
Malam pertama, di mana biasanya para pengantin baru memadu kasih, atau setidaknya bermesraan di dalam kamar, tapi hal itu tidak berlaku untuk lika dan arjuna.
Di malam pertama mereka, lika melakukan tugasnya sebagai dokter, ia memulai sesi terapi pada pasien yang kini menjabat sebagai suaminya juga.
Selama berjam-jam lika bergelut dengan rangkaian tahapan demi menstimulasi syaraf yang lama kendur, mencoba membangkitkan sesuatu yang sudah tidur sejak lama.
Kantuk dan lelahnya tak dirasa dalam usaha mengobati arjuna, tantangan terbesarnya adalah pasien itu sendiri, tubuh arjuna yang bergerak refleks saat merasakan rasa sakit itu cukup membuat lika sedikit kesulitan, sang mantan dokter itu baru berhenti saat ular peliharaan sang suami bangun dari tidur panjangnya.
Arjuna kini mengerti alasan gunawan memintanya untuk menikahi lika, ternyata pada kenyataannya walau merasa takut lika akan marah dengan apa yang ia lakukan, tapi arjuna tak bisa berbuat banyak karna ia sendiri tak mampu mengendalikan dirinya saat terapi itu di
lakukan.
“ maaf lika” ucap arjuna lirih,
Rasa bersalah tersirat jelas pada bola mata indah sang pria, dan itu membuat lika berpikir bahwa arjuna enggan menyentuhnya, hatinya bertanya ‘ apakah arjuna juga menginginkan layla sebagai wanita pertama yang disentuhnya?’
“ kenapa minta maaf kak, itu reaksi yang wajar kok! Malah itu pertanda bagus untuk kesembuhan kakak” terang lika
“ lika! Aku mendadak ingin buang air kecil” ucap arjuna kemudian
Lika pun turun dari pangkuan arjuna, ia membiarkan pria itu pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan inginnya.
Tak lama arjuna keluar dari kamar mandi dengan wajah senang, ia bergegas mendekati istri mudanya, sambil mencengkeram lengan lika pria itu lalu berkata “ lika! Burungku bangun, sungguh aku tidak berbohong!”
“ iya kak! Sekarang kakak sudah bisa menggunakannya, pergilah! Cobalah melakukan hubungan dengan istri kakak”
Mendengar itu arjuna pun jadi bertanya ‘ apakah lika tidak bersedia untuk disentuh olehnya?’ dalam hati, dengan sedikit rasa tak rela arjuna pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“ lik! Apa aku harus melakukannya?” tanya arjuna ketika sudah berada di ambang pintu, keraguan itu membuat langkahnya terasa berat.
“ iya kak! Harus, ajaklah mba layla bercinta, cobalah untuk melakukannya berulang kali, sampai kakak setidaknya bisa menahan proses itu selama 5 menit saja, dan jangan terlalu banyak bicara, obrolan tak penting itu akan sangat berpengaruh pada hasrat kakak” terang lika
Arjuna pun meninggalkan kamar setelah mendengar penjelasan itu.
Sementara lika, gadis itu meraih ponsel di nakas, ia mengirim pesan singkat pada istri pertama suaminya, mengatakan hal yang sama seperti apa yang ia katakan pada arjuna tadi, menjelaskan sedikit apa yang harus layla lakukan, lalu kembali meletakan ponselnya di atas nakas, gadis itu kemudian menjatuhkan diri terlentang di atas tempat tidur.
“ aku yang membangunkan tapi dia yang mencicipi pertama kali, walau pikiran ini terus membenarkan, hati ini tetap tak rela” keluh lika dengan diiringi helaan nafas panjang.
Layla membaca pesan singkat yang lika kirim dengan acuh, lalu melempar ponselnya ke atas sofa, ia menajamkan tatapannya ketika melihat handle pintu kamarnya bergerak, tak lama pintu pun terbuka, sang suami pun terlihat memasuki kamar itu.
“ ngapain kamu kesini? Bukankah ini malam pertamamu dengan istri muda mu itu?” tanya layla dengan ketus
“ maaf! Aku tahu kau terluka dengan pernikahanku, tapi kau juga lah yang menyebabkan semua ini, jika saja kau tidak memberiku obat dan membuatku jadi seperti ini, aku tidak harus menikahinya” jawab arjuna
“ aku tidak pernah selingkuh darimu layla” tegas juna
“ kau meninggalkan aku di butik saat kita tengah memilih baju pengantin, kau bahkan berani mencium pipi wanita lain saat kita tengah memilih cincin pernikahan di toko perhiasan, jika bukan selingkuh itu apa namanya juna?”
“ harus berapa kali aku menjelaskannya padamu, aku meninggalkanmu di butik karna papah memintaku menggantikannya untuk meeting dengan client, dan soal di toko perhiasan itu, dia itu hanya client lama perusahaan ku, dan aku katakan lagi padamu layla, dia yang mencium ku, bukan aku yang menciumnya”
“ Apa kau pikir hanya itu? Lalu ke mana kau pergi saat kita harusnya menghabiskan malam pertama juna? ”
“ aku pergi bekerja layla, aku tidak punya pilihan, saat itu aku tidak siap menjelaskan kondisi ku padamu, aku terlalu takut kau akan pergi meninggalkan diriku”
“alasan, kau itu bos juna, bos! Seorang bos yang memiliki banyak pegawai kenapa malah lebih sibuk dari anak buahnya sendiri, kau pikir kau bisa membodohi ku? “
__ADS_1
“ cukup layla kumohon! Aku datang bukan untuk berdebat lagi denganmu, aku datang untuk mengajakmu bercinta, ayo bercinta denganku sayang”
Nada suara arjuna melembut kala mengatakan itu, karna tak kunjung mendapat sahutan pria itu pun langsung menyerang layla, namun seperti biasanya, belum sampai lima detik ia menautkan bibir mereka layla sudah mendorong tubuh arjuna untuk menjauh.
“ cukup juna, kau mau membuatku mati karna tak bisa bernafas” keluh layla
“ tidak ada orang yang mati karna berciuman sayang, ini bahkan belum lima detik” ucap arjuna
“ memangnya ciuman harus berapa lama?”
Arjuna menghela nafas panjang untuk mengatur emosi yang menyelimutinya, ia menatap sendu pada sang istri lalu berseru “ Sayang!!!” dengan lembut
Arjuna kembali mencumbu sang istri, menciumi wajah layla, tidak! Bukan mencium tapi mengecupi wajah wanita itu, lalu beralih ke leher, dan perlahan mulai menyentuh bagian tubuh lainnya juga.
Layla bahkan mengajari arjuna untuk bisa menyenangkannya, dan arjuna pun menuruti ucapan sang istri dengan patuh, perlahan wanita itu memejamkan matanya, mencoba menikmati setiap sentuhan dari sang suami, sesaat kemudian ia kembali membuka matanya, ia hendak meminta sang suami untuk melakukan penyatuan, tapi wanita itu malah mendengus kesal saat mendapati benda itu masih tergulai lemah di bawah sana.
“ juna!” pekik layla seraya mendorong pria itu untuk menjauh dari tubuhnya.
“ kau sengaja mau menyiksaku hah?” tanya layla kesal
“ maaf!” ucap arjuna seraya menundukkan kepala, pria itu menyadari sebab kekesalan sang istri pertamanya itu.
“ aku tidak tahu kenapa sekarang burungku tidak bangun? Sungguh layla, aku tidak bohong padamu, apalagi dengan sengaja ingin menyiksamu, tadi burungku itu sudah bisa bangun” ucap arjuna menjelaskan mencoba untuk meredakan amarah sang istri.
“ tapi kenyataannya burung mu itu sekarang tidur kan! Tanggung jawab! Aku tidak mau tahu bagaimana pun caranya, aku sudah tersulut gairah den membutuhkan pelampiasan” ucap layla dengan ketus
Arjuna menatap heran pada benda pusaka-nya itu, dengan kedua matanya pria itu tadi melihat benda pusaka-nya bangkit dari tidur panjangnya, dan sang istri muda pun dengan jelas mengatakan bahwa ia sudah bisa memakainya, tapi kini benda itu tetap tertidur pulas, rencana bercinta itu pun berubah menjadi perdebatan sengit.
__ADS_1
Arjuna terus menghela nafas panjangnya, ia bergumam dalam hati 'dasar ular naga pemilih! Rupa-rupanya kau sama sepertiku, tak menginginkan layla menjadi tempat pertama yang kau kunjungi'