
“ Ayo cepat puaskan aku sayang!”
Suara rengek kan manja Layla terdengar begitu vidio diputar, Lika bergegas mengecilkan volume ponsel sampai titik terendah, ia khawatir vidio itu akan membuatnya malu pada orang-orang di sekitarnya.
Dan yang di khawatirkan Lika malah menjadi kenyataan, vidio itu berisi tindakan tidak senonoh Viki dan juga Layla, bagaimana asyiknya mereka bercinta di kamar hotel, begitu pergulatan mereka selesai Viki melempar sesuatu ke lantai, dan Lika tahu itu adalah alat pengaman, dalam vidio itu Layla memungut benda yang Viki lemparkan setelah melihat pria itu masuk ke dalam kamar mandi.
Tidak hanya sampai di situ saja, dalam vidio itu pun muncul sosok Arjuna, adegan berlanjut dengan Layla yang melemparkan benda yang baru ia pungut pada Arjuna, itu merupakan penghinaan terparah yang pernah Lika saksikan.
Arjuna sempat berlutut dan menangis, namun ia kembali berdiri dan menghapus jejak air matanya saat melihat Viki keluar dari kamar mandi, mereka terlihat berbincang sebelum akhirnya Arjuna memberikan selembar cek pada Viki, kemudian Viki terlihat pergi.
Adegan selanjutnya adalah perdebatan antara Arjuna dan Layla yang kembali terjadi, bagaimana sang pria terlihat terus memohon, kebodohan Arjuna yang sampai membereskan kamar saat menunggu Layla keluar dari kamar mandi.
Terlihat Arjuna menarik tangan Layla untuk ikut dengannya, tapi paksaan itu malah dihadiahi pukulan oleh Layla, wanita itu memukul Arjuna dengan sebuah botol anggur yang ia raih dari atas meja.
Lika menitikkan air mata saat melihat Arjuna terluka, tapi pria itu malah terlihat tertawa sambil menangis sebelum akhirnya terkapar tak berdaya.
Vidio itu masih belum berakhir, sosok Viki kembali terlihat, dokter itu tampak terkejut dan sempat memeriksa Arjuna, tapi sesaat kemudian beni masuk dan vidio pun diakhiri dengan Viki yang berjalan mendekati kamera sambil tersenyum.
Rasa kesal dan kesedihan berpadu dalam hati, namun Lika berusaha mengendalikan perasaannya yang kacau itu, ia membuka pengaturan vidio untuk melihat kapan dan di mana vidio itu di buat, Lika sangat terkejut karna saat kejadian itu terjadi ia tengah berada di sana, waktu dan tempat menunjukkan saat Lika di ajak ke hotel xx oleh arjuna dan beni ( Episode 9-10)
Lika ingat di hari itu pula pertama kali ia kembali di pertemukan dengan Viki, Lika pun teringat pada saat makan malam bersama (episode 18) bukankah pada malam itu ia memergoki Viki keluar dari kamar Arjuna.
Lika pun jadi berpikir ‘Jangan-jangan pada malam itu Layla juga bercinta dengan Viki'
Lika menangis meratapi kemalangan sang suami, ia membayangkan bagaimana hancurnya hati pria itu saat di sakiti oleh istri pertamanya.
__ADS_1
Tanpa Lika sadari, entah bagaimana ia tiba-tiba berada dalam pelukan seorang pria, dadanya yang bidang membuat Lika merasa lebih nyaman untuk menumpahkan tangisnya.
“ Sudah cukup kau tangisi dia lika, dia tak pantas untuk mendapatkan air matamu”
Suara tegas Arsena membuat Lika tersentak, ia mendorong tubuh Arsena dan bergegas menjauh, Lika membuang muka saat menyeka air matanya.
“ Harus berapa kali aku katakan, aku tidak bisa meninggalkannya tuan Ars” ucap Lika dengan tegas
“ Tapi dia hanya memanfaatkan mu, Lika”
Lika diam tak menjawab, dan Arsena pun mulai bercerita mengenai alasan kenapa ayah Lika mengajukan pernikahan sebagai syarat.
Arsena menceritakan bagaimana ayah lika yaitu tuan Gunawan mendatangi Sky, Gunawan yang tak tega melihat putri kesayangannya menangis di dalam sel, hanya karna tuduhan palsu pun meminta semua informasi tentang orang yang sudah menjebak Lika hingga masuk penjara.
Dan orang itu tidak lain adalah Layla. Lika pun menatap pada Arsena, ia tidak hanya terkejut tapi juga merasa tak percaya.
Arsena juga memberi tahu bahwa, Gunawan menceritakan sebagian perselingkuhan Layla, bagaimana hancurnya wanita itu sebelum menikah dengan Arjuna, dan hal itu dilakukan agar Arjuna mau berkomplot dengannya untuk sama-sama membalaskan dendam mereka pada Layla.
Arjuna masih belum tahu bahwa Layla hanyalah korban dari ayahnya, ia hanya tahu bahwa Layla sudah tidak suci bahkan sebelum menikah dengannya, gunawan sengaja tidak menceritakan seluruh kebenaran agar Arjuna tak lagi merasa bersalah pada Layla, dan juga tidak mengasihani wanita itu.
Arsena juga mengungkapkan bahwa selain Gunawan memanfaatkan Arjuna untuk membalaskan dendam, Arjuna juga menyalahgunakan kepercayaan Gunawan padanya.
“ kau tahu Lika, paman membuat satu janji pada Arjuna, ia berjanji akan membantu Arjuna terlepas dari Layla asal dia tak melibatkan dirimu, tapi pria yang tidak sabaran itu saat ini tengah memperalat dirimu”
Saat Arsena mengatakan itu, Gunawan yang baru saja datang mendengar ucapannya, ia sengaja mendatangi sang putri setelah menerima kabar dari Sky.
__ADS_1
“ itu tidak mungkin!” gumam Lika seraya menggeleng
“ Aku tahu dia juga mencintaiku Ars, aku yakin itu” Ucap Lika dengan pasti
“ bagaimana jika tidak!” sahut Gunawan
Lika menoleh ke belakang dan melihat sang ayah datang menghampirinya, ia membelai lembut kepala Lika kemudian mengecupnya.
“ Maafkan karna ayah telah salah dalam mengambil keputusan, demi membuat Layla merasakan rasa kehilangan yang kau rasakan, ayah telah egois memintamu menikah dengan Arjuna, membuatmu menjadi istri keduanya” ucap Gunawan penuh sesal,
“ ini bukan salah ayah” ucap lika seraya menyeka air mata di wajah sang ayah
“ ikutlah pulang dengan ayah Lika, dan biarkan ayah selesaikan masalah pelik ini, kau tak perlu jadi pelakor” ucap Gunawan dengan tegas
“ tapi yah! Lika rela jika kak Arjun memang ingin aku menjadi seorang pelakor, Lika bisa menjadi orang yang merusak rumah tangga orang lain jika memang dengan itu Lika bisa membuat kak Arjuna terbebas dari pendreitaan” ucap Lika
“ Ayah yang tidak rela Lika, kau ikut pulang dengan ayah, ayah janji, ayah akan membantu Arjuna terbebas dari penderitaan itu” ucap Gunawan
“ Ayahmu benar Lika, aku juga berjanji, aku tidak akan memaksamu untuk menikah denganku lagi, tapi tolong turuti perkataan ayahmu, aku tidak ingin melihat orang memandangmu sebagai pelakor, walau demi untuk menyelamatkan pria tampan yang kau cintai itu” ucap Arsena
Arsena mengacungkan jari kelingking untuk membuat janji dengan lika, dan Lika menyambut baik janji itu dengan senyuman.
Gunawan pun membawa putri kesayangannya pulang, dengan diantar oleh Arsena dan juga Sky yang menunggu di tempat parkir.
Tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka, dengan berurai air mata, kini Layla tahu di mana letak kesalahannya.
__ADS_1
“Harusnya aku tak menjebak Lika, harusnya aku tak membuat masalah dengan pria bernama tuan Gunawan itu, sekarang tamatlah riwayatku, semuanya akan berakhir.... ”Ucap Layla dengan air mata yang berlinang, penuh dengan penyesalan