Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 119


__ADS_3

ketika mentari sedang makan siang bersama dengan Ika suara telpon milik nya berbunyi dari nomor yang tidak Ia kenal mentari menjawab telpon tersebut.....


"hallo..... " ucap mentari


"maaf buk apa benar ini dengan ibu mentari......? " tanya seseorang dari balik telpon


"Ia benar dengan Saya sendiri...... " ucap mentari


"kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan kepada ibu mentari bahwa pasien yang bernama riko telah kabur dari rumah sakit....... " ucap perawat rumah sakit


"apa.....! " teriak mentari


mentari menancapkan garpu nya ke dalam makanan membuat Ika tersedak air minum akibat terkejut orang-orang yang duduk tidak jauh dengan mereka menatap aneh kepada mentari......


"baik Saya akan segera ke Sana...... " ucap mentari memutuskan sambungan telpon


mentari memberikan uang kepada Ika untuk membayar makanan mereka dengan senang hati Ika Mengambil uang itu sedangkan mentari berlari menuju mobil nya untuk segera ke rumah sakit.....


"tunggu dulu mentari pergi ke rumah sakit sendirian pakek mobil aku terus aku pulang gimana dong..... " ucap Ika yang baru menyadari bahwa mentari membawak mobil nya


mau tak mau Ika kembali ke kantor menggunakan taxi online dengan tarif yang cukup menguras dompet nya di sepanjang perjalanan Ika mengumpat mentari dengan kata-kata kasar nya....


"mba cantik-cantik kok hobby ngomong sendiri hati-hati lo entar jadi gila..... " celetuk supir taxi

__ADS_1


"ngadi-ngadi kalo ngomong..... " ucap Ika tak ingin kalah


"dari tadi Saya perhatiin mba ngomong sendiri gk baik mba Saya tau mba lagi prustasi Karna pacar tapi orang miskin kayak gita ini gk boleh nyerah begitu saja mba masih muda lo..... " ucap supir taxi


"enak aja Saya gk miskin ya pak..... " ucap Ika


"aduh mba kalo udah miskin ya miskin aja jangan sok kaya gk boleh mba kita harus bersyukur kalo mba kaya gk mungkin naik taxi begini pasti mba nya bawak mobil pribadi.... " ucap supir taxi


"udah deh pak turunin saya di sini..... " ucap Ika semakin kesal


"lo kenapa mba lokasi mba kan masih jauh.... " ucap supir taxi


"semakin jauh kalo Saya semobil dengan bapak yang cerewet nya minta ampun ini bayaran Saya.... " ucap Ika keluar dari taxi


sedangkan mentari duduk manis di sofa yang ada di ruang inam riko dengan membaca novel online di ponsel nya sudah hampir satu jam Ia menunggu kedatangan riko dan jofanes dengan kesabaran yang hampir habis mentari menarik napas dalam-dalam agar emosi nya tidak meledak sekarang.....


pintu ruang riko terbukak dari luar mentari tetap tenang dan tetap duduk manis menunggu seseorang itu masuk benar saja riko dan jofanes masuk dengan mengendap-endap seperti pencuri tanpa menyadari ada nya mentari di dalam ruangan itu.....


"ehemmm..... " ucap mentari batuk


jofanes dan riko yang mendengar suara batuk mentari menengok perlahan menatap seseorang yang sedang duduk manis menatap tajam ke arah mereka dua....


"mentari.... " ucap jofanes dan riko bersamaan

__ADS_1


"asik keluyuran di luar....! "ucap mentari menatap riko tajam


"kita cuma ketaman kok tar..... " ucap riko


"masih ngeles dari mana kalian sampai perawat rumah sakit nelpon gw..... " ucap mentari


"jangan Marah Sama gw tar riko yang maksa buat keluar dari rumah sakit.... " ucap jofanes


riko yang mendengar kejujuran jofanes menginjak kaki jofanes dengan keras nya membuat jofanes mengeluarkan suara kesakitan


"*lo hengianatin gw fan..... " bisik riko


"lo liat tatapan mentari gw gk mau di makan sama dia.... " ucap jofanes*


"aduh gw lupa harus balik ke kantor sekarang...... " ucap jofanes ingin melangkah


"tetap di situ.... " ucap mentari


"ayok lah tar kita cuma kabur sekali gw bosen di rumah sakit terus..... " ucap riko


"gw cuma minta lo di rumah sakit agar lo cepet sembuh dan keluar dari rumah sakit ini hidup seperti biasa nya, tanpa ada jarum impus di tangan lo gw peduli sama lo riko dan lo jofanes malah dukung riko buat kabur dari rumah sakit gw kecewa sama kalian berdua..... " ucap mentari Mengambil tas dan ponsel nya lalu pergi meninggal kan riko dan jofanes


jofanes dan riko menatap kepergian mentari mereka tau bahwa mereka sedang melakukan kesalahan besar jofanes dan riko duduk merenungkan cara agar mentari tidak ngambek dan Marah lagi kepada mereka berdua......

__ADS_1


happy ready......


__ADS_2