
usai kepergian dokter dan perawat berlian meraih surat tersebut membaca setiap kata yang telah kakek herman tulis untuk nya tanpa berlian sadari ia menyentuh kedua mata nya.....
"*nak berlian mungkin setelah kamu membaca surat ini kamu sudah bisah menatap terbit nya matahari dan indah nya saat matahari kembali terbenam maaf kakek tidak bisah mengatakannya secara langsung jaga nona mentari ia wanita baik berhati mulia kakek menyayangi nya seperti cucu kakek semoga dengan kakek mendonorkan korneo mata untuk mu kamu bisah kembali membahagiakan mentari Salam dari kakek untuk kalian berdua jangan beritahu mentari bahwa kakek yang mendonorkan itu untuk mu kakek tidak ingin mentari semakin merasa sedih lagi..... "
kakek herman❤*
berlian menyembunyikan kembali surat itu di dalam tas nya setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membuang air kecil saat itu juga mentari terbangun dari tidur nya mencari keberadaan berlian tetapi tidak menemukannya.....
hingga mentari mendengar suara air keran dari dalam kamar mandi dengan rasa cemas mentari mengentuk pintu kamar mandi berkali-kali hingga muncul sosok pria tanpan dengan wajah fress tanpa perban di kedua mata nya.....
"kakak berlian...... " teriak mentari berhambur ke dalam pelukan berlian
"hy kamu sudah bangun...... ? " tanya berlian
mentari mengangguk menatap ke arahnya
"kakak udah bisah liat beneran ini gk bohong kan ini aku gk lagi mimpi kan kapan perban nya di lepas, kenapa aku gk tau.....? " mentari memboyong pertanyaaan untuk berlian
"tadi pagi saat kamu tertidur pulas..... " ucap berlian
__ADS_1
"anya ye ye ye kak berlian bisah liat muka aku yang cantik nya luar biasa hu hu yeyyeyeyeye..... " teriak mentari sambil lompat-lompat
tanpa mentari sadari bahwa, ika, jofanes, riko, Bella, jordan, dan tobi sedang menatap aneh ke arahnya sedangkan berlian hanya tersenyum melihat tingkah konyol dari mentari......
"ehemm....." ucap jofanes
seketika mentari menghentikan aksi nya ia menatap ke sumber suara yang benar-benar ia kenal sunggu rasa malu itu pasti tetapi dengan sebisah mungkin mentari kembali mengusai suasana di Sana.....
"kalian sejak kapan berdiri di situ.....? " tanya mentari
"dari awal lo loncat-loncat kayak cacing kepanasan..... " ucap riko
"bodok amat ngapain kalian ke sini.....? " tanya mentari sewot
"sudah kenapa jadi ribut udah kayak kucing sama anjing aja..... " serka Bella
"lo anjing nya..... " ucap mentari
"enak aja lo yang anjing nya gw kucing nya.... " ucap riko tak mau kalah
__ADS_1
"stoop berisik banget ini rumah sakit bukan taman komplek..... " ucap ika berjalan duduk di sofa
teriakan ika berhasil membungkam mulut riko dan mentari kini hanya ada tatapan membunuh dari kedua nya sedangkan yang lain hanya bisah menggeleng melihat tingkah kedua sahabat itu......
berlian menarik mentari untuk duduk di samping nya hari mereka habis kan hanya untuk berbagi cerita di Sambut tawa oleh mereka hingga percakapan menjadi serius setelah jordan bersuara.....
"kapten kapan anda akan kembali ke barak komandan vano akan mengadakan upacara penyambutan anda saya juga mendengar langsung dari komandan bahwa anda akan di promosikan naik jabatan..... " ucap jordan
"setelah saya keluar dari rumah sakit saya akan menghadap kepada komandan vano.... " ucap berlian
"semua prajurit di barak merasa gembira dan senang atas kembali nya kapten ke dalam pasukan batalion VIII68 rencanya kami ingin mengadakan sedikit pesta untuk anda kapten..... " sambung tobi
"kek nya gk asing deh nama komandan vano tapi di mana ya ooh ia bukan nya komandan vano itu kakak lo ya tar adek nya mba citra almarhum istri bang rains..... " celetuk ika
tanpa jeda membuat semua orang menatap ke arah nya lalu mengalihkan pandangan ke arah mentari
"mulut lo lemes amat kek petasan rombeng........ " ucap riko
"eh maaf deh kan gw cuma inget-inget aja..... " ucap ika
__ADS_1
berlian menatap tajam ke arah mentari tentu saja tatapan itu ingin penjelasan tentang semua ucapan ika barusan......
happy ready.......