Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 61 Perceraian


__ADS_3

Layla tengah duduk bersandar sambil melihat-lihat majalah di atas tempat tidurnya, wanita itu melirik sesaat lalu membuang muka setelah melihat Arjuna yang datang, ia tampak tak suka melihat kedatangan suaminya itu.


“ Layla!”


Seruan abi dan umi membuat Layla kembali menoleh ke arah pintu, ia terkejut saat melihat abi dan uminya yang kemudian masuk dengan tergesa-gesa, mereka memeluk Layla dengan erat.


Layla hanya diam saat abi dan uminya menangis dalam pelukan, wanita itu sudah tak berhasrat untuk ikut bersedih atau setidaknya menyesali perbuatannya itu, ia juga tak berhasrat untuk marah pada keadaan, wajahnya pun tampak datar.


Arjuna mendekati Layla dari belakang, ia menyentuh punggung sang istri, membelainya dengan lembut hingga hasrat durjana itu muncul, tubuh Layla memanas, ia mendorong umi lalu berbisik pada abi “ ayo bercinta bi” seraya mencengkeram kerah baju koko sang abi.


Husein membeku mendengar bisikan itu, sementara Arjuna tersenyum melihat tangan sang istri yang mulai nakal meraba-raba tubuh abinya sendiri, Arjuna ingin menunjukkan pada abi bagaimana sikap Layla yang sebenarnya, untuk itulah ia melakukan tindakan itu.


Umi yang melihat itu pun menarik tangan abi agar menjauh, Layla pun turun dari ranjang seraya mencabut selang infusnya, ia hendak menghampiri sang abi, namun karna tubuhnya lemah wanita itu pun jatuh hingga terduduk di lantai.


“ heee... Abi! Bantu Layla bi, bukankah abi selalu bilang bahwa Layla adalah wanita tercantik, sebagai seorang pria normal, Layla yakin abi juga menginginkannya ” rengek Layla dengan manja, ia sampai setengah berbaring di lantai saat memohon, ia tampak enggan untuk menyerah menggoda abinya itu.


Sebuah tamparan mendarat di pipi Layla, Abi menampar sang putri karna tak terima dengan ucapan putrinya itu, ia kemudian berkata“ Jaga ucapanmu itu! Abi sudah menganggapmu seperti putri kandung abi sendiri, abi tak pernah sedikit pun merasa berhasrat untuk menyentuh putri abi sendiri”


“ tapi Layla mau bercinta dengan abi...


Umi yang kesal mendengar ucapan sang putri pun langsung menyerang, ia mencekik Layla seraya berkata “ dasar anak durjana, apa kau sadar dengan apa yang telah kau ucapkan hah!”


“ Lepaskan Layla umi, tolong jangan seperti ini, ingatlah bahwa dia adalah putri yang umi lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa sendiri, tidak kah umi merasa sayang” bujuk abi seraya berusaha menarik tangan umi


“ Justru umi menyesal karna umilah yang telah melahirkannya, jika tahu anak ini akan jadi biadab seperti ayahnya, umi tidak melihatnya lagi, lebih baik anak ini tiada” ucap umi kesal


Layla tampak mulai kesulitan bernafas, bukan ini yang Arjuna inginkan, pria itu pun membantu abi untuk menarik tangan umi, ia berkata “ Lepaskan dia umi, dia bukan lagi putrimu, tapi istriku, selama ini aku sudah bersabar menghadapi tingkah gilanya, jangan membuat deritaku bertambah dengan merenggut nyawanya”


Umi menatap Arjuna dengan tatapan sendu, perlahan ia mengendurkan cengkeraman tangannya, Layla terbatuk bersama dengan terdengarnya dengusan sang umi.

__ADS_1


Layla menatap sang abi dengan tatapan tajam, ia bergumam dalam hati ‘ Sungguhkah abi begitu tulus menyayangiku?’


Layla merasa tak percaya, di saat umi yang melahirkannya saja seperti tak ragu untuk melenyapkannya, ayah kandung yang menjerumuskannya ke lembah hitam, ternyata ada satu orang yang benar-benar menyayanginya, padahal Layla bukanlah putri kandungnya, padahal Layla tak pantas untuk menjadi putri dari seorang ustadz yang begitu dihormati.


Umi berdiri di depan abi untuk memutuskan pandangan mata Layla, dengan tatapan tajam umi memberikan sang putri peringatan.


“ Jangan macam-macam dengan suamiku Layla, aku tidak akan tinggal diam walau pun kau adalah putri kandungku sendiri”


Arjuna berjongkok di hadapan Layla, ia hendak membantu Layla untuk berdiri namun wanita itu malah mendorong Arjuna untuk menjauh, kemudian berkata “ pergi! Menjauh dariku, dasar kau pria tak berguna”


“ Layla! ” Abi memekik, dengan suara lentang ia berkata “ tolong kendalikan dirimu nak!”


“ Ahhh... “


Abi tiba-tiba melenguh kesakitan, ia meremas dadanya dengan kuat, tepat di bagian jantungnya berdetak.


Di luar ruangan, tak jauh dari kamar Layla berada, Viki tengah berdiskusi dengan suster perihal pemindahan pasien yang baru di tanganinya, ia menoleh saat mendengar teriakan dari kamar itu, sang dokter muda itu pun bergegas menghampiri, namun langkahnya terhenti saat melihat orang-orang yang ada di sana.


“ ayo kita masuk dok!” seru suster cantik di sampingnya itu.


“ tidak!” tolak Viki seraya menggeleng


“Kau bantu mereka, aku akan panggilkan dokter lain” ucap Viki kemudian melangkah pergi dengan tergesa-gesa.


Suster itu masuk bersama dengan beberapa suster dan perawat pria yang mendekat karna mendengar teriakan itu juga, mereka membantu abi, membaringkannya di atas tempat tidur sambil menunggu dokter datang.


Tak lama seorang dokter pun datang dan memeriksa abi, umi dan Layla masih saja bersitegang, Layla ingin melihat kondisi abinya tapi umi terus saja menghalanginya, padahal wanita itu juga merasa cemas.


Setelah pemeriksaan itu selesai, abi di vonis terkena serangan jantung ringan, Layla hendak menerobos masuk karna khawatir, namun umi melarangnya.

__ADS_1


“ tidak boleh! Kau harus jauh-jauh dari abi Layla” ucap umi dengan sinis


“ nona ini adalah nona Layla? “ tanya dokter itu


“ iya dok saya Layla” ucap Layla membenarkan


“ pasien terus saja menggumamkan namamu, akan lebih baik jika nona ini dibiarkan masuk untuk menjenguknya, semangat moral juga penting untuk mempercepat proses kesembuhannya” ucap sang dokter


Mendengar itu, umi tak lagi bisa melarang, namun ia ikut masuk bersama sang putri, umi bersikap waspada karna khawatir.


“ Layla!” gumam lirih abi, suaranya pelan tapi masih bisa terdengar walau samar


“ Layla di sini abi!” ucap bisik Layla seraya menggenggam tangan sang abi


“ tolong dengarkan kata-kata abi nak, abi tak suka Layla seperti ini, jangan bertingkah seperti pela*cur sayang, cobalah untuk kembali ke jalannya, abi yakin perlahan Layla akan kembali sembuh” ucap abi dengan lirih


Layla mengangguk, ia mencium tangan abinya bersama dengan air mata yang mulai menetes.


“ jangan bersedih sayang! Walau seluruh dunia memusuhimu, abi akan tetap berdiri di sampingmu, mendukung serta menuntunmu di jalan yang benar, berwudulah nak, laksanakan sholat taubat untuk meminta ampunannya, dan bercerailah dengan Arjuna” ucap abi dengan lirih


“ tapi bi!”


Arjuna hendak protes, namun ia tak bisa melanjutkan kata-kata setelah di tatap dengan tajam oleh Layla, wanita itu berdiri di hadapan Arjuna dengan satu tangan yang masih menggenggam erat tangan abi.


“ tidak ada gunanya bertahan, kita lakukan sesuai kata abi, aku juga tak ingin menunda perpisahan” ucap Layla dengan yakin


“ saat kau menyalahkan aku yang seperti ini, pernahkah kau berkaca, lihatlah dirimu yang tak bisa melindungi aku, camkan ucapanku ini jun, yang bersalah bukan hanya aku, kau juga!” bisik Layla di telinga arjuna


Arjuna diam tak membantah, ia balas menatap Layla dengan tajam, dalam hati ia bertanya ‘ apakah memang tidak pernah ada cinta di hatimu untukku?’

__ADS_1


__ADS_2