
rains bangun lebih pagi Ia memasak makanan untuk sang adik sebelum pergi menyusul reza setelah semua siap rains masuk ke dalam kamar mentari terlihat mentari masih tertidur pulas di ranjang nya dengan tangan yang masih memegang foto diri nya dan berlian rains mengelus pucuk kepala mentari membenarkan kembali selimut lalu pergi untuk menjemput reza.....
kini rains sudah ada di depan gang sempit perumahan ika Ia tidak bisah melajukan mobil nya menyusuri gang mau tak mau rains harus olah raga pagi dengan berjalan kaki hingga di sampai di rumah ika....
sesekali rains berhenti untuk istirahat Ia pikir sudah lama sekali diri nya tidak melakukan olehraga jogging perut nya juga terlihat sedikit buncit dari waktu citra masih ada........
rains menghela nafas pagi-pagi buta sudah di suguh kan dengan pertengkaran dua orang di depan rumah rains menghentikan langkah nya memutuskan untuk membiarkan kedua orang itu menyelesaikan masalah mereka.....
"ka kenapa lo selalu menghindar dari gw apa salah gw ka..... " ucap arga
"lo gk ada salah lebih baik lo pergi dari rumah gw sekarang..... " ucap ika
"nak kenapa tamu nya gk di suruh masuk.....? " tanya ibu
"tidak usah buk..... " ucap ika
"ya sudah ibu masuk dulu seperti nya anak teman mu sudah bangun.... " ucap ibu meninggal ika dan arga
"maafpin gw ika, gw gk bisah ngeliat lo ngejauhin gw gini gw butuh lo.... " ucap arga hendak memegang tangan ika tapi dengan cepat ika menepis tangan arga
__ADS_1
"maaf untuk apa lo punya salah apa ke gw, gw yang selama ini salah itu gw membiarkan hati gw semakin jatuh ke lo, gw gk bisah ngontrol perasaan gw ke lo, lo selalu melanggar batasan arga gw gk bisah...... " teriak ika
"lo datang ke gw cuma mau curhat tentang mentari kan gw capek denger semua cerita lo yang hanya ada mentari-mentari aja gw capek ga,gk ada sedikit pun nama gw di hati lo, di Saat lo cerita kalo lo cinta sama mentari gw selalu berusaha senyum buat nutupin rasa sakit itu ga, gw cukup tau diri,gw apa sih di banding mentari, mentari punya segalanya, dia cantik,berperestasi, pintar, dia kaya punya prusahaan, gw kadang iri sama di kenapa dia bisah bikin lo cinta sama di sedang kan gw yang selalu ada buat lo yang selalu nemenin lo susah dan senang lo gk pernah mau ngelirik gw..... " teriak ika kembali menangis
"ika.... " hanya satu kata yang terucap dari mulut arga
"gw udah tau jawaban nya jadi lebih baik kita jangan pernah ketemu lagi..... " ucap ika menghapus air Mata nya lalu masuk ke dalam rumah meninggal arga yang masih mematung
arga mengusap wajah nya kasar lalu menaiki motor nya meninggal komplek rumah ika setelah memastikan arga pergi rains berjalan mendekati rumah ika mengutuki Pintu beberapa kali.....
"udah gw bilang pergi dari rumah gw..... " ucap ika membukak Pintu Ia mengira bahwa rains adalah arga
"hem..... " ucap rains cuek
"ayok masuk kak....." ucap ika
"tidak usah Saya hanya ingin menjemput reza di mana dia......? " tanya rains melirik ke dalam rumah
"papah..... " teriak reza berlari memeluk sang papah
__ADS_1
"sayang papah..... " ucap rains mensejajarkan duduk nya agar sama dengan reza
"reza gk ngerepotin kak ika kan.....? " tanya reza
"no papah ayok masuk nenek tadi masak nasi goleng enak banget...... " ucap reza menarik tangan rains
ika tersenyum puas seperti nya bocah itu memahami apa yang ia harapkan sekarang dengan semangat ika mengekor dari belakang punggung rains dan reza.....
"oooo ini papah nya reza.....? " tanya ibu ika
"ia tante.... " ucap rains malu
"wah tampan sekali kamu nak ya sudah sekaliian ikut sarapan sama kita kebetulan tadi tante masak nasi goreng banyak dan reza juga sudah tante mandi kan..... " ucap ibu ika menaruk satu centong ke dalam piring rains
"terimaksih tante... " ucap rains
tiba-tiba saja jantung rains berdetak kencang canggung baru kali ini ia makan bersama dengan orang asing yang baru ia kenal, dulu pas bersama keluarga almarhum istri nya citra ia tidak terlalu gugub seperti ini......
happy ready
__ADS_1