Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 102


__ADS_3

ketika anggi sudah hampir membawak mentari keluar dari gedung tersebut berlian datang bersama dengan Tim nya, berlian memerintah Tim nya untuk menyebar di setiap gedung sedangkan dia dan sersat jordan menyergap anggi.....


kini anggi sudah terkepung oleh berlian, jordan serta jofanes yang juga ikut adil berada di belakang anggi, anggi mengarah kan pistol nya kepada berlian agar berlian menjauh kepada nya......


"maaf aku telat datang..... " ucap berlian


"apa kamu memakai nya....? " tanya berlian dan di angguki mentari


"jika ini mengenai mu maka ini akan terasa sakit sedikit.... " ucap berlian mengarah kan pistol kepada anggi


"wah ternyata pahlawan mu sudah datang bagaimana jika kita bermain dahulu sebelum kita mati bersama..... " ucap anggi tersenyum


kapten berlian dan sersat jordan saling pandang mereka mencari cara agar mentari terlepas dari genggaman anggi hingga mentari tiba-tiba menggigit tangan anggi lalu menginjak keras kaki anggi hingga Ia terlepas dari dekapan anggi, mentari berlari kearah berlian.....


hingga satu peluru meluncur kearah mentari, berlian yang melihat tersebut berlari menarik mentari kedalam pelukannya hingga tembakan tersebut mengenai bahu nya membuat berlian tarjeruh di atas tubuh nya.....


mentari menyentuh luka tembak tersebut lalu melihat mata berlian yang mengeluarkan air mata jordan dan jofanes mencoba menyerang anggi yang berusaha Kabur hingga mereka berhasil melumpuhkan kedua kaki anggi.....

__ADS_1


Tim berlian berhasil mengamankan beberapa polisi dan menyelamatkan rains dan Riko, sedangkan salah satu anggota Tim mencari keberadaan tubuh Margaret yang sempat anggota polisi buang begitu saja.....


rains membawak Riko keluar dari ruangan tersebut dan menemui keberadaan mentari rains menatap berlian yang ada di atas tubuh mentari dengan bahu yang berlumuran darah sersat jordan memberi perintah kepada Tim nya untuk membawak Riko dan kapten berlian menuju rumah sakit sedangkan jofanes menghubungi anggota BIN untuk membawak anggi dan anak buah nya menuju kantor polisi kali ini jofanes akan turun tangan dalam mengurus kasus ini......


di sepanjang perjalanan mentari selalu menangis di pelukan rains Ia menggemgam tangan berlian yang sudah tidak sadar kan diri lalu menatap ke arah belakang melihat mobil ambulance yang membawak riko.....


berlian di bawak ke ruang oprasi untuk mengeluarkan peluru yang menembus tubuh nya sedangkan riko juga di bawak ke ruang oprasi untuk Mengoprasi semua luka-luka yang ada di tubuh nya dan beberapa luka tusukan....


arga merasa terkejut ketika melihat pasien yang akan Ia oprasi adalah berlian dengan telaten Ia melakukan oprasi tersebut sedangkan riko di tangani oleh dokter bella yang juga sedikit mengenali riko sewaktu sekolah......


"sayang sini.... " ucap mentari


"mamah kenapa sedih papah lian gk papa kan mah kata tante tasya papah lian sakit.....? " tanya reza


"sayang papah berlian gk papa kok.... " ucap rains mendekat ke pada anak nya


mentari tak henti-henti nya menangis ia berjanji akan menjebloskan semua orang yang bersangkutan dalam kasus ini mentari mendekat ke arah pintu ruang oprasi sesekali ia menatap jam tangan nya waktu oprasi masih 1 jam lagi.....

__ADS_1


mentari berlari mendekat ke arah ika lalu merampai konci mobil milik ika begitu saja tanpa menghiraukan panggilan dari semua orang Ia melangkah menuju mobil ika berkali-kali rians mencoba menghubungi mentari tetapi tidak di jawab.....


mentari sudah berada di kantor polisi di mana anggi sekarang Ia mencari keberadaan jofanes hingga bertemu jofanes yang sedang Berbicara dengan salah satu polisi


mentari berlalu begitu saja melewati jofanes Ia berlari menuju sel tahanan untuk mencari keberadaan anggi, hingga tatapan nya menuju ke satu pria yang paling ia benci sedang berdiri di depan jeruji besi......


"brengsek...... "teriak mentari histeris menarik kerah baju anggi


"kamu sudah membunuh orang-orang yang aku sayang, kamu sudah menyiksa riko ber tahun-tahun hanya karna Iri dia jauh lebih baik dari mu, dan sekarang kamu membuat orang yang aku cintai berada di ruang oprasi.... " teriak mentari


"itu belum seberapa sebelum aku melihat dia mati dan kamu hidup bersama ku...... " ucap anggi tersenyum licik


"pisikopat aku tidak akan pernah mau hidup bersama mu aku berjanji akan membuat mu mendekam di penjara atau di hukum mati agar membalas kematian orang tua ku..... " teriak mentari menangis


jofanes dan kepala polisi mendekat kepada mentari mencoba menenangkan mentari, jofanes membawak mentari pergi dari kantor polisi agar mentari sedikit menenangkan pikirannya jofanes tau bahwa ini berat bagi mentari kehilangan keluarga jofanes berjanji akan menolong mentari untuk Menyelesaikan kasus ini dan membuat anggi mendapatkan balasannya setimpal......


happy ready.....

__ADS_1


__ADS_2