
bauk perfume milik berlian masih tercium oleh mentari, perlahan mentari duduk di ranjang yang ukurannya tidak terlalu besar, mentari melihat di setiap sudur kamar berlian kamar dengan nuansa klasik, rapi, dan ada beberapa pas bunga di Sana membuat mentari nyaman berada di sana.....
mentari melihat sebuah buku galeri foto yang Bertulis nama matahari membuat mentari tertarik melihat buku tersebut mentari duduk di di kursi meja belakang di sudut ranjang sebuah foto seorang prempuan memegang boneka di mall yang di ambil berlian secara diam-diam
dengan tulisan....
..."dia cantik ketika sedang tersenyum semoga aku bisah melihat senyum setiap hari hingga maut yang memisahkan"...
lalu mentari melihat di halaman selanjutnya foto diri nya sedang memakan es crime dengan mulut belepotan, lalu foto diri nya cemberut memegang balon berwarna biru, di samping nya lagi foto diri nya bersama berlian dan berlian lagi...
__ADS_1
terakhir foto mentari sedang memberi coklat kepada anak kecil dengan tulisan di bawah nya
..."matahari memang selalu baik hati ia memberi sinar kepada semua orang tanpa pambrih begitu pula dengan dia selalu memberi tanpa melihat status, itu salah satu hal yang membuat ku selalu jatuh cinta kepada nya hingga saat ini"...
setelah membaca tulisan terakhir di buku galeri foto milik berlian mentari kembali menangis dadanya terasa sesak entah bagaimana hari-hari nya nanti tanpa berlian, tetapi ia harus bisah melangkah ke depan sesuai keinginan berlian kepada nya.....
mentari mengambil buku tersebut lalu melangkah ke arah lemari baju milik berlian ia membukak lemari tersebut terlihat baju-baju berlian masih tersusun rapi dan tergantung pada tempat nya.....
mentari mengambil jaket berlian yang tersusun rapi di urutan paling rapi untuk ia bawak pulang setidak nya jika ia sedang merindukan ke beradaan berlian ia bisah mengenakan jaket berlian untuk membalas rasa rindu.....
"nak ibu harap kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan ibu yakin di Sana berlian menginginkan kita untuk selalu mendoakannya..... " ucap ibu memegang kedua tangan mentari
"bu aku tidak bisah secepat itu mengiklas kan kak berlian sulit untuk aku harus beradaptasi untuk terbiasa tanpa kehadiran kak berlian.... " ucap mentari
__ADS_1
"dulu kalian pernah berpisah ibu yakin kamu bisah begitu pula dengan ibu dan adelia, apa lagi adelia yang memang manja dengan abang nya dia sama seperti mu sulit nak...... " ucap ibu
"beda bu sekarang kita dan kak berlian sudah di tempat yang berbeda..... " ucap mentari menghapus air mata nya
"ibu apa aku membawak jaket milik kak berlian agar bisah meringankan rasa rindu kepada kak berlian....."ucap mentari
" tentu nak kamu boleh bawak apa saja barang milik berlian ibu tidak keberatan sama sekali......."ucap ibu
"terimaksih bu.... " mentari memeluk ibu
"ya sudah kita keluar ya pengajian udah mau di mulai.... " ucap ibu mentari mengangguk
terlihat semua tamu sudah duduk di tempat mereka masing-masing pandangan mentari melihat ke arah jofanes dan riko yang juga melihat ke arah nya lalu tersenyum
mentari duduk di samping adelia dan ibu hingga acara pengajian di mulai acara di mulai dari pembacaan surat yasin hingga ke sesi doa yang membuat ibu dan adelia tak tahan menahan air mata mereka....
__ADS_1
"tuhan aku berdoa untuk kak berlian berharap dia masih ada dan akan segera kembali di tengah-tengah kami..... " batin mentari
happy ready.....