
Setelah berdebat di dalam kamar, dua insan itu kembali berdebat di ruang keluarga, tepat di depan lika yang kebetulan sedang bersantai ria di sana.
“ untuk apa kamu memintanya bersiap?” tanya arjuna seraya menarik tangan layla, memaksa wanita itu berbalik menghadap padanya.
“ aku mau mengajak lika untuk ikut dengan kita” jawabnya dengan yakin
“ ngapain kamu ngajak lika? biarkan lika di rumah, ayo aku akan mengantarmu pulang!” ucap arjuna,
Arjuna mencengkeram pergelangan tangan layla, ia hendak menarik sang istri pertama untuk kembali ke kamar dan bersiap, tapi layla menghempaskan tangannya dengan kasar.
“ kenapa? Aku gak boleh mengajak lika pulang ke rumah orang tuaku jun, aku Cuma mau ngenalin lika pada mereka, orang tuaku juga berhak mengenalnya bukan”
“ tidak sekarang la!” tegas arjuna
“ ayolah jun, orang tuaku cemas setelah mendengar kau menikah lagi, aku cuma mau memperkenalkan lika pada mereka, aku ingin menunjukkan pada abi dan umi bahwa aku baik-baik saja, mereka tidak akan cemas jika tahu hubunganku dan lika juga sangat baik” bujuk layla dengan wajah memelas
Arjuna diam tak menjawab, pria itu memijat dahinya sendiri, kepalanya terasa berdenyut setiap kali layla memaksakan kehendaknya.
“ junnnn!!! “ seru layla manja
“ baiklah tapi hanya jika lika memang bersedia ikut” ucap arjuna
“ lika pasti tidak akan keberatan, ia kan lik, kau mau kan ikut denganku? ”
Lika turun dari mobil, ia menatap tak percaya pada bangunan di hadapannya, sebuah rumah sederhana di antara kawasan padat penduduk, kediaman keluarga layla.
Lika tak percaya kenapa dirinya malah termakan bujukan layla, dan setuju untuk ikut berkunjung ke rumah orang tuan wanita itu, dan karna hal itu lika jadi kikuk sendiri, ia tidak tahu harus berbuat apa di sini?
“ Assalamu’alaikum”
Arjuna dan layla mengucap salam bersamaan sambil bergandengan tangan dengan mesra, membuat lika merasa seperti orang ketiga.
“ wa’alaikumsalam”
Seruan dari dalam rumah terdengar seiring dengan keluarnya sang pemilik rumah, seorang pria tua yang mengenakan sarung dan koko putih, lengkap dengan peci hitam di kepala, dan seorang wanita paruh baya yang mengenakan busana muslim berwarna coklat tua, mereka berjalan beriringan dengan senyum yang mereka.
Layla mulai terisak saat melihat kedua orang tuanya, lika berpikir bahwa layla menangis karna sangat merindukan kedua orang tuanya, pernyataan itu di dukung dengan tindakan layla yang berjalan dengan gontai mendekati abi dan uminya.
Tapi apa yang terjadi?
Bukanya memeluk abi dan uminya, layla malah berlalu masuk sambil menangis, lika menatap tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Sementara arjuna, presdir tampan itu hanya menghela nafas panjang, ia sudah terbiasa dengan tingkah absurd sang istri pertamanya itu, arjuna tahu akan ada drama lagi yang dibuat oleh wanita itu.
__ADS_1
“ la tunggu!” seru arjuna seraya mendekat, ia menyalami ibu dan ayah mertuanya sebelum menyusul layla masuk ke dalam rumah.
Lika tersenyum canggung di hadapan kedua orang tua layla, ia tidak tahu harus berbuat apa, tapi siapa sangka arjuna akan kembali hanya untuk berkata “ dia istri kedua juna abi, umi”
Ucapan itu diangguki oleh kedua orang tua layla, mereka menghampiri lika dan mengajaknya berkenalan.
“ saya ustadz husain, dan ini ustazah nining, kami adalah orang tuanya layla” ucap ust husain dengan ramah
“ Siapa namamu nak? “ tanya ustazah nining
“ nama saya malika putri gunawan, pak ustadz dan bu ustazah bisa panggil saya lika” ucap lika sopan
“ panggil abi dan umi saja nak, mari masuk!” ajak ustadz husain
Mereka mengajak lika masuk ke dalam rumah, walau hanya rumah sederhana, tak ada ac, tak ada kipas angin, tapi rumah itu terasa sejuk, suasananya yang damai terasa sangat menyenangkan, sebelum sebuah teriakan terdengar tentunya..
“ Aku gak suka mas!”
Lika mengenali suara teriakan itu, yang sudah jelas adalah suara layla, tapi lika tak mengerti siapa yang tengah diajak berdebat olehnya.
Lika duduk bersama umi, sementara abi masuk ke ruang keluarga yang berada tepat di samping ruang tamu, kedua ruangan itu hanya dibatasi oleh bupet tv yang besar.
“ ada apa si nak? Kenapa kamu marah-marah sama mas mu?” tanya abi
Lika tercengang mendengar layla mengeluh pada abinya, wanita itu jelas berbohong, karna yang terjadi tidak seperti itu.
Lika bangkit dari duduknya, berniat menghampiri dan memberi penjelasan karna arjuna tak terdengar menyangkal tuduhan itu, tapi umi keburu mencekal tangan lika, tatapannya meminta lika untuk kembali duduk, lalu berkata “ jangan ikut campur nak, arjuna memang suamimu juga, tapi kau tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam masalah itu”
“Apa lika harus tetap diam walau masalah itu berkaitan denganku umi?” tanya lika
“ ia nak! Walau masalah itu berkaitan denganmu, sebagai istri kedua kau hanya perlu tahu masalah yang terjadi di antara suami dan istri pertamanya, tanpa memilik hak untuk turut campur, umi tahu kau mungkin merasa ini tidak benar, tapi ini yang terbaik, karna jika kau ikut campur masalahnya bisa saja semakin besar” ucap umi menjelaskan, dan lika mengangguk mengerti.
“ apa itu benar jun?” tanya abi
Arjuna hanya menundukkan kepala dengan pasrah, ia tidak membenarkan juga tidak mengklarifikasi pernyataan istri pertamanya itu.
“ abi lihat sendiri kan! Mas juna hanya bisa terdiam” ucap layla
“ ini tidak benar juna! Apa salahnya jika kau meninggalkan lika sebentar? Kau kan bisa langsung kembali setelah mengantar layla!” ucap abi
“ maaf abi, juna mengaku salah” ucap juna lirih,
Walau suara juna sangat pelan tapi lika dan umi masih bisa mendengarnya, umi pun menghela nafas lalu berkata “arjuna masih saja tidak berubah, ia tetap memilih untuk mengalah dari pada memperpanjang masalah”
__ADS_1
“ maksud umi?” tanya lika tak mengerti
“ umi tahu bahwa layla tengah berbohong lika, dia itu putri umi, dan umi sangat mengenalnya, lebih dari siapa pun, dari dulu dia selalu membuat masalah hanya untuk mendapat perhatian, dan arjuna lah yang selalu saja menjadi korban dan mengalah padanya, umi minta tolong padamu liak, bersabarlah dalam menghadapi layla, walau jamurnya sudah berkepala tiga, dia masih sering kekanak-kanakan”
“ malangnya suamiku “ gumam lika dalam hati, gadis itu bahkan sampai meneteskan air matanya setelah mendengar penuturan umi.
Umi merangkul bahu lika, menepuk lembut bahu gadis itu berharap bisa membuatnya tenang, ternyata walau lika sengaja menoleh untuk menyembunyikan air matanya, umi tetap bisa melihatnya.
“ pokoknya kalau mas gak bersikap adil layla gak ikhlas di madu” tegas layla
“ iya sayang! Mas akan berusaha untuk bersikap adil, maafin mas ya! Tolong jangan marah terus begitu” ucap arjuna
“ sudahlah nak! Maafkan saja suamimu, dia sudah berjanji akan berusaha bersikap adil kan! Bujuk istrimu terus juna, abi ke depan ya!”
Setelah mengatakan itu abi terlihat memasuki ruang tamu, beliau ikut duduk bergabung dengan lika dan umi.
“ maafkan sikap layla ya nak lika!” ucap abi merasa bersalah
“ abi tidak perlu meminta maaf, lika bisa mengerti kemarahan mba layla” ucap lika, gadis itu jadi tak enak hati
“ Mas juna jahat! Mas baru aja janji untuk bersikap adil, tapi nyatanya apa? Kalau mas terus bersikap seperti ini lebih baik mas batalkan pernikahan mas dan lika, ceraikan dia mas”
Suara teriakan layla kembali terdengar, wanita itu kesal hanya karna arjuna menolak untuk menginap di sana malam ini.
Abi dan umi menghela nafas dengan kompak, mereka khawatir arjuna akan menuruti permintaan layla seperti yang sudah-sudah dan berujung mempermainkan arti dari sebuah pernikahan.
“ gak bisa gitu dong la? Mas tidak akan menceraikan lika bahkan jika lika sendiri yang memintanya, apalagi hanya karna pertengkaran kita, camkan ini baik-baik, mas tidak mengizinkanmu untuk ikut campur di antara hubungan mas dan lika walau kau juga istri mas, jangan pernah berusaha untuk menjadi pelakor di antara kami, mengerti! “ tegas arjuna
“ yang merebut suami orang itu lika, tapi kenapa aku yang malah jadi pelakor si mas, ini gak adil” keluh layla
“ kamu ini ngerti konsep pelakor gak sih? Pelakor itu singkatan dari perusak rumah tangga orang, dan bukanya layla ya yang berusaha menghancurkan hubungan mas dan lika, sementara lika gak pernah tuh berusaha memisahkan kita, di malam pertama kami dia malah kirim mas ke kamarmu” tutur arjuna lembut.
“ tapi kan semalam mas diam-diam menemui lika, mas bahkan tidur dengannya kan!”
“ memang apa salahnya jika mas tidur dengan lika, dia juga istri mas la, dia berhak atas diri mas juga”
Abi dan umi menatap tak percaya pada lika, setelah mendengar perdebatan arjuna dan layla yang berlanjut setelah jeda, keduanya tak menyangka bahwa arjuna akan berani berdebat dengan putri mereka, karna setahu mereka arjuna selalu menuruti inginnya layla walau tahu itu salah.
Abi dan umi berpikir bahwa pernikahan kedua arjuna memberikan dampak positif pada pria itu, alih-alih merasa kesal, keduanya justru tampak bangga dengan keberadaan lika sebagai madu dari putri mereka.
“ abi dan umi berharap lika bisa hidup rukun dengan layla dan juna, jangan bosan-bosan untuk bersabar ya nak!” nasihat abi untuk lika
Lika tersenyum manis, gadis itu sebenarnya ingin tertawa mendengar suami dan istri pertamanya bertengkar, namun lika berusaha untuk menahannya, hanya karna pikirannya merasa diri menjadi jahat jika lika sampai tertawa di atas kekesalan layla.
__ADS_1