Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 57. Perdebatan


__ADS_3

“ Apakah seorang mertua boleh mencekik menantunya dengan perjanjian pernikahan?”


Tubuh Husain dan Nining menegang saat mendengar tanya itu, mereka sama-sama menatap Lika dengan penuh tanya, kemudian kedua orang tua Layla saling melirik seolah bertanya 'siapa yang tengah Lika maksud itu?’


Namun baik abi ataupun umi, mereka saling melempar jawaban yang sama, keduanya tidak tahu siapa yang Lika maksud.


Abi menghela nafas panjang, ia menyingkirkan rasa keingintahuannya dengan tersenyum, kemudian berkata “ Apakah seorang mertua boleh mencekik menantunya dengan perjanjian pernikahan? Tentu saja jawabannya tidak nak! Pernikahan adalah janji suci, akan lebih baik jika surat perjanjian pernikahan itu tidak ada, tapi seperti yang kita tahu, kini jaman sudah berubah, beberapa orang memang membuat surat perjanjian pernikahan untuk kepentingan bersama, dan apakah agama kita memperbolehkan hal itu? Hukum Islam pun memperbolehkan pembuatan perjanjian pranikah selama isinya tidak menghalangi kedua belah pihak mendapatkan haknya selama menikah, yang namanya surat perjanjian itu harus adil dan disepakati tanpa adanya paksaan”


Mendengar itu, Lika pun terdiam, amarahnya sedikit mereda berkat sebuah kesimpulan ‘ tampaknya dugaanku benar! Abi dan umi tidak tahu perlakuan mba Layla pada kak Arjun' yang tersirat dalam benaknya.


Pertanyaan Lika dan penjelasan abi menjadi penutup pengajian siang itu, abi memimpin do'a, kemudian semua orang pun pamit dan membubarkan diri, sampai akhir abi dan umi terus tersenyum ramah pada semuanya.


“ Sini duduk dekat abi nak Lika!” Ajak abi setelah semua orang pergi meninggalkan kediaman itu.


“ Umi akan buatkan teh dan bawa sedikit camilan” ucap umi pamit sebentar


Lika pun duduk di dekat abi, namun ia enggan untuk memulai percakapan, sang mantan dokter itu tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana.


“ Jadi! Ada keperluan apa nak Lika mendatangi kami? Jangan salah paham nak! Abi bertanya bukan karna tidak suka nak Lika datang” tanya abi memulai perbincangan


Lika mengangguk sambil tersenyum, ia mengumpulkan keyakinannya yang sempat tercecer, kemudian berkata “Lika... Lika sudah tahu soal perjanjian pernikahan antara kak arjuna dan abi”


Walau sempat ragu akhirnya lika mengatakanya juga, abi sama sekali tidak terkejut mendengar hal itu, ia malah masih bisa tersenyum pada Lika.


“ Apa nak Arjuna yang memberi tahumu nak?” tanya abi lagi


“ Bukan bi! Lika tidak sengaja mengetahuinya, saat sedang merapikan ruang kerja kak Arjun, Lika menemukan berkas yang di sembunyikan kak Arjun” jawab Lika,


Sang mantan dokter hanya mengatakan separuh kebenaran, tetapi Lika juga tidak mengetahui bahwasanya Arjuna sengaja meletakan berkas itu di balik foto pernikahan, agar menarik perhatian Arjuna bahkan dengan sengaja memiringkan foto itu agar bisa menarik perhatian.


Saat abi tengah memikirkan bagaimana menanggapi situasi ini, dan apa yang harus dia katakan pada istri kedua menantunya, umi berjalan mendekat dan memberikan tanggapan.

__ADS_1


“ Nak Lika tidak perlu khawatir, perjanjian itu memang memberatkan nak Arjuna, tapi umi yakin pada putri umi, walau Layla sedikit urakan, tidak dia akan menyusahkan suaminya” seru umi seraya meletakan teh di hadapan Lika dan abi, kemudian ia ikut duduk bersama.


Walau tidak duduk bersama sejak awal, tetapi umi juga mendengar percakapan abi dan Lika, sang mantan dokter kini semakin yakin bahwa umi dan abi Layla sama sekali tidak mengetahui sikap putri mereka pada suaminya.


“ Abi dan umi tidak tahu saja bagaimana sikap mba Layla, kak Arjun jadi menderita karna surat perjanjian itu bi” ucap Lika sendu


“ Apa yang sudah Layla lakukan pada nak Arjun?” tanya abi, senyumnya mulai menghilang berganti dengan raut wajah panik nan serius sang ustadz.


“ mbak Layla sudah...


Ucapan Lika terpotong saat seseorang tiba-tiba melempar sandal ke dalam rumah, dan orang itu adalah Layla, ia datang dengan wajah kesal.


“ heh pelakor! Dusta apa yang hendak kau sampaikan pada abi ku hah? Dasar wanita tak punya hati”


“ Layla! Jaga ucapanmu nak!” ucap abi dengan nada suara yang sedikit tinggi dan penuh penekanan.


“ Aku kesal padanya bi!” ucap Layla dengan mata yang mulai berkaca-kaca


“Kenapa wajahmu pucat begitu?” tanya abi sesaat setelah Layla duduk di dekatnya


“ Layla sakit bi, dan apa umi dan abi tahu, dia mengusir mas Juna yang berniat menjaga Layla di rumah sakit, dia bilang bahwa dialah yang akan menjaga Layla, tapi dia malah datang ke sini, Layla yakin dia pasti datang untuk menjelek-jelekkan aku” terang Layla


“ hei! Jangan berprasangka buruk seperti itu, nak Lika sama sekali tidak menjelek-jelekkan kamu sayang” seru umi seraya membelai kepala sang putri.


“ belum saja umi! Wanita jahat sepertinya pasti merasa tidak puas walau sudah memiliki cinta mas Juna seutuhnya” seru Layla sinis


“ Aku tidak bertujuan untuk menjelek-jelekkan dirimu mbak, aku datang untuk mengungkapkan kebenaran” ungkap Lika dengan serius


“ Asal abi dan umi tahu saja! Mbak Layla sudah menyakiti Kak Arjun secara fisik dan mental, ia bahkan menginjak-injak harga diri kak Arjun sampai ludes tak tersisa” terang Lika, ia mulai terpancing emosi setelah melihat drama Layla


“ Apa itu benar Layla?” tanya abi, ia menatap putrinya dengan penuh keseriusan

__ADS_1


“ itu fitnah bi, jangan percaya padanya, Layla tidak mungkin melakukan itu, bukankah Layla sudah mengatakan bahwa dia pasti datang untuk menjelek-jelekkan Layla, terbukti kan sekarang” sanggahnya


“ Dengar ya Lika! Aku diam walau setiap malam mas Juna selalu bersamamu, aku diam walau mas Juna lebih mencintai dan memperhatikan dirimu, aku sudah berusaha untuk menjalankan peranku dengan baik, jadi jangan coba-coba untuk menghancurkan segalanya” ancam Layla


“ oh ya! Bercumbu dengan pria lain dan menganiaya suami, apa itu yang disebut menjalankan perannya dengan baik? ” ucap Lika


“ Jangan menuduh orang sembarangan Lika, kau bahkan tidak punya bukti bukan!” ucap Layla, ia mulai menampilkan senyum liciknya


“ Saat ini aku memang tidak punya bukti, tapi aku pasti akan mendapatkan nanti, lihat saja, aku tidak akan tinggal diam melihat mbak menyakiti kak Arjun”


“ Pria yang kau panggil kak Arjun itu suamiku Lika, aku tidak mungkin menyakitinya”


“ Kak Arjun juga suamiku mba, dan aku sama sekali tidak akan tertipu oleh dirimu”


Abi dan umi hanya terdiam mendengarkan perdebatan mereka, keduanya bahkan tersenyum saat melihat Lika dan Layla berhenti berdebat kemudian membuang muka.


Rupa-rupanya abi dan umi menganggap ini sebagai bentuk keakraban antara istri pertama dan istri kedua, karnanya mereka tidak menanggapi pertengkaran Layla dan Lika dengan serius.


Lika sebenarnya ingin menceritakan segalanya, tentang hubungan Layla dan Soni, tentang Layla yang bersetubuh dengan banyak pria, dan tentang Layla yang menganiaya suaminya sampai membuat Arjuna jadi impoten, tapi saat ini ia terpaksa diam, seperti apa yang Layla katakan, Lika sama sekali tidak memiliki bukti nyata untuk mengungkapkan kebenaran itu.


“ Hapuskan kontrak pernikahan ini abi, Lika memohon dengan sangat, tolong kasihani kak Arjun, dia sudah banyak menderita” ucap Lika seraya menyerahkan map berwarna merah


Layla merebut map itu dari tangan Lika seraya berkata “ itu tidak akan terjadi Lika, jika abi menghaus kontrak ini, Lika pasti akan membujuk mas Juna untuk menceraikan aku bi, jadi tolong jangan lakukan itu”


“ tanpa aku bujuk pun Kak Arjun pasti akan melakukannya “ bisik Lika


Layla yang kesal pun menarik bagian belakang hijab Lika, ia memaksa lika mendongak kemudian berbisik “jika kau ingin bertarung kau harus punya kekuatan, wanita lemah sepertimu tidak akan pernah bisa menang dariku”


“ sudah-sudah sampai kapan kalian akan terus berdebat begini” ucap umi seraya melepaskan tangan Layla yang menarik kerudung Lika.


“ Untuk masalah kontrak pernikahan itu, abi akan bicarakan dengan nak Arjun, jika memang harus di hilangkan atau di rubah maka kita harus mendiskusikannya bersama” ucap abi berpendapat

__ADS_1


__ADS_2