Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 48. Sekilas cerita di masa lalu


__ADS_3

Dari pagi ke pagi layla terus terjebak dengan dirinya sendiri, musuh layla yang sebenarnya bukanlah lika maupun arjuna, melainkan dirinya sendiri, selalu saja ada rasa takut yang tak bisa layla ungkapkan, tanpa tak pernah ada orang yang bisa membantunya dengan benar.


wanita itu masuk ke ruang ganti, ia meraih salah satu tasnya lalu pergi meninggalkan kamar, meninggalkan rumah menuju suatu tempat.


Layla menemui seseorang yang selama ini diam-diam dijadikan sebagai sandarannya, walaupun ia harus membayar mahal setiap kali pria itu membantu layla, ia seperti tak punya pilihan lain, hanya dia yang bisa layla andalkan saat ini.


“ apa yang harus kulakukan? Dia... Dia melihatku memukul arjuna.... Tolong aku! Kumohon....”


Layla berucap dengan tubuh gemetar, getaran yang sama yang semalam ia rasakan, dan masih belum menghilang hingga kini, rasa takut sudah membuat layla seperti pecandu yang kekurangan obat.


Seorang pria menganggukkan kepala, ia meminta layla menunggu sejenak, kemudian menyuntikan sesuatu pada tubuh layla sambil tersenyum.


Pria paruh baya itu merengkuh tubuh layla, dan perlahan tubuh yang gemetar itu membaik, sebuah senyuman terbit bersama kembalinya ketenangan dalam diri, layla kemudian mendorong tubuh itu untuk sedikit menjauh.


“ papa! Si pelakor itu sudah tahu aku suka bersandiwara dan juga kasar, apa yang harus aku lakukan sekarang” ucap layla dengan tenang,


Sikapnya sudah berubah, bahkan saat mendudukkan diri ia menunjukkan sosok seperti orang yang sekali tak memiliki beban.


“kita bicarakan itu nanti, mau bersenang-senang sayang, papa akan memanjakanmu pagi ini” ucap pria itu seraya mendorong tubuh layla perlahan hingga terbaring di sofa itu.


Pria itu adalah sony, musuh husain (abi-nya layla) sebelum jadi ustad.


Dulu husain bekerja pada seorang mafia, ia memang orang yang bersih, tak pernah membunuh ataupun berkelahi, karna husain adalah orang kepercayaan yang ditugaskan sebagai perantara antara mafia itu dengan si pemberi informasi (penjual informasi)


Sony yang masih satu kelompok selalu saja merasa iri pada husain, selain karna husain di sayangi bos, pria itu juga mendapatkan pujaan hati sony yaitu nining (uminya layla)


Husai memutuskan untuk berhenti sejak insiden pemerkosaan yang dilakukan sony pada nining, dan buah dari insiden pemerkosaan itu adalah layla.


Walau demikian husain menerima, merawat, serta membesarkan layla dengan penuh kasih sayang, ia selalu berkata “ jangan ungkit-ungkit masa lalu, layla itu putriku” setiap kali umi merasa tak bisa menerima anaknya sendiri.


Sejak kecil layla memang nakal dan keras kepala, sifat itu sepertinya di turunkan dari gen sang papa, atau mungkin karna nining menyimpan kebencian pada sony saat mengandung, jadinya layla memiliki sifat seperti papanya.


Orang dulu kan sering bilang ‘ kalau lagi hamil jangan membenci berlebihan, nanti anaknya akan mirip sama orang yang dibenci' entah itu mitos atau pakta, mungkin hanya tuhan yang tahu.

__ADS_1


Husain mendidik layla dengan sangat baik, anak itu bahkan sudah jadi hafiz saat berumur 8 tahun, melihat layla yang pandai mengaji membuat orang-orang di sekitarnya merasa iri, karna itu mereka menitipkan putra-putrinya untuk belajar mengaji dari husain, sejak itulah husain menjadi ustadz yang sangat dihormati.


Seiring berjalannya waktu layla tumbuh menjadi remaja yang cantik, walau sedikit usil tapi ia adalah anak yang baik.


Abi memasukkan layla ke pesantren setelah anak itu lulus sekolah dasar, tapi layla terpaksa di bawa pulang setelah sebuah insiden besar menimpanya.


Sekilas cerita di masa lalu yang tak pernah orang lain ketahui seutuhnya.


Saat layla mondok di pesantren, suatu hari ustadzah membawa para santrinya untuk melakukan studytour, mereka mengunjungi sebuah museum kota.


Di sanalah pertama kalinya layla dan sony bertemu, dari sejak pertemuan itulah layla mulai berubah.


“ saya memiliki masalalu kelam dengan ibunya layla, kami sempat menjalin hubungan terlarang, dan layla adalah buah dari hubungan itu, sekarang kami sudah bertaubat, aku pergi menjauh dan ibunya layla kembali pada suaminya, pria itu sangat baik, dia bersedia merawat putriku walau tahu segalanya, tapi ibunya layla selalu melarang saya untuk menemui layla”


Itulah yang sony tuturkan pada ustazah, awalnya baik ustazah maupun layla tidak percaya pada perkataan itu, sampai akhirnya mereka memutuskan melakukan tes dna untuk membuktikannya.


Ustazah mengizinkan sony untuk sering-sering berkunjung setelah mengetahui hasilnya, hasil yang mengatakan bahwa sony benar-benar papah biologis layla.


Sony perlahan menanamkan bibit-bibit kejahatan pada layla yang saat itu masih berusia 13thn.


“ dengar nak! Kerudung itu hanya untuk orang-orang suci, sementara kau itu hanyalah anak hasil hubungan gelap, kau tidak pantas mengenakan hijab”


“ kau boleh mengenakan hijab saat di pesantren, di rumah abimu dan di lingkungan sekitarnya, di luar itu kau tidak perlu mengenakan hijab”


“ anak papah itu cantik, kulitmu mulus dan seputih susu, kalau terus di sembunyikan di balik gamis panjang seperti ini, tidak akan ada laki-laki yang tahu kecantikanmu”


Kata-kata seperti itu sering sony lontarkan saat mendoktrin otak layla, dan seiring bertambahnya usia sony pun mulai melecehkan layla.


Awalnya layla menolak saat sony hendak mencium bibirnya, tapi pria itu berkata “ aku berhak menyentuhmu, jika tak percaya tanyakan saja pada gurumu”


Layla yang polos pun melakukannya, ia bertanya “ ustazah! Apakah ayah diperbolehkan mencium, memeluk, dan menyentuh tubuh putrinya”


Sang ustazah pun menjawab “ boleh layla, tapi dalam batasan tertentu, mencium sebagai tanda sayang tanpa adanya nafsu itu boleh, memeluk tanpa nafsu juga boleh, menyentuh juga dihalalkan, terkecuali bersetubuh”

__ADS_1


Saat menanyakan pertanyaan itu layla sudah berumur 16 tahun, dan saat itu pula layla mulai dijamah oleh sang papa.


Layla pernah menangis karna tak nyaman dengan setiap sentuhan sony, saat itu adalah saat pertama kalinya sony mencium layla dengan brutal sambil memasukkan tangannya ke dalam celana, membuat layla merasakan surga dunia untuk pertama kalinya.


Remaja itu memberanikan diri untuk bertanya “ kenapa papa melakukan ini? Abi saja tidak pernah menyentuh layla seperti ini”


Dan sony pun menjawab “ papa menyayangi layla, papa ingin layla bahagia, dan seperti inilah cara papa membuat layla bahagia”


Tapi sebaik-baiknya kita menyimpan bangkai baunya pasti tercium juga.


Pada saat ulang tahun layla yang ke 17, abi dan umi berkunjung ke pondok, mereka berniat untuk memberikan kejutan atas bertambahnya usia layla, tapi sayang layla tidak ada di kamarnya, maupun di lingkungan pesantren.


Layla yang perlahan tumbuh menjadi remaja yang mulai seperti wanita hiperseks itu pergi diam-diam di tengah malam, layla mendatangi kontrakan sang papa yang letaknya tidak jauh dari pesantren, dan itu hanya untuk meminta sang papa menyentuhnya.


Sony memanfaatkan kesempatan itu, ia berniat untuk merenggut keperawanan layla yang sudah beranjak dewasa, tapi sayangnya sony tertangkap sebelum merasa terpuaskan.


Abi dan umi kompak memeluk layla yang saat itu menangis karna keperawanannya di renggut secara paksa, mereka bahkan memeriksakan layla ke rumah sakit, beruntung belum ada ****** yang masuk ke dalam rahim itu, mungkin itu satu-satunya hal yang masih bisa disyukuri.


Sejak saat itu abi membawa layla pulang, dan sejak saat itu pula layla mendapatkan trauma dengan apa yang disebut berciuman, setiap kali bibir itu bersentuhan lebih dari lima menit, maka rasa sakit di seluruh tubuhnya itu akan muncul dan seolah terasa nyata.


Dan apakah layla kembali menjadi putri yang baik?


Abi dan umi sangat berusaha untuk mengembalikan layla seperti yang dulu, tapi layla sering kali tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


Pernah satu ketika layla merengek pada abinya, meminta sang abi untuk menjamah tubuhnya, gadis remaja itu tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang besar, layla bahkan sampai meraung sambil menangis seperti meminta permen saja.


Dan apa yang abi lakukan saat itu?


Saat itu adalah ujian terberat untuk abi, sebagai pria yang normal ia kesulitan mengendalikan diri, umi sampai menampar layla dan harus mendorongnya hingga layla terjatuh dari atas tempat tidur, barulah layla berhenti.


“ layla, jika kau tidak bisa mengendalikan diri maka turunkan pandanganmu dari para laki-laki, yang sudah terjadi memang tidak bisa kita ingkari, tapi abi harap kau bisa menjaga dirimu dengan baik, karna seburuk-buruknya seorang pria, dia tetap akan memilih wanita solehah untuk diperistri”


Nasihat abi untuk layla selalu dijalankan dengan baik, layla selalu menundukkan kepala setiap kali melihat ataupun berinteraksi dengan pria.

__ADS_1


“ jangan pernah lepaskan hijabmu sayang umi mohon” pinta umi sambil menangis


__ADS_2