Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 139


__ADS_3

mentari dan gino melihat semua laporan yang febri berikan kepada mereka dua ternyata sudah banyak sekali siska mengambil yang prusahaan dengan menggunakan nama rains.....


"sebenarnya siapa siska itu...? " tanya gino


"pacar bang rains cewek matrek.... " ucap mentari


"ye kan semua cewek matrek emang lo engak...? " tanya gino


"dih sory ya gw matre ya gk lah gw kerja punya duit sendiri.... " celetuk mentari tak terima


"yaaya deh sultan pasti cowok lo juga dari kalangan pengusaha kan ya... " ucap gino


"bukan dia cuma orang biasa yang mengapdikan diri kepada negara ini.... " ucap mentari tersenyum Ia kembali merindukan keberadaan riko


"udah jangan bahas itu gw mau lo cari siska sampai ketemu di kota ini dia harus mengembalilan uang yang udah dia pakek.... " ucap mentari menunjukan sebuah foto


"lo ini kan siska temen sekolah aku..... " batin gino


"baik gw pergi sekarang.... " ucap gino


setelah kepergian gino mentari meraih ponsel nya mencari nama ika di kontak chat nya lalu menelpon nya.....


"Hallo tar Ada apa.... " ika


"gw mau minta tolong sama lo.... " mentari


"apa.... " ika

__ADS_1


"lo bawak reza ke sini gw bakal pesan tiket pesawat biar cepet nyampek di sini.... " mentari


"lah kenapa emang.... " ucap ika


"nanti gw jelasin di sini.... " ucap mentari memutuskan sambungan telpon nya


di tempat lain tepat nya dimana Bella di tugaskan menjadi relawan di desa terpencil berkali-kali mencoba mencari sinyal agar bisah menghubingi sang mamah hingga ia harus mencari dataran tinggi......


tetapi ketika ponsel nya mendapatkan sinyal ponsel nya berdering mendapatkan telpon dari sersat toby karna sulit nya sinyal di Sana membuat suara Toby terdengar terputus-putus.....


"*Hallo..... " ucap Bella


"hallo dokter Bella.... " ucap sersat toby


"ia sersat ada apa..... " ucap Bella


"dokter harus kembali ke rumah sakit sersat jordan butuh dokter khusus untuk anda dokter....... " ucap sersat toby


"hallo hallo hallo hallo..... " ucap Bella seketika telpon dari sersat toby terputus begitu saja*


Bella menatap layar ponsel lalu seketik jatuh ke tanah ia mengingat-ingat nama yang sersat toby ucap kan tidak mungkin ini semua seperti mimpi di siang bolong.....


Bella mengambil ponsel nya yang terjatuh lalu berlari menuju penginapannya mengemaskan semua barang-barang milik nya setelah ia berpamitan dengan kedua rekanya Bella mengendarai mobil nya menuju kota.....


dengan hati gelisah Bella mengendarai mobil dengan kecepatan penuh hingga hampir dua jam lama nya ia sampai di lobby rumah sakit tempat nya bertugas dulu.....


ia mencari-cari keberadaan sersat toby hingga melihat sosok sersat toby di depan ruang pasien Bella kembali mempercepat langkah nya menuju sersat toby.....

__ADS_1


"sersat toby.... " ucap Bella


"dokter..... " ucap toby menatap ke arah Bella


"siapa yang kamu maksut tadi.....? " tanya Bella


"sebaiknya anda masuk ke dalam untuk melihat langsung ke adaan sersat jordan.... " ucap toby


Bella tidak lagi ber tanya perlahan ia melangkah mendekati pintu pasien ragu-ragu ia memegang gagang pintu hingga pintu terbukak lebar terlihat sosok laki-laki terbaring di tempat tidur dengan luka di sekujur tubuh nya...


"jordan.... " ucap Bella menangis memeluk tubuh jordan


"auuuu.... "ritih jordan


"ini benar kamu, kamu selamat gk jadi mati kan..... " ucap Bella menangis


"ia sayang aku selamat emang kamu beneran nganggep aku mati gitu.... " ucap jordan


"engak aku benar-benar bersyukur kamu selamat dimana kapten berlian.....? " tanya Bella


"kapten ada di sebelah ruangan sersat jordan dia baru saja di pindahkan..... " ucap sersat toby


"bagaimana keadaatnya...? " tanya Bella lagi


"ini sulit untuk kapten berlian dia kehilangan penglihatanya..... " ucap jordan


"maksut nya buta..... " ucap Bella di angguki jordan

__ADS_1


di ruang pasien yang tak lain tempat di mana berlian terbaring tak berdaya kedua mata nya di tutup perban sudah hampir dua hari berlian enggan untuk berbicara ia melarang semua orang untuk memberitahukan ke adaan nya kepada mentari dan ibu nya......


berlian lebih memilih diam tidak ingin minum obat, tidak ingin melakukan apapun sudah banyak perawat yang mencoba untuk merayu diri nya tetap saja berlian tak goyah sedikit pun......


__ADS_2