
Begitu tiba di kediaman arjuna, rumah itu tampak masih ramai oleh beberapa pekerja yang hilir mudik, tampaknya pekerjaan yang arjuna minta beni selesaikan dengan cepat kini masih belum selesai.
“ lamban!” keluh arjuna
Presdir itu terlihat tak ada niat untuk turun dari mobil, ia malah sibuk dengan ponsel pintarnya, melakukan pekerjaan yang bisa ia kerjakan.
lika tampak heran melihat banyaknya pekerja bangunan di sana, ia ingin bertanya tapi ragu, wanita itu takut akan mengganggu dan memperburuk suasana hati suaminya yang sedang tak baik.
Sementara beni, pria berkacamata itu bergegas turun dari mobil setelah mendengar arjuna mengeluh, ia menghampiri mandor untuk bertanya.
“ Apa belum selesai?” tanya beni
“ sudah beres pak! Hanya tinggal merapikan sedikit” jawab mandor
“ kenapa lambat sekali? Bukankah seharusnya semua sudah selesai sebelum kami tiba? ” tanya beni
“ maaf pak! Ini mungkin terdengar seperti alasan bagi bapak, tapi tadi ada sedikit insiden yang terjadi, dinding kaca yang sudah kami pasang ternyata berkualitas rendah, karna itu kacanya hancur saat dipecahkan dalam uji coba, karena itu kami harus mengerjakan ulang semuanya”
Setelah mendengar penjelasan dari mandor, beni kembali ke mobil dan menjelaskan semuanya pada arjuna, walau kesal arjuna tak dapat berbuat apa pun.
“ kau jemput layla di rumahnya sana!” titah arjuna kemudian
Arjuna menggendong lika turun dari mobil, dan hal itu sontak mengalihkan perhatian para pekerja, mereka menatap arjuna dan lika dengan tataan penuh tanya.
“ jika masih ingin hidup bekerjalah dengan cepat dan pulanglah dengan damai” seru arjuna
Presdir tampan itu amat tidak suka ketika beberapa pria melirik menatap lika sambil tersenyum, seolah mencari perhatian dari sang gadis berbalut selimut yang baru saja arjuna dudukan di sofa ruang keluarga, ia bisa mengabaikan tatapan penasaran mereka, tapi tidak yang satu ini.
Lika bertambah heran saat melihat juli menuruni anak tangga, tatapan matanya tampak dingin, gadis itu bahkan tak membalas senyum ramah lika seperti biasanya.
“ kak juli sedang apa di sini?” tanya lika saat wanita itu sudah berdiri di dekatnya.
“ pekerjaan saya sudah selesai pak! Apa sekarang saya boleh pergi?” juli mengabaikan tanya itu dengan berbicara pada arjuna
__ADS_1
Arjuna awalnya hanya mengangguk, namun setelah melihat lika menundukkan kepala, tampak murung karna sikap juli pria itu pun merasa ia tidak bisa tinggal diam.
“ tunggu jul!” seru arjuna menghentikan langkah kaki sekretarisnya itu
“ iya! ada apa pak?” tanya juli seraya berbalik, kembali menatap sang presdir
“ duduk dulu sebentar, aku mau bicara?” ucap arjuna yang kemudian diangguki oleh juli
Juli mendudukkan diri di ujung kursi, tempat yang cukup jauh dari lika, wanita itu tampak enggan untuk sekedar duduk di dekat lika, dan itu membuat lika bertanya-tanya dalam hati ‘ kenapa kak juli yang selalu bersikap baik, kini tampak membenciku? Apa yang telah terjadi?’
“ apa yang membuatmu berubah sikap jul? Bukankah kau dan lika teman baik! Tapi kenapa sekarang kau menatapnya seperti musuh?” tanya arjuna menintogasi
“ Maaf pak! Saya tidak berani melakukan itu, apalagi pada nyonya muda” ucap juli
“ kak Juli! Lika minta maaf kalau lika ada salah sama kakak” ucap lika
Juli menghela nafas lalu berkata “ Sungguh! Saya tidak berani memusuhi nyonya muda pak, saya hanya tidak mau berteman dengan wanita yang menggoda atasannya, bahkan sampai rela jadi yang kedua”
“ Jika itu masalahnya maka kau..
Ucapan juli membuat arjuna tersentak kaget, pasalnya ia dengan jelas sudah menempatkan seseorang untuk mengawasi layla, menjaganya agar tidak pulang sebelum ia yang menjemputnya, tapi tanpa adanya pemberitahuan wanita itu malah sudah berada di rumah.
Dari ucapan juli itu pun, arjuna juga mengetahui bahwa kini juli sudah terhasut oleh layla, termakan derita palsu yang layla perankan hingga akhirnya memusuhi lika.
Arjuna menatap pintu kamarnya di lantai atas, ia lalu berkata “ tunggu di sini aku akan kembali” kemudian berlari ke kamar layla
Sedikit kepedulian arjuna pada layla itu membuat juli tersenyum, namun hanya sesaat sebelum ia kembali menatap lika dengan penuh kebencian.
“ Apakah kau tidak punya hati nurani lika? Aku tahu kau menyukai pak arjun, tapi apa kau harus sampai merebutnya dan menyakiti istri pertamanya dengan menikah diam-dian di luar kota?” tanya juli dengan nada bicara yang sinis
“ Aku tidak merebutnya kak! Aku menikahi kak juna karena. ...
Lika terdiam tak melanjutkan ucapannya, ia tengah menimbang-nimbang apakah ia harus berkata jujur pada rekanya sekaligus temannya itu, sementara dalam kejujuran itu, ada aib sang suami yang harus lika jaga.
__ADS_1
“ lihat! Kau sendiri bahkan tak bisa menjelaskan alasannya, menjijikan....”
“ apa kak juli tidak bisa percaya saja pada lika, kali ini saja kak” lika mencoba membujuk juli, ia enggan kehilangan seorang teman yang baik sepertinya.
“ percaya padamu? Kau meminta aku percaya padamu setelah kau menghianati kepercayaanku, dasar tidak tahu malu”
“ jaga ucapanmu juli” seru beni yang datang menghampiri, pria itu tak jadi menjemput layla setelah mendapat pesan dari arjuna yang memintanya untuk kembali, untung saja beni belum jauh saat itu, jadi bisa kembali dengan cepat.
“ ohh... Jadi sekarang pak ben sudah berpihak padamu lika? Beliau yang tak pernah bersikap ramah pada wanita kini membelamu terang-terangan, apa kau juga merayunya?” juli mengabaikan beni dan malah menghujat lika, menghinanya tanpa perasaan.
Air mata lika tak lagi bisa ia tahan, ucapan juli penuh dengan hinaan, sementara dirinya tak mampu membela karna harus melindungi aib suaminya.
Beni pun hanya bisa terdiam, sama seperti lika, pria berkacamata itu tak mungkin menjelaskan perihal keadaan yang sebenarnya, dan jika ia mencari alasan lain, hal itu hanya akan membuat lika semakin kesulitan.
“ dasar pelakor! wanita sepertimulah yang membuat nama 'wanita' jadi tercemar, menjijikkan!!!”
Rasa cemburu memberi keberanian pada juli untuk menghujat lika, ia yang sedari dulu diam-diam menaruh hati pada beni, merasa tidak senang saat beni membentaknya hanya untuk membela lika.
Awalnya juli hanya kecewa pada lika, tapi kini wanita itu sudah menjadikan lika sebagai objek permusuhannya.
“ sebaiknya kau kembali ke kantor jul” ucap beni yang mendudukkan diri di samping lika,
Juli memalingkan wajah dan lika menangkap gelagat aneh di sana, padahal beni duduk dalam jarak aman, sekitar 30cm darinya, tapi wanita bernama juli itu seolah enggan melihat kedekatan mereka, lika mencium bau-bau api kecemburuan dalam sikap juli.
“ saya diminta menunggu di sini oleh pak arjuna” jawab juli ketus
“ aku yang akan menjelaskannya pada pak juna, pergilah! Di kantor masih banyak pekerjaan yang harus kau selesaikan” ucap beni
“ bilang aja kalian mau berduaan” sahut juli ketus
Beni perlahan mendekati juli yang masih memalingkan wajahnya, pria itu kemudian mendekatkan diri lalu berbisik “ kekantor sekarang” di telinga gadis itu
Perintah yang diucapkan dengan penuh penekanan itu membuat juli tersentak kaget, ia yang reflek menoleh membuat dua bibir jadi bertemu.
__ADS_1
Saat beni hanya bisa terdiam, juli memilih bergegas untuk bangkit dari duduknya lalu pergi dari sana, wanita itu tak ingin beni melihat rona merah di pipinya, apalagi sampai bisa menyadari rasa bahagianya karna kecupan tanpa kesengajaan itu.
Lika yang memperhatikan juli sedari tadi pun kini semakin yakin dengan dugaannya, ‘ mereka saling mencintai, tapi berusaha untuk saling menjauh'