaga diri dengan baik” ucap umi
“ lagian ya! Kalau kamu udah jadi istri solehah dan ngurusin suami dengan baik seperti yang kamu bilang itu, mana mungkin suamimu minta izin untuk nikah lagi?” ucap abi
“ arjuna minta nikah lagi tuh udah pasti ada yang kurang dari kamunya la, makanya kan umi udah sering suruh layla belajar masak, jangan Cuma ngandelin pembantu, atau mungkin juga kamu gak bisa muasin dia di ranjang, coba kamu introspeksi diri dengan benar, kalau perlu ubah caramu dalam melayani suami” ucap umi yang ujung-ujungnya menasihati
__ADS_1
“kalau kamu udah buat suamimu seneng dia gak akan kecantol sama wanita lain, jangan terlalu bersikap santai hanya karna sumpah janji yang juna dan abi buat itu” ucap abi menimpali
“ abi sama umi mah gitu, yang di belain mantuuuu..... Mulu, ini loh bi, anak abi sama umi tuh layla” ucap layla kesal