Menjadi Pelakor

Menjadi Pelakor
Episode 37. Tak seperti biasanya


__ADS_3

“ jun!”


“ juna!”


“ aku mau mandi”


Layla terus berseru namun tak kunjung mendapat sahutan, dengan sangat terpaksa wanita itu pun membuka matanya, ia berguling ke kanan dan ke kiri untuk mencoba menangkap keberadaan sang suami.


“ ahhh... Sial!” ia menggerutu saat tak melihat pria yang tengah dicarinya itu.


Dengan malas layla pun bangkit dari tempat tidur, wanita yang sudah terbiasa di layani sedari bangun tidur itu tak bisa melakukan apa pun tanpa suaminya, katakanlah dia malas, benar-benar sangat malas, tapi bukankah untuk bisa dilayani ia harus menemukan suaminya dulu.


“ juna!”


Layla membuka pintu kamar mandi dengan pikiran mungkin prianya ada di sana.


“ jun!”


Lalu beralih membuka pintu ruang ganti, berharap bisa menemukan arjuna di sana.


“ juna!”


Layla keluar dari kamarnya pemikiran mungkin arjuna sedang di dapur untuk membuat sarapan.


“ juna! ”


Layla menyusuri lorong dalam rumah menuju tangga, ia sangat tak sabar untuk bertemu prianya itu.


“ jun!”


Layla hendak menuruni anak tangga dengan harapan suaminya akan mendengar seruannya.


“ juna!”

__ADS_1


Layla menginjakkan kaki di lantai bawah, ia mulai kesal karna tak kunjung disahuti.


“ Arjuna! Di mana pria itu?” tanyanya pada angin pagi yang berhembus.


Seruannya terus terdengar seiring dengan langkah kakinya, namun wanita itu belum juga menemukan suaminya itu, ia kemudian menatap pintu kamar lika.


“jangan bilang juna tidur dengan wanita itu semalam, licik sekali dia, dasar wanita laknat!” gerutu layla


Dengan langkah cepat layla pun menghampiri pintu kamar itu, dengan tergesa ia membuka pintu yang ternyata tidak di kunci lalu menerobos masuk, dan dengan seruan yang sama ia kembali memanggil suaminya “ juna!”


Wanita itu mengedarkan pandangannya menatap sekeliling kamar, di satu sisi ia senang karna ternyata arjuna tidak di sana, tapi di sisi lain ia juga kesal karna mendapati kamar itu kosong, lika tidak di sana, dan tempat tidur yang tampak berantakan, baju kemeja yang berceceran di lantai membuat pikiran negatifnya muncul di kepala.


“ Jangan-jangan semalam mereka sudah melakukannya”


“ awas saja jika dia berani mendahului aku!” ancamnya kemudian.


Layla pun menggeledah kamar lika, memeriksa kamar mandi dan ruang ganti, masih dengan tujuan yang sama yaitu mencari keberadaan suaminya.


“ ke mana mereka pergi sepagi ini?” tanya layla sesaat setelah keluar dari kamar lika.


Di setengah perjalanannya layla melihat pintu menuju halaman samping terbuka, ia mendekati pintu itu, awalnya ia mendekat hanya untuk menutup pintu, tapi kemudian niatnya itu ia urungkan.


Tak sengaja layla melihat arjuna tengah tidur dalam posisi berpelukan dengan sang istri muda, mereka tampak berbagi kehangatan dari tubuh masing-masing.


geram, kesal, layla pun berkata “ aku tidak terima diperlakukan seperti ini, tidak bisa! Kau tidak bisa melakukan ini padaku juna, setelah mengajakku bercinta semalam, kau malah pergi diam-diam untuk tidur bersama istri barumu, aku tidak akan membiarkan hal ini”


Layla beranjak pergi menuju dapur, dengan melupakan rasa haus ia mengambil baskom dari dalam rak, kemudian menuang dua liter air yang baru saja ia ambil dari dalam kulkas, dengan langkah gontai wanita itu bergegas Kembali ke tempat dimana suami dan istri mudanya tertidur, layla kemudian menyiram arjuna dan juga lika hingga keduanya basah kuyup.


Sepasang pengantin baru itu terenyak kaget, bahkan mereka langsung bangkit terduduk setelah membuka matanya, bagaimana tidak? Layla menyiram mereka seperti tengah menyiram kucing yang tengah bertengkar, tanpa perasaan, dan tak pula mau tahu dengan apa yang akan terjadi nanti, wanita itu tak peduli kalau nantinya kedua orang yang ia siram itu akan sakit, terkena flu karena ulahnya.


Lika mendongak menatap siapa yang berani menyiram dirinya dengan air dingin, dengan sedikit menggigil ia pun melayangkan protes pada istri pertama suaminya itu


“ kenapa mbak menyiram kami dengan air dingin? Apa tidak busa membangunkan dengan cara yang wajar? “

__ADS_1


Bukanya menyahuti layla malah sengaja melempar baskom ke sisi lika dengan kasar, hal itu memantik kemarahan arjuna, pria itu bangkit berdiri, lalu menarik layla untuk pergi menjauh.


“ lepaskan aku juna!” ucap dingin layla seraya menghempaskan cekalan tangan suaminya, keduanya kini tengah berada di area ruang santai.


“ Apa-apaan kau ini hah? Bukankah aku sudah pernah bilang untuk tidak mengganggu lika”


“ aku tidak mengganggunya, aku hanya memberinya sedikit pelajaran agar dia mengerti”


“ yang harusnya mengerti itu kamu layla, aku sudah mengatakanya padamu, kau boleh melakukan apa pun padaku, tapi jangan sentuh lika atau berusaha menyakitinya, kau dengar itu! Aku harap ini pertama dan terakhir kalinya kau membuat masalah dengannya, jika ini terulang kembali aku tidak akan tinggal diam”


Untuk pertama kalinya arjuna bicara dengan tegas, bahkan terkesan mengancam, bahkan dengan menunjukkan jarinya pada layla.


Ini sangat menyakitkan bagi layla, ia teramat sangat tidak suka arjuna membela istri mudanya, wanita yang biasanya berbuat kasar itu kini malah memilih pergi, ia mengunci diri di dalam kamar sambil menangis.


“ kau sudah berubah juna, aku selalu menyiksamu, berusaha untuk membuatmu jatuh, karna aku benci melihat tatapanmu padaku, sekali pun tak pernah ada cinta di sana, kata-kata cinta yang terucap, serta panggilan sayang yang kau tunjukan padaku, aku tahu semua itu seakan bayangan semu, kau bersikap seolah tak peduli walau aku menghancurkan diriku, kenapa juna? Kenapa? Ini tidak adil tuhan” gumam layla dalam tangisnya.


Sementara itu, arjuna tampak tak peduli dengan tingkah tak biasa dari sang istri pertama, pria itu memilih kembali ke halaman untuk mencari lika, namun istri keduanya itu sudah pergi dari sana.


Lika tak ingin ikut campur dalam urusan arjuna dan istri pertamanya, ia memilih masuk ke dalam kamar, gadis itu memilih untuk berendam di air yang hangat dalam bathtub, memanjakan diri walau hatinya merasa sesak.


Lika merasa layla mungkin sakit hati karna dirinya, sama seperti lika yang tidak rela jika arjuna bermesraan dengan layla, sudah pasti layla juga merasakan hal yang sama, tapi ada beberapa pertanyaan yang selalu mengganjal dihatinya.


“ mbak layla terlihat cemburu, tapi kenapa ia seperti tidak menghargai kak arjun sebelumnya? Bukankah kak arjun memilih mbak layla kar’na mencintainya? Tapi kenapa aku merasa hubungan mereka tak seperti yang terlihat?” gumam lika pelan


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan lika, ia pun mendengar sebuah tanya dari balik pintu.


“ lika apa kau di dalam?”


“ iya kak! Ada apa?” sahut lika


“ kenapa kau mengunci pintunya?” tanya arjuna lagi dari balik pintu


“ itu karna lika sedang mandi kak!”

__ADS_1


Walau merasa heran dengan tanya sang suami, lika tetap menyahuti dengan sewajar mungkin.


“ hei lika kenapa kau mandi sendiri? Cepat buka pintunya! Kau sengaja ya mau membuatku jadi pendosa”


__ADS_2