Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 110


__ADS_3

karna kemarin author gk up episode baru jadi episode ini author tulis panjang ya.


pagi-pagi sekali mentari sudah siap dengan setelan baju formal tak lupa ia juga membawak tas selempang nya ketika ia berjalan tidak sengaja bertemu dengan sersat jordan yang sedang bertugas mengatur latihan para militer......


"sersat jordan..... " panggil mentari


"ada apa nona memanggil saya....? " tanya jordan


"apa aku bisah pinjem mobil di sini.....? " tanya mentari hati-hati


"memangnya nona mau kemana.... " ucap jordan


"aku ingin ke rumah kakak ku ada sesuatu yang penting..... " ucap mentari


"barak menuju kota jarak nya lumayan jauh lebih baik nona pergi bersama dengan kapten berlian dia di tugas kan untuk pergi ke batalion..... " ucap jordan


"kapten...... "jordan memanggil berlian yang tak sengaja lewat di depan mereka


"anda bilang bahwa akan pergi ke kota pengacara mentari juga akan ke kota lebih baik kalian berangkat bersama saya permisi dulu.... " ucap jordan


"ayok..... " ucap berlian menarik tangan mentari


mentari tak berani menatap wajah berlian ia masih merasa malu akibat kejadian kemarin mentari memilih untuk menatap ke arah Jalanan yang menampakkan lautan yang indah....


sesekali berlian melirik ke arah mentari lalu kembali pokus ke depan ia tau bahwa mentari sedang menghindari tatapan mata antara dia dan diri nya....


"kamu masih mikirin soal kemarin.....? " tanya berlian


"kakak apa an sih aku dari tadi menghindari percakapan itu.... " ucap mentari


"hahahaha aku hanya melihat warna pink bergambar kupu-kupu..... " ucap berlian

__ADS_1


mentari yang mendengar perkatan berlian barusan ia memukil berlian menggunakan tas nya seketika pipi nya berubah warna menjadi merasa membuat berlian gemes ingin mencubit nya......


kini mentari dan berlian sudah tiba di rumah rains mentari berlari masuk ke dalam kamar reza, rains menelpon mentari mengatakan bahwa reza mogok makan dan tak ingin masuk sekolah sedari kemarin.....



rains duduk di samping reza berusaha untuk membujuk nya tapi nihil reza tetap keras Kepala ia ingin bertemu dengan mentari, setiap hari ia merengek ingin berjumpa dengan mentari tetapi rains tidak mewujutkan keinginana reza karna ia tau bahwa mentari sedang berkerja dan kuliah.....


"reza..... " ucap mentari


reza yang melihat mentari datang bersama berlian ia berlari memeluk mentari ia rindu sosok mamah dan papah berlian nya....


"mamah papah...... " ucap reza


berlian berlutut di hadapan reza agar sejajar ia mengelus pucuk Kepala reza lalu tersenyum begitu pula dengan mentari ia ikut berlutut di samping berlian lalu menatap ke arah rains.....


"abang kalo mau ke kantor berangkat aja reza biar aku yang urus dia dan anter dia ke sekolah.... " ucap mentari


rains meninggal reza bersama dengan mentari dan berlian hari ini ia benar-benar kesiangan akibat tingkah reza yang akan mogok makan jika rains tidak mendatangkan mentari untuk nya....


berlian menyuruh mentari menyiapkan sarapan untuk reza, sedangkan berlian akan membantu reza untuk mandi dan memakai seragam sekolah, mentari mengikuti perintah berlian ia berjalan menuju dapur menyiapkan bekal makanan untuk reza bawak....


"sekarang reza mandi dan siap-siap ke sekolah biar pinter reza mau gk kayak papah berlian jadi tentara...... " ucap berlian


"ia mau dong pah.... " ucap reza


"kalo mau kayak papah reza harus rajin sekolah dan dapat nilai yang bagus supaya papah rains sama mamah mentari seneng..... " ucap berlian di angguki reza


setelah selesai bersiap-siap berlian menggendong reza keluar kamar mereka menuju ruang tamu di mana mentari sedari tadi sudah menunggu mentari menatap dia laki-laki itu tanpa berkedip sedikit pun sungguh indah pemandangan di hadapannya seperti seorang ayah dan anak nya....


"kenapa kakak berlian ganteng banget kalo lagi gendong reza sumpah hot dady banget..... " batin mentari tetap menatap berlian

__ADS_1


"ayok..... " ucap berlian menyadarkan lamunan mentari


mentari membawak bekal yang ada di atas mejah ia mengikuti langkah berlian dari belakang reza, awal nya berlian akan mendudukan reza di kemudi belakang tetapi reza menolak ia ingin duduk di pangkuan berlian mau tak mau berlian mengikuti keinginan reza.....


di dalam mobil mentari hanya diam tak henti-henti nya ia memuji ketampanan berlian pagi ini berlian selalu tersenyum ketika mendengar celotehan reza sesekali mereka bernyanyo bersama membuat mentari tersenyum manis....


berlian memegang tangan kiri reza sedangkan mentari memegang tangan kanan reza semua orang menatap ke arah mereka begitu pula guru yang berdiri di depan gerbang bertugas untuk menyambut murit yang baru datang.....


"wah pagi ini reza di antar dengan siapa....? " tanya guru


"papah mamah..... " ucap reza


"pantes pagi ini reza kelihatanya begitu bahagia yuk ibu antar kekelas.... " ucap bu guru


ketika bu guru hendak meraih pergelangan tangan reza, reza menepis tangan bu guru ia menatap ke arah berlian dan mentari setelah itu mentari menujuk pipi nya menggunakan jadi telunjuknya mentari dan berlian yang tak mengerti maksut reza hanya diam....


"maaf buk Pak seperti nya reza meminta bapak mencium pipi ibu..... " ucap bu guru menunjuk ke arah mentari


mentari dan berlian terkejut oleh tuturan yang barusan bu guru sampaikan setelah itu mentari dan berlian saling tatap penuh arti....


"reza mau papah cium pipi mamah....? " tanya mentari sembari menunjuk ke arah diri nya di angguki reza seketika kedua pipi mentari berubah menjadi merah


"mamah pakek beda mengandung merkuriu nanti papah keracunan.... " ucap berlian


mentari yang sudah berharap dan bersiap-siap akan mendapatkan ciuman di pipi nya seketika merasa kesal dan kecewa.....


"jadi gitu ya mah...? " tanya reza


"ia sayang bedak mamah mengandung Merkirui jangan kan di cium di sentuh aja bisah bikin mati sekarang reza masuk kekelas sama bu guru ya......" ucap mentari dengan penuh penekanan


setelah memastikan reza sudah masuk kekelas mentari meninggal berlian begitu saja masuk ke dalam mobil.....

__ADS_1


happy ready...


__ADS_2