
mentari menatap gundukan tanah merah yang masih basah lagi-lagi mentari harus merasakan rasanya kehilangan setelah merasakan cukup membaik mentari bersama kedua sahabatnya meninggalkan area pemakaman......
jofanes dan riko mengantar mentari terlebih dahulu ke rumah sakit juga akan menjemput tasya......
"kakak berlian...... " ucap mentari
"kamu dari mana saja kenapa baru ada.....? " tanya berlian khawatir
"aku dari pemakaman kak..... " ucap mentari
"siapa yang meninggal......? " tanya berlian semakin khawatir
"hmmmm kakek herman sudah tidak ada lagi kak...." ucap mentari sendu
"inalilahi semoga kakek tenang di syurga..... " ucap berlian
"Amin, bagaimana keadaan kakak aku gk sabar deh nunggu besok pagi..... " ucap mentari
"sama aku juga...... " ucap berlian dengan senyum manis nya
hari semakin malam mentari tetap setia berada di ruangan berlian tanpa meninggalkan nya sedetik pun hingga kantuk mulai menyerang nya......
__ADS_1
mentari tertidur di sofa dengan posisi meringkuk hingga tidak menyadari bahwa sersat jordan dan sersat tobi datang untuk menjenguk sang kapten......
"bagaimana keadaan barak....? " tanya berlian
"semua aman kapten kami merindukan big bos berlian..... " ucap sersat jordan
"aku akan segera kembali...... " ucap berlian di sertai senyum dengan mata yang masih di perban
"kami menunggu hari itu kapten..... " ucap sersat tobi
setelah kepergian sersat jordan dan sersat tobi berlian berjalan meraba-raba di Sisi kanan dan kiri nya mencari keberadaan sofa dimana mentari tertidur dengan membawak selimut di tangannya
"setelah aku bisah melihat aku akan segera menjadi kan mu istri terimakasih telah menemani ku selama ini, terimakasih sudah menerima semua kekurangan ku, menerima keadaan ku yang buta, menjaga ku, hingga merawat ku my dear...... " batin berlian
*
keesokan pagi nya sudah ada dokter bersama dua perawat yang akan membukak perban yang menempel di kedua mata berlian sedangkan mentari masih terlelap di alam mimpi nya....
"sekarang tuan bukak mata nya perlahan..... " ucap dokter
berlian mengikuti instruksi dokter perlahan ia membukak kedua mata nya terlihat sedikir cahaya yang memantul dari jendela ya itu sinar matahari pagi cahaya itu semakin jelas ia lihat walau masih sedikit buram.....
__ADS_1
"bagaimana tuan.....? " tanya dokter
"saya melihat cahaya dokter...... " ucap berlian
dokter melambaikan tangannya di depan mata berlian dua kali kedipan yang berlian respon membuat dokter dan kedua perawat itu tersenyum oprasi berhasil tanpa sedikit cacat apapun....
"selamat tuan operasi berhasil anda kembali bisah melihat tetapi mata anda masih begitu sensitif hindari pantulan cahaya secara langsung dan usahakan jangan terkena debu dulu agar tidak terjadi infeksi karna luka operasi belum sembuh..... " jelas dokter
"Terimaksih dokter..... " ucap berlian
"maaf tuan ini ada titipan surat dari pasien yang bernama herman...... " ucap salah Satu perawat
berlian mengambil surat tersebut lalu meletakkannya di bawah bantal setelah dokter selesai mengecek semua keadaan berlian mereka keluar dari ruangan tersebut.......
tetapi salah Satu perawat hendak membangunkan mentari namun dengan suara pelan berlian melarang perawat untuk bersuara kencang......
"jangan di bangun kan biar kan saja dia lelah semalaman menjaga ku..... " ucap berlian
perawat itu hanya mengangguk di sertai senyum lalu menutup pintu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.......
happy ready.........
__ADS_1