
Tanpa Lika ketahui, kesempatan telah datang padanya, impiannya yang hancur bisa ia raih kembali, tapi semua itu tergantung kepada keputusan dua pria paling berharga di hidupnya, yaitu ayah dan suaminya.
Beberapa waktu yang lalu.
Arjuna bergegas pulang setelah mendapat panggilan telepon dari sang ayah mertua, dan tentunya setelah melontarkan sebuah titah tak biasa yang diberikannya pada Beni, titah yang menurutnya sedikit absurd, tapi tetap ia lakukan karna itu merupakan saran dari sang ayah mertua.
Dengan nafas yang terengah-engah sang presdir tampan itu tiba di kediamannya. Kala itu, ayah mertuanya (Gunawan) tengah duduk bersama dengan tiga orang pria, Arjuna mengenali dua di antaranya.
Yang memakai kemeja biru muda itu bernama Purnama, seorang menteri kesehatan yang baru saja di lantik sebulan yang lalu.
Sementara yang mengenakan kemeja abu-abu itu bernama Arifin, seorang ketua pengadilan yang sudah menjabat selama 2 tahun terakhir.
Tapi sosok pria yang mengenakan kemeja putih itu begitu asing baginya, sang presdir tampan pun melayangkan tatapan tak bersahabat, begitu tajam mengamati pemuda yang ikut serta duduk di antara mereka.
Tindakan Arjuna saat ini tak lepas dari ucapan yang ia dengar dari sebrang telepon, Gunawan mengatakan " Bagaimana ini arjuna? Cepatlah pulang, dan sebaiknya kau minta Beni untuk tak membiarkan Lika pulang, saat ini ada yang menginginkan putriku, dan tak lama lagi mereka akan datang bersama sebuah lamaran" dengan suara yang membuat jantung sang presdir berdebar kencang.
Dengan mengabaikan mentri dan ketua pengadilan, Arjuna membandingkan dirinya dengan pria asing itu, jika dilihat dari wajah dan perawakannya, pria itu tampaknya lebih muda satu atau dua tahun dari Arjuna, tapi kalau masalah ketampanan, Arjuna cukup percaya diri, ia merasa bahwa dirinya jauh lebih tampan bekali-kali lipat di banding pria itu.
‘Jangan-jangan ayah mertua mau memintanya untuk bercerai, lalu menikahkan Lika dengan pria yang lebih muda darinya itu’
Sebuah pemikiran negatif tiba-tiba saja melintas tanpa izin, bersama dengan rasa takut akan kehilangan, dan praduga yang dengan lancang memenuhi pikiran.
Gunawan menarik tangan Arjuna untuk duduk di sampingnya, karna sejak tadi Arjun terus berdiri dan sibuk dengan lamunannya, melihat sang menantu terus saja menatap ke arah Fahri dengan sinis, Gunawan merasa menantunya itu tengah berpikir yang tidak-tidak, karna memperhatikan Arjuna yang seolah tengah menatap saingan cintanya.
“ berhentilah menatapnya Juna! Dia Fahri, pengacara yang dulu membantu persidangan Lika, pria itu sudah punya cintanya sendiri, jadi kau bisa tenang!” Ucap Gunawan menjelaskan,
__ADS_1
Pria tua itu sebenarnya enggan untuk memberi tahu Arjuna tentang kebenaran itu, karna di sudut hatinya yang terdalam, ia sangat senang melihat Arjuna tampak begitu cemas dan gelisah, bukan karna membenci sang menantu, ataupun senang melihatnya menderita, tapi karna Gunawan senang jika bisa menguji seberapa dalam cinta menantunya itu, dan juga, dendamnya pada Bastian ia lampiaskan pada anaknya.
Memang tidak di ragukan lagi, Arjuna begitu mencintai Lika, dan saat ini presdir tampan itu tengah dilanda ketakutan akan kehilangan sang istri, namun rasa takut di hatinya lenyap setelah mendengar bisikan dari ayah mertuanya, wajah yang awalnya tak bersahabat itu tiba-tiba tersenyum dengan ramah.
Fahri tentu bingung melihat perubahan sikap Arjuna yang begitu tiba-tiba, dari yang awalnya menatap seolah mengajak perang, kini tersenyum dengan begitu ramahnya, sehingga dari sudut pandang seorang fahri, Arjun adalah seorang pria yang aneh.
“ Jika aku boleh tahu! Apa yang membawa kalian mendatangi rumahku?” tanya Arjuna yang dihadiahi lirikan kesal ayah mertuanya (Gunawan)
‘ bisa-bisanya ia mengakui rumah putriku sebagai rumahnya sendiri’ batin Gunawan bersua, menggerutu, memprotes, ia sedikit kesal pada menantunya itu.
“ Aku akan sampaikan langsung ke intinya, jadi begini tuan, kami datang dengan sebuah lamaran yang sangat menguntungkan
" Malika putri gunawan sudah menikah" potong Arjuna dengan tegas
" Apa jika dokter malik sudah menikah ia tidak bisa bekerja lagi?" tanya Arifin
" tergantung!" jawab Arjuna singkat menutupi rasa malunya, karna dalam pikiranya ia mengira bahwa lamaran yang mereka bawa itu adalah lamaran pernikahan.
Purnama pun menjelaskan bahwa mereka ingin dokter Malika kembali ke dunia medis, lebih dari itu, Purnama juga mengharapkan kesediaan Malika untuk bekerja di rumah sakit milik negara, yang otomatis membuat Lika jadi dokter negri yang mendapatkan gajih dari keuangan negara.
" Tapi bukanya lisensi dokter Malika sudah di cabut, begitu pun dengan gelarnya sebagai dokterandes?" Tanya Gunawan
" untuk itulah saya ada di sini" ucap Arifin
Arifin menjelaskan bahwa ia akan mengadakan sebuah konferensi pers untuk memulihkan nama baik serta mengumumkan pencabutan hukuman yang telah dijatuhkan sebelumnya, yang berarti mereka akan mengembalikan gelar serta lisensinya.
__ADS_1
Karna alasan ini pula Fahri ada di sini, ia harus kembali menjadi pengacara Lika dan mengikuti setiap prosedur sampai akhir.
Arjuna menyetujui apa yang hendak Arifin lakukan, namun tentang apa yang Purnama sampaikan, ia meminta kontrak kerja sama yang berbeda dari dokter negara pada umumnya, ia ingin mengajukan beberapa syarat.
Pertemuan itu pun di akhiri setelah Purnama meminta waktu untuk menyetujui syarat itu, mereka pun pamit dan pergi setelah saling berjabat tangan.
Di sisi lain, Lika pun tiba di rumah sakit, ia membantu menurunkan pasien dari mobil, lalu menjelaskan keadaan pasien pada dokter yang menghampirinya.
Langkah Lika terhenti setelahnya, ia melirik ke arah sopir ambulans, dan secara tidak sengaja mereka saling melempar pandang lalu tersenyum.
" Saya senang bisa melihat dokter lagi" ucap sopir itu, Lika hanya tersenyum menanggapinya.
" saya harap kedepannya kita akan bisa bekerja sama dengan baik dok" ucapnya lagi yang membuat lika bingung
Belum selesai dengan keterkejutannya, beberapa dokter yang tidak sedang bertugas pun menghampiri Lika, mereka mengucapkan selamat atas kembalinya Lika ke dunia medis, membuat lika tambah bingung dengan keadaan itu.
Rupa-rupanya ada salah seorang dokter yang peka dengan keadaan Lika, ia menunjukan layar ponselnya pada Lika.
Layar ponsel itu menunjukan sebuah status dalam akun sosial media milik Purnama, dimana ada sebuah foto yang menunjukan Purnama tengah berjabat tangan dengan Arifin di dalam ruang kerja, lokasinya menunjukan bahwa mereka tengah ada di dalam gedung kantor pengadilan tinggi, tapi yang membuat Lika menganga tak percaya adalah kalimat yang tersemat di bawah foto itu.
" kami bekerja sama untuk tujuan yang sama, berusaha mengembalikan Dokter Malika putri gunawan ke tempat seharusnya, kembali ke dunia medis, mohon do'a dan dukungannya"
Statusnya itu mendapatkan hujan Like dan jutaan komentar dari para netizen, dan seketika menjadi berita ter hot di sosial media itu.
Dokter itu pun memperlihatkan story Purnama yang memperlihatkan dirinya tengah berada di rumah Lika, melihat itu Lika pun langsung pamit dan bergegas untuk pulang ke rumah.
__ADS_1