
Arjuna meninggalkan ruang rapat sambil tersenyum senang, ia merasa bangga dengan apa yang telah dilakukannya, sang presdir tampan itu pun menghampiri sang istri yang masih di TKP, terlihat ada seorang OB yang tengah membantunya membersihkan lantai.
Arjuna menarik tangan sang istri yang tengah berjongkok, membuatnya bangkit hingga terjatuh dalam pelukannya, kemudian mengajukan sebuah tanya " Bukankah suamimu ini keren sayang?"
Lika hanya tersenyum, ia tak mengerti kenapa Arjuna menanyakan hal itu, dan ia pun tak tahu apa yang sudah suaminya lakukan sampai mengharapkan pujian darinya.
Sadar telah menjadi pusat perhatian lika pun mengambil sedikit jarak, ia juga berusaha melepaskan tangan yang di genggam sang suami, namun Arjuna tampaknya enggan untuk melepaskan tanganya itu.
" Apa yang terjadi?" tanya Arjuna, entah hanya untuk berbasa-basi, atau ia tengah menguji kejujuran dari sang istri, hanya Arjuna yang tahu.
" Aku tidak sengaja menjatuhkan makan siang kita" jawab Lika
"(°o°:)ᴼʰ tidak! Ini masalah besar sayangku" ucap Arjuna yang kemudian mengecup tangan lika yang ia genggam
" maaf! Aku tidak sengaja melakukanya"
" jangankan diriku, semut pun tak bisa bekerja dalam keadaan lapar, bagaiman jika kita pergi makan di luar? "
Kerlingan mata sang presdir membuat senyum di wajah Lika mereka begitu saja, wanita itu sampai kehabisan kata-kata, ia mengangguk dengan malu-malu.
" tolong bantu selesaikan ya kak!" seru lika dengan ramah pada OB sebelum melangkah pergi bersama sang suami.
Raut wajah Arjuna berubah seketika sesaat setelah melihat sang istri tersenyum pada pria lain, kecemburuan itu melahap semua kesenangan di hatinya.
Kecemburuannya terlihat jelas di mata Lika, terlebih saat ia membukakan pintu mobil untuk Lika sambil mendengus kesal, dan membanting pintu setelah masuk ke dalam mobil, anehnya Lika malah tersenyum senang saat menyadari hal itu.
" tolong bantu selesaikan ya kak!"
Dengan cara bicara nyeleneh Arjuna mengulang ucapan sang istri sambil memasang sabuk pengaman.
" cih...! Apa kau harus seramah itu?" tanya Arjuna kesal yang membuat Lika terkekeh
" Apa ada yang lucu?" tanya Arjuna lagi
Lika mengelus pipi Arjuna dengan kedua tanganya, kemudian mengecup bibir sang suami, lalu berkata " Aku milikmu sayang... Apa yang membuatmu sampai cemburu begitu?"
" aku tidak suka kau memanggilnya kakak juga, itu kan panggilan untukku" ucap Arjuna, nada suaranya melembut seketika.
__ADS_1
" baiklah kalau begitu, aku akan rubah panggilan untuk-Mu, bagaimana jika sekarang aku memanggilmu suami ku" Lika mencoba membujuk suaminya yang tengah merajuk itu.
" Aku memang suamimu, apa itu perlu di katakan! sebagai gantinya aku akan memaafkan mu jika kau membiarkanku melahap mu sekarang" Arjuna berucap dengan genit
" kita sedang ada di parkiran, bagaimana jika nanti ada yang melihat? " ucap Lika
" yang ku butuhkan itu izin mu, masalah ular naga,,, walau sudah terasa sesak aku akan menahannya sampai kita tiba di hotel, lagi pula aku tidak mau di tangkap polisi lagi seperti waktu itu" ucap Arjuna
Mereka tertawa mengingat momen memalukan itu, canda tawa mengiringi perjalanan mereka menuju hotel.
Tapi siapa sangka, setelah tiba di hotel Arjuna tidak langsung memesan kamar, ia membawa Lika ke sebuah restoran untuk makan siang.
" Membuat anak memang penting, tapi makan siang juga sama penting, kita akan lebih bertenaga saat perut kenyang, karna itu mari isi perut untuk menambah tenaga" bagitu katanya (Arjuna)
Karna itu Arjun dan Lika kini berada di dalam restart, mereka duduk saling berhadapan, dengan mata yang terus saling mencuri pandang, serta senyum yang terus mereka.
" permisi ini pesanannya, selamat menikmati"
Ucapan seorang pelayan terabaikan oleh cinta keduanya.
" Lihat itu! Aku tidak mengerti kenapa pria setampan itu memiliki ke kasih yang gak baget, ichh.... Aku bahkan lebih cantik dari wanita itu" Bisikan rasa iri dari salah seorang gadis disana
Lain wanita, lain juga para pria, mereka memandang kagum pada wajah Lika, terlihat polos dan manis, riasan yang tipis itu mengundang hasrat para pria untuk menatapnya penuh damba.
" bibir merah yang tersenyum itu seperti meminta untuk dikecup"
" dia terlihat sangat cantik, perwujudan dari pepatah dari body bak gitar sepanyol"
" aku rasa wanita itu sudah terjerat oleh buaya darat itu, sungguh malang nasibnya... "
Bisikan para pria terdengar jauh lebih menyeramkan. Apapun kata mereka, di mataku! Lika dan Arjuna adalah pasangan yang serasi, bak raja dan ratu yang memang sudah ditakdirkan untuk bersama.
Untunglah mereka yang tengah di mabuk cinta itu kini mendadak menjadi tuli, dunia keduanya hening tanpa suara siapa pun, yang ada hanya suara decapan dari kesayangan mereka masing-masing.
Arjuna kesulitan menelan salivanya, matanya yang terus fokus menatap bibir Lika itu sungguh tak ingin berpaling, bahkan untuk berkedip pun rasanya sayang.
Lika tak bisa mengalihkan pandanganya, ia teramat sangat senang memandangi mata Arjuna yang dipenuhi cinta, Lika tak pernah menyangka akan mendapat rasa cinta sebanyak itu.
__ADS_1
" sudah selesai?"
Arjuna bertanya melalui tatapan matanya, dan Lika menjawab dengan anggukan pelan, keduanya saling menggapai untuk menggenggam tangan satu sama lain, tanpa mengalihkan pandangan, keduanya bangkit dari tempat duduk mereka.
Dengan penuh percaya diri, Arjuna menggandeng tangan Lika untuk pergi dari sana.
" tunggu!"
Seorang pelayan berdiri di hadapan Arjuna dan Lika, mereka kembali melakukan kontak mata seolah bertanya " apa yang terjadi?"
Dan Arjuna menanyakan hal yang sama pada pelayan itu.
" Makanannya di bayar dulu pak!" seru pelayan itu sambil menyodorkan nota dari makanan yang telah mereka habiskan
(°o°:)ᴼʰ (-‸ლ)ᴬˢᵗᵃᵍᵃ....
Arjuna menepuk dahinya sendiri yang melupakan kewajibannya, sang presdir pun meraih dompet di saku dan memberikan beberapa lembar uang untuk membayar makanan itu, ia bahkan memberikan uang lebih sebagai tip bagi pelayan tersebut.
Setelah membereskan urusan pembayaran, Arjuna pun membawa Lika untuk benar-benar meningalkan restart itu.
" Dunia serasa milik berdua ya! Mereka bahkan bukan ABG, tapi cinta tampaknya tak hanya membuat bita, tapi juga bikin orang jadi pikun" cibir seorang pelayan
Hahaha... 🤣🤣🤣
Suara tawa dari para pelayan terdengar renyah, mereka seolah mendapat tontonan seru, sebuah hiburan kecil di sela pekerjaan yang melelahkan
" tapi tip yang beliau berikan bukan main loh! Bikin gak rela bagi-bagi"
" tidak bisa begitu donk! Bukankah kita sudah membuat perjanjian untuk mengumpulkan tip dari para pelanggan kemudian membaginya sama rata"
" tapi gimana ya! Uang yang beliau berikan merah semua"
Ehemmmm....
Suara deheman itu membibarkan para pelayan, pasalnya candaan mereka dipergoki oleh sang pemilik hotel langsung.
" Aku tidak akan membiarkan kalian bersenang-senang di tempatku, Lihat saja apa yang bisa aku lakukan" sebuah senyum licik (¬‿¬) terlukis setelah kata ancaman itu terucap.
__ADS_1